29/05/2024

Komitmen Sosial PAMA ABKL dengan Nilai ESG Demi Keberlangsungan Generasi Emas Kukar

0

AspirasiNews.id, Kukar-PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Site ABKL terus mendorong anak yatim piatu agar tidak putus sekolah di Kaltim begitu besar. Yakni dengan aksi santunan rutin setiap bulan pada ratusan anak yatim piatu yang berstatus sekolah di Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Aksi terpuji dan patut patut diapresiasi serta di contoh oleh perusahaan lain itu dilakukan pada Kamis (12/10/2023). Pada 100 anak yatim piatu dan tidak mampu di Yayasan Pesantren At-Tadzkir, Desa Loa Duri Ilir-Kukar.

BanKaltimtara / Bank Kaltim-Kaltara

“Santunan yang kami berikan ini merupakan CSR bidang sosial kemasyarakatan. Diberikan pada anak yatim-piatu yang berstatus sekolah agar tetap semangat dalam menuntut ilmu,” ujar CSR PAMA ABKL, Johanes Siregar.

Tambah Johanes, santunan pada 100 anak yatim-piatu dan tidak mampu yang masih sekolah ini berupa uang pembinaan. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan pada sekitar lokasi kerja.

Juga diyakini PAMA sebagai motivasi dan berbagi kasih pada mereka agar mendapatkan suntikan semangat dalam bersekolah. Sehingga prosesi dalam mengenyam pendidikan wajib pemerintah 9 tahun bagi anak pra sejahtera di Kaltim ini bisa tercapai.

“Santunan ini kami nilai sangat tepat sasaran, karena kebermanfaatnya bisa langsung di rasakan oleh anak-anak tidak mampu di Kukar, khususnya sekitar lokasi kerja PAMA ABKL,” tambah Seprinaldi HCGS Dept Head.

AKSI terpuji PAMA ABKL patut di apresiasi dan di contoh oleh perusahaan lain di Kaltim karena santuni ratusan anak sekolah yatim-piatu secara rutin agar semngat mengenyam pendidikan 9 tahun.

Terang Seprinaldi, santunan yang diberikan PAMA ABKL tentunya melihat kondisi kebutuhan masyarakat. Sehingga bantuan yang diberikan bisa memberikan manfaat. Kemudian santunan diberikan secara rutin dan bergantian di berbagai desa di Kukar secara proporsional serta sesuai jadwal. Dengan begitu semua bisa kebagian secara rata dan tidak ada yang terlewatkan.

“Bantuan dan santunan ini diberikan secara merata di ring satu perusahaan. Agar semua yang membutuhkan kebagian dan tidak ada kesenjangan. Sehingga hubungan harmonis antara perusahaan dengan masyarakat maupun stakeholder terkait bisa terus terjalin untuk keberlangsungan kondusifitas produksi perusahaan,” harap Seprinaldi. (Adv/Adm1)

Tinggalkan Balasan