Media Gathering Pama Group 2025, Ajak Komitmen Lestarikan Lingkungan dan Tulis Berita Berimbang Perangi Hoaks
Media Gathering Pama Group 2025, Ajak Komitmen Lestarikan Lingkungan dan Tulis Berita Berimbang Perangi Hoaks
![]()
AspirasiNews.id, Berau- Pamapersada Nusantara (Pama), pada Rabu, (25/6/2025) Kembali mengadakan Media Gathering Pama Group 2025. Acara silaturahmi dan ramah tamah penuh keakraban ke-4 Pama bersama kuli tinta se-Nusantara tersebut, kali ini dihelat di Pulau Maratua, Berau, Kalimantan Timur (Kaltim). Sedikitnya ada 40 perwakilan media cetak dan elektronik dari seluruh Indonesia yang ada site Pama beroperasi, diundang. Seperti Kaltim, Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), Sumantera Selatan (Sumsel), Jakarta, dan Sumbawa NTB.
Acara digelar dengan penuh kehangatan, dan dirangkai dengan pemaparan berbagai kinerja Pama bersama group anak Perusahaannya. Seperti dari Energia Prima Nusantara (EPN), Kalimantan Prima Persada (KPP) Mining dan PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM) dan Turangga Resources. Kemudian anak Perusahaan Astra ini juga menghadirkan manajemen dari Unitet Tracktor (UT). Disini Pama memberikan edukasi mengenai cara penambangan yang ramah lingkungan, tanggung jawab dan berkesinambungan untuk keberlangsungan. Sesuai dengan tema Gathering. Yakni ‘Together for Wildlife Advancing Green Sustainability With Pama’ atau Bersama untuk Satwa Liar, Dukung Keberlanjutan Hijau bersama Pama.

“Acara silaturahmi Pama rutin setiap tahun yang keempat,’ bersama para media ini untuk meningkatkan keakraban. Juga saling sinergi antara perusahaan dengan dunia jurnalis. Jadi disini kita membawa semangat baru dan paparan CSR dari Group Pama. Sehingga para jurnalis yang hadir bisa memperkaya isu pelestaruian lingkungan, sesuai dengan tema acara,” jelas Puguh Sasetyo, Ketua Panitia yang juga sebagai SRGS Division Head Pama dalam sambutannya.
Ditambahakan Puguh, dengan berbagai keberhasilan pemaparan Coorporate Social Responsibility (CSR) Pama Group yang mengutamakan kelestarian lingkungan hijau dan satwa liar ini. Para media bisa mengemas berita secara akurat dan berimbang. Sehingga informasi yang didapat masyarakat bisa lebih detail dan valid. Bahwa Perusahaan pertambangan, khsusunya Pama Group dalam melaksanakan proses pengambilan batu bara, sudah memenuhi standar tinggi, bertanggung jawab dan sesuai regulasi yang ramah lingkungan.

Diinformasikan, bahwa sebelum melakukan penambangan, Pama akan melakukan pemetaan flora dan fauna di Lokasi tersebut. Kemudian usai penambangan dilakukan reklasmasi dan reboisasi. Pengembalian tanah galian seperti semula, dan menanam kembali berbagai jenis tanaman endemik lingkungan sekitar. Juga tanggung jawab perusahaan pada masyarakat disekitar wilayah operasional selalu dijalankan. Seperti bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya, keagamaan serta ekonomi.
Direktur Pama, Abdul Nasir Maksum dalam sambutannya juga menekankan. Bahwa Pama setiap waktu terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam kelangsungan lingkungan. Selain pada reklamasi dan reeboisasi serta CSR di wilayah lingkar tambang. Kali ini konsentrasi pada kelestarian satwa laut khas Kaltim. Yakni Penyu Biru dan Penyu Sisik yang ada di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kaltim yang berbatasan dengan Kalimantan Utara (Kaltara).

Kali ini pihaknya mengajak media dan masyarakat untuk diedukasi secara masif. Agar semua ikut menjaga dampak jangka panjang, kelestarian lingkungan untuk masa mendatang. Karena dinilainya Pama sebagai legalitas perusahaan besar, jadi wajib memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa ini. Oleh karenanya mengajak para awak media se-Nusantara itu untuk berkomitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan biota, serta satwa di Bumi Etam. Melalui Media Gathering Pama Group 2025 dan sesuai tema acara.
“Kita sudah menikmati alam, jadi perlu kita jaga. Terimakasih atas apresiasi, kerja sama, dukungan, support dan konsistensi yang selalu memberitakan semua hal yang Pama lakukan dengan baik serta konstruktif. Kami tidak berharap berita yang diinformasikan wah, tetapi perlu diberitakan secara seimbang dan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat. Karena saat ini banyak media sosial (medsos) yang isu beritanya diplitir dan diputar balikkan. Maka banyak berita yang diinfokan medsos bertolak belakang dengan kegiatan yang Pama lakukan, sehingga itu menjadi hoaks dan tidak benar,” tegas Abdul Nasir.

Selanjutnya sesi pemaparan oleh Maidi Irvan, CSR Dept Head Pama. Dirinya menerangkan kenapa pihaknya juga konsen pada satwa laut yang dilindungi di Utara Kaltim ini. Karena saat ini, habitat Penyu Hijau maupun sisik itu populasinya menurun drastis. Disebabkan banyaknya penjarahan telur dan dagingya untuk dikonsumsi, serta perburuan ilegal cangkangnya sebagai hiasan. Maka pemerintah melalui BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) melakukan perlindungan ketat pada keberlangsungan hewan laut yang siklus hidupnya hingga 70 sampai 80 tahun itu. Agar pencurian telur dan pembantaian daging Penyu khas Kaltim di Pulau Sangalaki Berau yang berjarak 45 menit perjalanan laut menggunakan Speed Boat dari Pulau Maratua tersebut, bisa dihentikan.
“Kami dari Pama sebagai perusahaan besar, sudah sepatutnya untuk berkontribusi dalam kelestarian alam dan satwa liar di Bumi ini. Sesuai tema, dukung keberlangsungan satwa liar yang ramah lingkungan. Jadi kami bekerja sama dengan BKSDA Kaltim, untuk peningkatan fasilitas perlindungan Penyu di Pulau Sangalaki. Dengan perbaikan tempat penetasan telur atau hatchery, kolam penangkaran, hingga pos jaga tim BKSDA,” urai Maidi.

Paparan berikutnya dari Eko Harry Ariadin, Direktur PT Energia Prima Nusantara (EPN) anak perusahaan Pama. Diinformasikan PT EPN yang bergerak dibidang Heavy Equipment, Mining, Construction, and Energy (HEMCE) atau Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi ini sahamnya dimiliki oleh UT sebesar 51% dan Pama 49%. Yakni sektor industri yang berkaitan dengan penyediaan, pengelolaan, dan pemanfaatan berbagai jenis peralatan berat, sumber daya mineral, infrastruktur serta sumber energi.
Disini Eko menjelaskan, EPN yang dipimpinya fokus pada sumber tenaga energi dari air. Dimasukkan ke separator raksasa kemuidan dipanaskan dengan dibakar, agar menjadi uap panas dan steam digunakan untuk menggerakkan turbin generator pembangkit listrik PLN di beberapa daerah. Kemudian juga fokus pada pengelolaan sampah kota di berbagai wilayah di Indonesia untuk pembangkit energi panasnya, agar sampah kota berkurang.

“Target pengelolaan sampah kota sebanyak 2.000 ton perhari, untuk mengurangi sampah kota. Kami sudah kerja sama 6 kabupaten, seperti Bandung Kota, Bandung Barat, Cimahi dan lainnya. Kami juga fokus pada kelistrikan solar cell yang ditempatkan di atap gedung kantor Astra dan UT serta berbagai mes site Pama,” ujar Eko Harry.
EPN juga terus mengembangkan bahan bakar hidrogen (BBH) atau fuel cell, yakni bahan bakar untuk mesin kendaraan dari air yang sudah di modifikasi. Bahkan sudah di uji coba pada beberpa kendaraan alat berat operasional Pama di site. Tujuannya utuk produksi ramah lingkungan dan mengurangi biaya konsusmsi BBM jenis Solar di area industri Pama Group.

“Spesialis bidang EPN akan kami terus tingkatkan, guna mendukung operasional yang ramah lingkungan. Memang dalam aplikasi BBH Fuel Cell ini, EPN masih mengalami kendala dan hambatan saat di lapangan. Namun kita akan terus melakukan riset mendalam, agar semua berjalan sesuai rencana,” kata Eko penuh optimis.
Paparan berikutnya oleh Daniel Angga Sembara, CSR Deputy Manager PT Kalimantan Prima Persada (KPP) Mining yang beroperasi di Kalimantan, Sulawesi dan Sumbawa NTB. Bahwa perusahaannya berkomitmen untuk hadir memberikan manfaat jangka panjang pada kelangsungan ekonomi masyarakat. Dengan Visi-nya menjadi perusahaan jasa pertambangan terpadu dan terbesar di Indonesia melalui CARES. Yakni Commitment Awarenes Realible Effective Safety atau komitmen kesadaran keselamatan yang efektif dan nyata.

Beroperasi sejak 2003 dengan penambangan batu bara di wilayah Banjar Baru, Kalsel. Kemudian pada 2021 merambah pada pertambangan emas, dan di 2023 melebarkan sayap di penambangan nikel. Hingga di 2025 ini mencatatkan ada 8.000 karyawan lebih yang menghidupi keluarganya di 11 lokasi wilayah kerja. Dengan tagline ‘Semangat Nyata dan Tekat Kuat untuk Saling Memberikan Manfaat Kepada Semua Pihak, Melalui Dedikasi, Inovasi dan Kolaborasi,serta Kontribusi Sosial yang Berkelanjutan’.
“Kontribusi CSR PT KPP mining ini cukup banyak. Seperti penangkaran Monyet Bekantan, penanaman mangrove di wilayah operasional di Kalsel dan Semarang. Kemiudian pada Juli 2024 ada sayembara KPP Yout in Action dan menerima 618 proposal sosial se-Indonesia. Kegian sosial bertujuan mendorong generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan dan kewirausahaan. Disini terjaring untuk Kaltim 25, terdiri 15 kampus dan 10 SMK,” beber Daniel.

Selanjutnya pemeparan dari Abdul Syukur, Dept Head CSR PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM) yang beroprasi di wilayah Kalsel dan Kalteng. Disini Perusahaan yang fokus pada coal mining ini, jasanya sudah banyak dipakai oleh perusahaan besar. Kemudian SMM ini juga terus konsisten dalam melaksanakan berbagai CSR di area ring 1 operasionalnya. Perusahaan ini mengusung slogan BE A-PLUS (Believe Ecellence Accountability Proactive Leading Unity Sincerity).

Paparan berikutnya oleh Yuliandono, perwakilan dari BKSDA Kaltim, Seksi Konservasi Wilayah (SKW)-I Berau. Dirinya memaparkan tentang Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Sangalaki yang akan dikunjungi oleh peserta Media Gathgering Pama Group 2025 ini memiliki luas daratan 15 hektar dengan pasir putihnya. Kemudian fasilitas di pulau ini ada Pos Jaga petugas BKSDA Kaltim, Loket tiket masuk, hatchery, kolam tukik atau anak penyu, toilet, landmark pulau.
Dijelaskan bahwa penyu hijau mulai dari menetas jadi tukik untuk persentasi hidupnya cukup kecil. Yakni 1.000 banding 1. Karena, masih telur banyak pencurian oleh warga lokal dan penjarahan oleh hewan predator seperti biawak. Kemudian baru menetas juga rentan terhadap serangan elang maupun ikan besar lainnya. Kemudian makanan khas Penyu ini adalah rumput laut di terumbu karang. Kemudian dalam siklus mencapai dewasa, Penyu Hijau perlu waktu sekitar 20 tahun untuk bertelur hingga 100 butir lebih dan kembali ke Pulau Sangalaki saat dia menetas.

Kemudian Penyu Hijau ini jumlah populasinya kian langka, karena ancama serius begitu banyak. Mulai dari pencemaran laut oleh limbah, rusaknya habitat terumbu karang karena ulah manusia, sampah plastik dan banyak lagi.
“Alhamdulilah saat ini penjarahan telur oleh hewan predator liar seperti biawak, tikus, elang dan pencurian oleh manusia turun drastis. Dengan begitu perkembangbiakan Penyu Hijau diharapkan dari data bisa terus meningkat. Semoga kerja saama dengan Pama ini bisa terus memberikan dampak positif bagi keberlangsungan Penyu Hijau di Berau Kaltim,” harap Yuliandono.

Selanjutnya ada berbagi ilmu dalam mengelola isu lingkungan jadi berita layak tayang oleh Yogi Tujuliarto, jurnalis TV CNN Indonesia. Dirinya membagikan berbagai tips dan ilmu dalam mengolah informasi dengan riset data sebelum jadi berita. Sehingga informasi yang disajikan tersebut menarik dan bisa mengajak para pembaca atau penonton untuk ikutan.

Kemudian acara persentasi dan tanya jawab itu ditutup dengan penyerahan cindera mata oleh manajemen Pama pada perwakilan media, diterima oleh Dedet Achmad Junaidi dari PWI Tanah Bumbu Kalsel. Juga pada Yuliandono dari BKSDA Kaltim dan Yogi Tujuliarto. (Adv/Adm1)
