28/02/2024

Perbasi Gelorakan Bola Basket di Kaltim dan IKN

0
Dispora Kaltim-Perbasi Bola Basket

Pertandingan Bola Basket seperti ini yang dinaungi oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kalimantan Timur.

DISPORA KALTIM

AspirasiNews.id, Samarinda- Penetapan Ibu kota Negara (IKN) Nusantara di Benua Etam akan memberikan manfaat positif terhadap segala bidang. Tidak terkecuali bagi industri olahraga. Terutama cabang olahra (Cabor) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kaltim. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbasi Kaltim, Darwin Tandrin belum lama ini.

BANKALTIM CMS

Dikatakannya, Pengprov Perbasi Kaltim memiliki fokus pada program pembangunan jangka panjang. Dengan tujuan utamanya meningkatkan perkembangan bola basket di wilayah Kaltim. Agar makin digemari oleh masyaraka, terutama pemain maupun penonton.

“Perlu diingat, masa depan IKN dimulai dari olahraga kita. Terutama bola basket. Perkembangan ini memerlukan waktu 5 hingga 10 tahun, untuk mencapai level yang tinggi,” ujar Darwin (22/11/2023).

Diungkapkan Darwin ada satu aspek krusial yang sangat penting. Yakni lapangan basket yang memadai. Termasuk kebersihan, ketersediaan sarana, dan prasarana yang memadai. Juga keamanan untuk berlatih setiap waktu.

“Kita harus memastikan ada lapangan basket yang memadai. Tanpa itu, bagaimana kita bisa berlatih?,” tegas Darwin lagi.

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbasi Kaltim, Darwin Tandrin dalam suatu kesempatan

Darwin juga menekankan pentingnya peningkatan sumber daya manusia (SDM). Terutama dalam hal pelatihan. Guna melahirkan calon-calon pemain bola basket yang berkualitas.

“Kami berkomitmen untuk mengembangkan pelatihan bagi para pelatih. Sehingga mereka bisa melahirkan pemain-pemain berkualitas. Jika kita butuh pemain hebat dari negara tetangga, kita harus mampu membawanya ke sini,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kebutuhan akan fasilitas yang memadai dan peningkatan kualifikasi pelatih. Bahkan dengan mencari pembelajaran dari para pelatih yang lebih berkualitas. Seperti pelatih di Pulau Jawa.

“Kami ingin memastikan bahwa bola basket di Benua Etam tidak hanya bertahan. Tetapi berkembang di arena yang lebih luas,” seru Darwin. (Adv/Adm1)

Tinggalkan Balasan