ASPIRASI NEWS Adalah Wadah Aspirasi penuh Inspirasi & Informasi ke Penjuru Negeri, Untuk Anda dari Anda
Home > Global > ADVETORIAL > Anggota DPRD Kaltim Nurhadi Saputra, Minta Pemprov Kaltim Percepat Sosialisasi GratisPol

Anggota DPRD Kaltim Nurhadi Saputra, Minta Pemprov Kaltim Percepat Sosialisasi GratisPol

Anggota DPRD Kaltim Nurhadi Saputra, Minta Pemprov Kaltim Percepat Sosialisasi GratisPol

Loading

Iklan Benner DPRD Kaltim 2025

AspirasiNews.id, Samarinda- Kebijakan pendidikan tinggi gratis, dengan program GratisPol 10, yang digulirkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menuai sorotan. Kali ini, kritik itu datang dari Anggota Komisi-II DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra. Dirinya menyoroti, masih belum adanya kejelasan teknis, mengenai program tersebut.

Nurhadi menyatakan, bahwa ketidakjelasan ini, menimbulkan kebingungan. Terutama di kalangan calon mahasiswa, mahasiswa aktif, dan orang tua. Menurutnya, hingga saat ini, belum ada sosialisasi yang utuh, dan rinci, yang mampu membedakan. Antara program GratisPol 10, dengan skema beasiswa lain, seperti Kaltim Tuntas.

BANK KALTIM KPR
BANK KALTIM KPR

“Masih banyak, masyarakat yang bertanya-tanya. Apa sebenarnya, perbedaan GratisPol 10, dengan beasiswa yang sudah ada? Bagaimana mekanismenya? Apakah program ini juga menyentuh mahasiswa yang saat ini sedang aktif kuliah. Atau hanya diperuntukkan bagi mahasiswa baru?” jelas Nurhadi, belum lama ini.

Dirinya memperingatkan, bahwa tanpa kejelasan. Program mulia yang bertujuan untuk pemerataan akses pendidikan, justru berpotensi memunculkan kecurigaan. Bahkan bisa merusak kepercayaan masyarakat. Kekhawatiran itu, juga ditujukan pada nasib bantuan pendidikan, untuk siswa sekolah menengah (SMA/K/MA). Yang seharusnya, juga masuk dalam payung kebijakan yang sama.

Oleh karena itu, Nurhadi mendesak Pemprov Kaltim, khususnya Dinas Pendidikan (Disdik), dan instansi terkait. Untuk segera menyusun, dan menyosialisasikan pedoman petunjuk teknis (Juknis), dalam pelaksanaan program kebanggan orang nomor satu di Benua Etam itu.

“Tanpa penjelasan yang cepat, dan transparan. Program ini berisiko gagal mencapai tujuannya,” tegas Nurhadi, sapaan akrabnya.

Pihaknya juga menekankan, agar mahasiswa aktif yang telah berjuang, menyelesaikan studi. Terutama di tengah keterbatasan ekonomi, tidak terabaikan dalam kebijakan baru ini.

“Dengan alokasi anggaran pendidikan yang tidak kecil, kami punya harapan besar. Agar prinsip transparansi, dan akuntabilitas, menjadi prioritas utama. Khususnya dalam implementasi GratisPol 10. Yakni untuk memastikan, dana masyarakat digunakan secara tepat sasaran,” pesan Nurhadi, Sekretaris Fraksi Demokrat-PPP ini. (Adv/DPRD Kaltim)

You may also like
Damayanti Ungkap Penetapan Anggota KPID Kaltim Abaikan Etika dan Transparansi
Damayanti Ungkap Penetapan Anggota KPID Kaltim Abaikan Etika dan Transparansi
Fraksi PKB Protes Penetapan KPID, Ketua DPRD Hamas Akan Evaluasi Jika Ada yang Salah
Fraksi PKB Protes Penetapan KPID, Ketua DPRD Hamas Akan Evaluasi Jika Ada yang Salah
Bapemperda DPRD Bahas 7 Ranperda Prioritas, Pembentukan Perda Provinsi Kaltim 2026
Bapemperda DPRD Bahas 7 Ranperda Prioritas, Pembentukan Perda Provinsi Kaltim 2026
Laporan Akhir Dua Pansus Disampaikan Pada Rapat Paripurna Ke 43
Laporan Akhir Dua Pansus Disampaikan Pada Rapat Paripurna Ke 43

Leave a Reply