16/06/2024

Menembak Sejalan Program DBON, Didominasi Atet Muda Usia Belasan Tahun

0
Dispora Kaltim

Atlet menembak usia remaja asal Kaltim dapat 1 Emas DBON akan ebih fokus desain atlet usia dini di Kaltim.

DISPORA KALTIM

AspirasiNews.id, Samarinda- Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) merupakan aplikasi dari Terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021. Sehingga keberadaan DBON memang difokuskan sebagai fondasi masa depan untuk pembinaan atlet Indonesia. Fokus itu yakni melakukan pembinaan atlet yang dititik beratkan pada para atlet usia dini remaja. Sehingga bisa diartikan mendesain bibit atlet sejak dini untuk digembleng siap menjadi atlet muda dengan segudang prestasi.

BANK KALTIM KPR

Ungkapan itu sering disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Agus Hari Kesuma (AHK). Bahwa proses menciptakan atlet-atlet andal, tidak serta merta dan bisa dilakukan secara instan. Perlu berproses dan pendidikan serta pendampingan sejak usia dini.

“Maka dengan adanya DBON ini, akan membentuk sentra-sentra olahraga atlet baru. Ini akan menjadi lumbung penghasil atlet masa depan. Bukan saja untuk Kaltim tapi Indonesia,” jelas AHK

Bagai gayung bersambut. Program tersebut ternyata sudah dijalankan oleh Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kaltim. Yakni dengan membuka sekolah-sekolah menembak di beberapa kabupaten dan kota khusus bagi usia belia. seperti Samarinda, Balikpapan, Bontang dan PPU.

Terbukti, apa yang dilakukan selama ini sudah menunjukkan hasil yang luar biasa. Terutama dalam keterlibatan Perbakin Kaltim dalam beberapa kejuaraan nasional (Kejurnas). Juga dalam kualifikasi Minimum Qualification Score (MQS) menuju PON XXI/2024 di Aceh-Sumatera Utara (Sumut). Dimana 90 persen pesertanya berisikan dari atlet-atlet yang masih berstatus pelajar.

“Kebetulan, saat ini kami lagi fokus ke pelajar. Khususnya usai SMP. Dan ini ternyata sejalan dengan program DBON,” ujar pelatih menembak Kaltim, Slamet Hadiwijaya belum lama ini.

Paskalis Steven usia 16 tahun dan masih sekolah di SMA Negeri 5 Balikpapan ini raih emas abadikan momen bersama rekannya..

Diakui Slamet, memang ada sedikit kendala dalam penyebaran atlet. Karena masih didominasi empat daerah yang disebutkan di atas. Dirinya juga berpesan agar kabupaten dan kota yang lain bisa juga didirikan sekolah-sekolah menembak usia dini. Sudah pasti tentunya nanti akan menunjang peningkatan prestasi olahraga Benua Etam.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam seri terakhir kejuaraan kualifikasi MQS di Jakarta. Kaltim berhasil dapat 1 emas, 3 perak dan 2 perunggu. Secara umum, ada sebelas atlet yang berhasil memenuhi syarat MQS lolos ke PON tahun depan. Dengan data 90 persen di antaranya adalah penembak-penembak dari kalangan anak-anak muda.

Satu di antara atlet-atlet muda ini adalah Paskalis Steven. Masih berusia 16 tahun, pelajar SMA Negeri 5 Balikpapan. Remaja ini menjadi wakil Indonesia dalam ajang Kejuaraan Dunia di Korea Selatan, beberapa waktu lalu.

“Meski belum meraih hasil maksimal di Korea, tapi tahapan seleksi untuk terpilihnya itu sangat ketat. Dengan sistem degradasi dan dia berhasil memenuhi kualifkasi,” ujar Slamet. (Adv/Adm1)

Tinggalkan Balasan