Presiden Tunjuk Purbaya Patahkan Mitos Menkeu Bergantung pada Sri Mulyani
Presiden Tunjuk Purbaya Patahkan Mitos Menkeu Bergantung pada Sri Mulyani. Foto menkeu RI Purbaya Yudhi Sadewa.-IST-
![]()
AspirasiNews.id, Jakatra- Ketua Komisi-XI DPR-RI Muhammad Misbakhun, memuji langkah Presiden Prabowo Subianto yang berani menepis mitos lama dalam dunia ekonomi nasional. Menurutnya, Presiden Prabowo berhasil membuktikan, bahwa stabilitas ekonomi Indonesia tidak bergantung pada satu sosok Menteri Keuangan semata.
“Kita harus memberikan penghargaan yang tinggi kepada Bapak Presiden Prabowo yang telah menghapus mitos. Bahwa kalau Menkeu bukan Ibu Sri Mulyani maka ekonomi Indonesia akan runtuh,” ujar Misbakhun dalam sebuah diskusi ekonomi baru-baru ini, sebagaimana dikutip Parlementaria, di Jakarta, Senin (13/10/2025).

Misbakhun menegaskan, langkah Presiden Prabowo menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menjadi bukti. Bahwa pemerintahan mampu berjalan dengan visi dan sistem. Bukan dengan personifikasi figur tertentu.
“Selama ini orang ditakut-takuti, bahwa kalau bukan Sri Mulyani, Indonesia akan kolaps. Tidak dipercaya dunia, dan sebagainya. Dan itu dipatahkan oleh Pak Prabowo,” Kata MIsbakhun.
Misbakhun menilai, Presiden Prabowo telah membangun kepercayaan dunia. Melalui diplomasi ekonomi yang kuat, dan langsung pada level kepala negara.
“Level trust Indonesia kini berada di tingkat kepala negara. Dan ini dibangun oleh Presiden,” beber Misbakhun lagi.
Politisi dari Partai Golkar itu juga menilai, bahwa Purbaya memiliki tantangan besar. Yakni untuk menerjemahkan visi-misi ekonomi Presiden Prabowo. Yaitu menargetkan pertumbuhan 8 persen.
“Pak Prabowo ingin ekonomi tumbuh 8 persen, dan inilah yang harus diwujudkan Purbaya dalam desain ekonominya,” terang Misbakhun.
Menurut Misbakhun, seorang Menteri Keuangan bukan hanya bekerja mengelola angka-angka. Tetapi juga harus mampu menjabarkan gagasan Presiden, ke dalam arah kebijakan fiskal yang berdaulat, mandiri, dan mensejahterakan rakyat.
“Kita jangan bicara Purbaya sebagai individu. Tapi bicara ide dan gagasannya dalam mewujudkan visi Presiden,” pungkas Misbakhun. (***)
