29/04/2026

Pama-PPDI Dorong Disabilitas Kaltim Mandiri dan Berkarya dengan Pelatihan Kuliner

0
Pama-PPDI Dorong Disabilitas Kaltim Mandiri dan Berkarya dengan Pelatihan Kuliner

Pama-PPDI Dorong Disabilitas Kaltim Mandiri dan Berkarya dengan Pelatihan Kuliner

Loading

AspirasiNews.id, Samarinda- Konsep inklusif dan kesetaraan bagi disabilitas, terus menjadi perhatian utama oleh berbagai kalangan. Tidak terkecuali oleh Perusahaan PT Pamapersada Nusantara (Pama). Terbukti, Pama Site ABKL ini kembali memberikan pelatihan khusus pada penyandang disabilitas di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Bekerja sama dengan DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kaltim, mengadakan pembekalan untuk pembuatan roti bakery dan frozen food, pada Senin (13/10/2025).

Acara yang dijadwalkan berjalan selama 2 hari hingga Selasa (14/10/2025) ini, sedikitnya diikuti oleh 20 peserta disabilitas se-Benua Etam. Perwakilan dari berbagai site Pama di Kaltim. Pelatihan dihelat di Aula UPT Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindangkop)-UMKM Kaltim, Jalan DI Panjaitan Samarinda. Selain pembekalan ilmu teori, juga dilakukan praktik langsung dengan pembuatan berbagai aneka kuliner kue kering dan basah tersebut. Peserta ini didominasi dari wanita yang mengalami tunarungu wicara, tuna grahita IQ kurang dari 70% dan tuna daksa.

Bankaltimtara HUT ke-60

“Pelatihan ini bentuk keseriusan perhatian Pama dan PT KPP melalui program CSR, pada penyandang disabilitas untuk lebih produktif. Agar mereka bisa meningkatkan kualitas hidup melalui hasil olahan berbagai kuliner kue yang banyak peminatnya ini. Sehingga bisa cepat dijual, untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan mereka,” jelas Rezky Putri Harisanti, tim Coorporate Social Responsibility (CSR) Pama di damping Johannes Siregar, CSR Officer Pama ABKL.

KLIK TONTON VIDEO: Pama-PPDI Dorong Disabilitas Kaltim Mandiri dan Berkarya dengan Pelatihan Kuliner

Rezky menambahkan, agenda CSR Pama dan PT KPP terkait pembekalan kuliner kue, pada penyandang difabel bersama PPDI di Benua Etam ini, sudah memasuki tahun ke-2. Terlebih pada pelatihan sebelumnya di 2024, dengan agenda sama, ada 4 orang yang cukup sukses. Karena mereka memang fokus sebagai pengusaha kuliner bakrey, dimulai dengan usaha kecil-kecilan, namun kini sudah mulai banyak pesanannya.

Ilmu teori dan praktik juga harus seimbang, agar usai pelatihan para peserta bisa langsung paham untuk aplikasi sendiri di rumah, guna menekuni produksi olahan jajanan kering maupun kue basah yang saat ini kian banyak peminatnya.

“Pelatihan kali ini kami datangkan chef Joko dan menghadirkan 4 pengusaha kuliner dari teman disabilitas tahun lalu. Kita ingin kehadiran mereka bisa memberikan semangat dan pelecut motivasi bagai 20 peserta di tahun ini,” kata wanita karier berambut sebahu ini.

Rezky juga menerangkan, bahwa pelatihan skil dan ketrampilan kaum srikandi-srikandi disabilitas ini, bisa memberikan dampak bagi peserta, maupun masyarakat luas. Sehingga manajemen Pama ingin, agenda tersebut menjadi program rutin tahunan. Karena manfaat positifnya bisa langsung dirakan oleh semua kalangan.

Rezky Putri Harisanti (kemeja putih) bersama peserta disabilitas dalam pelatihan kue bakrey dan frozen food untuk mendorong mereka berdikari serta berkarya dengan usaha kuliner.

Prosesi pelatihan ini juga diapresiasi oleh pihak pemerintah, datang dari Kepala UPT Pelatihan Koperasi dan UMKM Kaltim, Ali Warda yang membuka acara. Pihaknya menekankan, bahwa pelatihan ini bisa meningkatkan ketrapilan dan pengetahuan peserta. Juga untuk memberikan peluang kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk sukses melalui usaha kuliner.

“Kami menyediakan fasilitas yang dibutuhkan untuk pelatihan ini. Tujuannya untuk mendukung setiap langkah yang diambil oleh setiap penyandang disabilitas, menuju kemandirian ekonomi,” ungkap Ali.

Chef joko tidak hanya membekali ilmu teori saj adalam pelatihan kuliner pada peserta, juga dilakukan praktik langsung selama dua hari

Sementara Ketua DPD PPDI Kaltim Anni Juwairiyah membeberkan, bahwa pelatihan ini tidak hanya dalam meningkatkan ketrampilan, dan mengolah bahan kuliner saja. Tetapi juga akan dilakukan pelantihan hingga pendampingan, untuk pengemasan secara menarik, dan pemasarannya. Sehingga hasil produksi olahan mereka bisa dinikmati oleh masyarakat secara luas. Kemudian pihaknya juga tiada henti dalam merangkul semua penyandang difabel di Benua Etam, untuk terus berkarya. Sehingga mereka bisa lebih produktif, dan memberikan manfaat bagi diri sendiri, maupun orang lain.

Puluhan peserta dari kaum difabel perwakilan site Pama di Kaltim ini dilatiih ketrampilan dan kemandirian untuk meningkatkan kesejahtaraanya dengan menbuat olahan kuliner kue bakery serta frozen food di UPT Disperindangkop-UMKM.

“Sebenarnya kita DPD PPDI Kaltim bekerja sama dengan Pama ini sudah 5 tahun. Rinciannya ada pelatihan hidroponik, konten creator digital promosi, dan dua tahun terakhir fokus pada pelatihan pembuatan kuliner kue. Selain pemberdayaan untuk kemandirian disabiltas ini, juga kita dampingi untuk pemasaran, dan sudah kerja sama dengan berbagai ritel besar di Samarinda maupun Kaltim,” beber Anni Juwairiyah. (Adv/Adm1)

Tinggalkan Balasan