17/12/2025

Bencana di Sumatera, Kemenhut Janji akan Evaluasi Tata Kelola Hutan

0
Bencana di Sumatera, Kemenhut Janji akan Evaluasi Tata Kelola Hutan

Bencana di Sumatera, Kemenhut Janji akan Evaluasi Tata Kelola Hutan

Loading

AspirasiNews.id, Sebanga- Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni mengatakan. Bahwa sudah menyampaikan kepada jajaran pimpinan di Kementerian Kehutanan (Kemenhut), menjadikan bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera, momentum untuk mengevaluasi. Juga instropeksi, terhadap pengelolaan hutan, dan lingkungan hidup.

“Semua mata melihat, semua telinga mendengar, semua kita merasakan apa yang terjadi di daerah tiga provinsi itu. Satu sisi, kami mengatakan duka yang mendalam, tapi ini juga momentum yang baik, untuk kita. Yakni melakukan evaluasi kebijakan, karena arah pendulumnya kalau ekonomi dan ekologi, tampaknya pendulumnya terlalu ke ekonomi. Jadi ini harus ditarik ketengah lagi” ujar Menhut Raja Antoni di Sebanga, pada Sabtu (29/11/2025).

Bankaltimtara HUT ke-60
Bankaltimtara HUT ke-60

Menhut juga sampaikan, duka cita yang mendalam. Atas kejadian banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Langkat, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, dan Kabupaten Tapanuli Selatan.

“Pertama, atas nama Kementerian Kehutanan. Aaya mengucapkan bela sungkawa, duka mendalam. Terhadap bencana yang dihadapi oleh saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat” terang Antoni.

Serahkan SK Hutan Adat

Menhut Raja Juli Antoni, menegaskan. Kedatangan pihaknya ke Riau, adalah bagian dari usaha untuk menyelesaiakan persoalan itu. salah satunya melalui penyerahan SK Hutan Adat. sehingga masyarakat adat, yang selama ini paling mampu menjaga hutan. memiliki kepastian hukum, untuk mengelola hutan adat mereka.

“Dalam sejarah kita, kita melihat masyarakat adat ini, adalah yang paling mampu menjaga hutan. saya kemarin memberikan legalisasi, supaya masyarakat adat di Jake, bisa memilik kepastian hukum. Yakni untuk mengelola 405 hektar hutan adat mereka” urai Antoni.

Antoni juga mengatakan, dalam kunjungannya ke Tesso Nilo dan PLG Sebanga. Terdapat fakta sejarah, yang tidak boleh dipungkiri. Yakni terjadi deforestasi secara ilegal, dan dijadikan momentum untuk memperbaiki.

Bencana di Sumatera, Kemenhut Janji akan Evaluasi Tata Kelola Hutan. Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni SK Hutan Adat di Sebanga, Provinsi Riau, Sabtu (29/11/2025). -Kemenhut-

“Fakta sejarah yang tidak boleh kita pungkiri, terjadi deforestasi disana secara ilegal. Menjadi kebun secara ilegal. Dan, lagi-lagi ini momentum kita untuk memperbaiki,” beber Antoni.

Antoni menambahkan, saat ini ada satgas PKH yang mulai masuk, dan menertibkan hutan. Sehingga dapat menjadikan momentum, untuk dimanfaatkan tidak dengan kekerasan. Di Taman Nasional Tesso Nilo, pertengahan Desember 394 KK sudah bersedia direlokasi, keluar dari taman nasional.

“Alhamdulillah di Tesso Nilo, pertengahan Desember 394 KK sudah bersedia untuk di relokasi keluar taman nasional. Jadi paling tidak sementara, kita akan punya 31 ribu hektar yang mulai bisa kita restorasi. Bisa kita pulihkan habitatnya,” ungkap ANtoni lagi.

Menhut Raja Juli Antoni, juga mengatakan. Dengan dukungan publik yang luar biasa, akan banyak hal yang bisa diselesaiakan. Termasuk evaluasi kejadian, yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh.

“Dengan dapat dukungan publik, saya kira banyak yang bisa kita selesaikan. Sekali lagi kedatangan saya di Riau dua hari ini, menjadi salah satu contoh. Apa yang sedang kita kerjakan, ditempat-tempat lain. Termasuk di Sumatera Barat kita evaluasi, di Sumatera Utara, Aceh dan lain sebagainya,” beber Antoni. (***

Sumber: Siaran Pers Kemenhut

Tinggalkan Balasan