13/05/2026

Gratispol Perlu Koreksi untuk Penyempurnaan, atau Dihapus Saja?

0
Gratispol Perlu Koreksi untuk Penyempurnaan, atau Dihapus Saja?

Gratispol Perlu Koreksi untuk Penyempurnaan, atau Dihapus Saja?

Loading

Aspirasinews.id, Samarinda- Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud-Seno Aji ini mengusung program strategisnya Gratispol. Yakni beasiswa bagi puluhan ribu mahasiswa tingkatan S1, S2 dan S3, di 51 perguruan tinggi (PT) di Kaltim maupun luar daerah.

Bankaltimtara Nabung Tanpa Beban untuk Masa Depan-2025
Bankaltimtara Nabung Tanpa Beban untuk Masa Depan

Kondisi ini dinilai oleh berbagai kalangan maupun pengamat masih belum sempurna. Baik dalam teknis penyaluran, maupun subtansi untuk mendapatkan biaya pendidikan bagi kalangan sarjana tersebut. Karena pesryaratannya yang cukup menyulitkan peserta, hingga adanya kriteria dan ketentuan lainnya yang kaku, seperti batasan umur.

Oleh karena itu, tidak semua masyarakat Kaltim bisa mendapatkan manfaat dari program andalan tersebut. Sehingga muncul wacana Gratispol perlu koreksi menuju penyempurnaan, atau dihapus saja?

Tentunya situasi ini mendapat tanggapan serius dari Mantan Anggota DPRD Kaltim, Rusman Yaqub. Dirinya mengatakan bahwa program strategis Gratispol memang belum sempurna, jadi perlu dilakukan koreksi untuk perbaikan. Namun bukan wacana untuk dihapuskan.

Rusman Yaqub Soroti Teknis Program Strategis Gratispol Gubernur Kaltim

“Yang kami amati dan lihat dikalangan masyarakat adalah perdebatan teknis. Jadi mari kita lihat esensi dari tujuan utama Gratispol ini sangat bagus, dan final. Semua publik sangat menghendaki adanya program ini,” jelas Rusman Yaqub belum lama ini

Rusman yaqub yang juga sebagai Tenaga Ahli Gubernur (TAGub) Kaltim ini menguraikan. Bahwa ada masalah teknis di lapangan itu hal yang wajar, namun akan terus dilakukan perbaikan. Yakni dengan cara dilakukan koreksi bersama, untuk pembenahan dalam menjalankan program prioritas tersebut. Sehingga dalam pelaksanaannya bisa lebih maksimal, dan terasa kebermanfaatnya bagi penerima.

“Kami bersama pak Gubernur siap menerima koreksi. Ayok bersama untuk memberikan masukan demi kebaikan kedepannya. Pak Gubernur kita sangat terbuka untuk menerimanya,” beber Rusman Yaqub lagi.

Diterangkan Rusman Yaqub, bahwa pelaksanaan pemberian Gratispol ini selalu ingin terus memperbaiki tata kelola dalam penyalurannya. Ia juga tidak menampik, bahwa sebuah kebijakan tidak ada yang langsung instan dengan “bim-salabim” atau semudah membalikkan telapak tamgan. Yakni perlu proses dan tahapan yang harus dilalui untuk menuju sempurna.

“Jadi semua itu dinamis, dan terus akan berubah ke arah yang lebih baik,” seru Rusman lagi.

Klik Tautan untuk Menonton Video Terkait https://youtube.com/shorts/eDJjsT-j8Vc?si=L4elY8kMyUH4oAqD

Update terakini pada pekan lalu, oleh Kepala Biro Kesra Pemprov Kaltim, Dasmiah menguraikan. Bahwa pada 17 Maret 2026 lalu sudah dilakukan pencairan tahap 2, pada 51 kampus yang terdaftar. Rinciannya ada 7 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 44 Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Dengan jumlah anggaran sebesar Rp117,55 Miliar untuk 27.548 penerima manfaat.

Kepala Biro Kesra Pemprov Kaltim, Dasmiah

Sebelumnya tahap pertama juga sudah dijalankan oada akhir Febriari 2026 lalu. Yakni telah menyalurkan anggaran sebesar Rp103,1 Miliar dengan penerima manfaat sebanyak 21.128 mahasiswa.

“Jadi total anggaran yang dikucurkan pemerintah Kaltim untuk Gratispol tahap pertama dan kedua ini mencapai Rp220,65 Miliar. Kemudian penerima manfaat berjumlah 48,676 mahasiswa,” beber Dasmiah.

Sementara Gubernur Kaltim, H Rudy Mas’ud (Harum) menegaskan. Program Gratispol pendidikan bukan sekadar bantuan. Melainkan investasi jangka panjang. Yakni untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.

“Pendidikan adalah investasi masa depan. Kami ingin lebih banyak anak-anak Kaltim bisa berkuliah tanpa kendala biaya,” harap Harum.

Meski di tengah tekanan fiskal, Pemprov Kaltim tetap menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama. Pada 2026, program Gratispol ditargetkan menjangkau 158.981 mahasiswa dengan alokasi anggaran sekitar Rp1,377 triliun.

“Pencairan dana yang telah masuk ke kampus ini diharapkan, dapat meringankan beban mahasiswa. Juga sekaligus memastikan keberlanjutan pendidikan tinggi di Kaltim,” pesan Harum. (Adv/Adm1)

Tinggalkan Balasan