PAMA ABKL Tanamkan Budaya K3LH pada Ratusan Siswa SMK Bhakti Loa Janan, Sebagai Sekolah Binaan
PAMA ABKL Tanamkan Budaya K3LH pada Ratusan Siswa SMK Bhakti Loa Janan, Sebagai Sekolah Binaan
![]()
AspirasiNews.id, Loa Janan- PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Site ABKL Coal Mining Project ini kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan dunia pendidikan di Kalimantan Timur (Kaltim). Yakni melalui Program PAMA Safe School, dan diaplikasikan dengan menyosialisasikan materi dasar-dasar K3 pada ratusan siswa sekolah binaanya. Bertempat di SMK Bhakti Loa Janan, Jalan Gerbang Dayaku, Kutai Kartanegera (Kukar), pada Rabu (27/9/2025).
Dukungan PAMA ABKL pada SMK Bhakti Loa Janan yang kesekian kalinya ini, punya tujuan sangat besar untuk pengetahuan bagi lulusan sekolah kejuruan tersebut. Karena dalam sosialisasi dan seminar itu sebagai bentuk mengimplementasikan kurikulum sekolah berbasis keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup (K3LH).

“Program PAMA Safe School ini merupakan wujud nyata kepedulian PAMA. Khsususnya terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Kutai Kartanegara,” jelas Project Manager PT Pamapersada Nusantara Site ABKL, M Insan Kamil melalui CSR Officer, Johannes Siregar di lokasi acara.
Johannes menambahkan, bahwa agenda inisiatif itu bertujuan menanamkan berbagai nilai-nilai SHE (Safety, Health, and Environment) value pada calon SDM tenaga kerja muda yang masih sekolah. Karena hal itu akan menjadi landasan pola pikir mereka sebelum masuk dunia kerja. Sehingga sudah sepatutnya, PAMA merasa terpanggil untuk memberikan edukasi ilmu dunia industri (Dudi) ke dalam lingkungan sekolah.

“Dimulai dari sekolah SMK Bhakti Loa Janan ini. Kami akan berupaya untuk menanamkan SHE value Dudi PAMA ke dalam lingkungan sekolah,” tutur Johannes Siregar.
Tampak pemateri, Ferry Kristiono dari Departemen SHE PT Pamapersada Nusantara Site ABKL cukup detail dalam menyampaikan informasinya. Terlihat para peserta yang mayoritas siswa-siswi sekolah kejuruan yang siap kerja itu begitu antusias, dan bersemangat. Terlebih saat sesi tanya jawab, pemateri cukup kaget dengan diberondongnya berbagai pertanyaan oleh kaum muda, yang penuh semangat tersebut.
“Justru dengan banyaknya pertanyaan ini, menandakan ilmu yang diberikan masuk dalam ingatan adik-adik kita. Mereka juga berusaha untuk mencari jawaban atas informasi yang belum diketahuinya,” kata Fery Kristiono saat sesia pemaparan.

Ferry juga menerangkan, bahwa program ini akan memperkenalkan kurikulum K3LH. Jadi pihaknya mempunyai harapan besar, baik para guru maupun seluruh siswa. Agar dapat menjadikan kebiasaan keselamatan (safety habit) sejak dini dari lingkungan sekolah dan keluarga, sebelum masuk dunia kerja industri.
“Tentunya akan sangat krusial, sebelum mereka memasuki dunia kerja. Terutama di sektor industri atau pertambangan yang memiliki risiko tinggi. Karena keamanan atau safety adalah hal paling utama,” terang Ferry.
Usai sosialisasi dan edukasi mengenai K3LH itu, kedua belah pihak meneguhkan komitmennya. Yakni antara PAMA Site ABKL dengan SMK Bhakti Loa Janan, melakukan MoU (Memorandum of Understanding) atau nota kesepahaman. Tujuannya untuk memperkuat jalinan kerjasama antara dunia pendidikan dengan dunia industri.

Jadi kedua belah pihak berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi, dan membuka diri. Khususnya terhadap penyesuaian program, demi relevansi dengan kebutuhan dunia pendidikan untuk dunia usaha dan industri terkini.
Kepala SMK Bhakti Loa Janan, Sugiyanto juga mengapresiasi atas upaya yang dilaksanakan oleh PT Pamapersada Nusantara Site ABKL tersebut. Terlebih, SMK Bhakti Loa Janan memiliki jurusan yang berkaitan dengan mekanik unit alat berat. Jadi lulusan sekolah ini menjadi favorit dunia usaha dan industri di Kaltim, untuk mencari tenaga SDM muda serta terampil, yang siap kerja.

“Adanya rangkaian PAMA Safe School ini sangat mendukung pelaksanaan pembelajaran praktis di sekolah. Ini juga langkah dalam mempersiapkan siswa-siswi kami dengan lebih baik, untuk tantangan di lapangan kerja. Program PAMA Safe School diharapkan dapat menciptakan lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya K3LH,” harap Sugiyanto. (Adv/Adm1)
