Kaltim Damai Harga Mati! Drupadi Baladika Bagikan 1.000 Mawar dan Pentas Seni Bidaya Nusantara
Kaltim Damai Harga Mati! Drupadi Baladika Bagikan 1.000 Mawar dan Pentas Seni Bidaya Nusantara
![]()
AspirasiNews.id, Samarinda- Kalimantan Timur (Kaltim) damai, harga mati! Semboyan itulah yang kini getol di gaungkan oleh Drupadi Baladika Mulawarman Kaltim. Slogan itu tidak hanya dihati dan bibir saja, namun diaplikasikan dalam aksi nyata oleh Organisasi Masyarakat (Ormas) yang mayoritas kaum wanita itu. Yakni dengam membagikan 1.000 tangkai mawar merah pada masyarakat dan pengendara yang melintas di Depan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, pada Rabu (20/5/2026) siang ini.

Tampak Ketua DPW Drupadi Baladika Mulawarman Kaltim, Lilis Latif menerjunkan sedikitnya 1.600 anggotanya se-Benua Etam untuk berpartisipasi. Pembagian mawar dilakukan dengan santun pada pengendara sembari mengucapkan salam damai untuk Kaltim. Sontak, aksi humanis ini mendapat respons positif dari pengendara yang menerima mawar, dengan melontarkan senyum dan ungkapan trimakasih.
“Ini adalah aksi damai dari kami, Drupadi Baladika Mulawarman Kaltim bagi masyarakat dan pengendara di sekitar Kantor Gubernur Kaltim. Kami bagikan sedikitnya seribu mawar merah. Maksud dan tujuannya, meski kita semua beda pilihan harus tetap cinta damai,” jelas Lilis Latif saat diwawancarai AspirasiNews.id di lokasi kegiatan.

Pihaknya juga mengapresiasi berbagai rentetan aksi demo yang berlangsung di depan Kantor Gubernur Kaltim yang terjadi beberapa pekan lalu. Karena hal itu sebagai bentuk untuk menyalurkan aspirasi secara langsung pada pemimpinya. Namun dirinya juga mengimbau, agar tetap melakukannya dengan aksi damai. Sehingga kondusifitas daerah tercinta ini tetap aman dan lancar.
“Sampaikan aksi demo dengan aman dan damai, yakni dengan tujuan mulia masing-masing. Jangan sampai ada provokator masyarakat yang membuat kegaduhan. Ayok, semangat untuk Kaltim lebih baik,” terak Lilis lagi.
Lilis juga mengemukakan aspirasinya. Bahwa siapapun Gubernurnya di Kaltim, dirinya akan tetap menjadi rakyat biasa, dan berprofesi sebagai pedagang. Sehingga mengajak semua lapisan masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan kenyamana. Dengan begitu roda perekonomian masyarakat bisa tetap lancar dan sesuai harapan.

“Agar semuanya lebih baik. Kami juga mendukung pentas seni budaya nusantara. Mulai dari tari-tarian adat khas Kaltim sendiri, maupun penampilan budaya tarian daerah lain. Ini sebagai penghibur, juga untuk pemersatu dengan keanekaragaman budaya. Menuju Kaltim yang semakin baik dan maju,” seru Lilis.

Tampak usai pembagian 1.000 mawar merah itu, dilanjutkan dengan tari-tarian budaya Dayak Kaltim. Juga ada kuda lumping, reig ponorogo dan aksi pentas seni hiburan dari para penggiat seni di Bumi Etam. (***/Adm1)
