DPRD Dorong FJKT Jadi Agenda Resmi Provinsi, Pemerintah Harus Hadir Dukung Budaya Lokal
DPRD Dorong FJKT Jadi Agenda Resmi Provinsi, Pemerintah Harus Hadir Dukung Budaya Lokal. Anggota Komisi-II DPRD Kalimantan Timur, Guntur
![]()

AspirasiNews.id, Samarinda- Seruan agar penguatan peran pemerintah, dalam pelestarian budaya lokal, kembali mengemuka. Kali ini dorongan itu datang dari Anggota Komisi-II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Guntur. Dia menyoroti, pentingnya dukungan kelembagaan. Terhadap pelaksanaan Festival Jembayan Kampung Tuha (FJKT), yang digelar rutin di Desa Jembayan, Kutai Kartanegara (Kukar).
Guntur menegaskan, festival yang telah berlangsung selama enam tahun berturut-turut itu, tak layak hanya bergantung pada inisiatif masyarakat. Dia mendesak, agar FJKT segera diakui sebagai agenda budaya resmi, tingkat provinsi.

“Kegiatan semacam ini, tak bisa selamanya hanya mengandalkan inisiatif warga. Pemerintah harus hadir. Jika memang ada keseriusan, mengembangkan pariwisata berbasis tradisi lokal, FJKT layak dijadikan contoh nyata. Yakni bagaimana sebuah kegiatan, tumbuh dari masyarakat,” jelas Guntur, pada Jumat (29/8/2025).
Guntur menilai, keberadaan FJKT bukan sekadar hiburan rakyat. Melainkan sarat nilai sejarah, spiritual, dan sosial, yang menjadi identitas budaya masyarakat Jembayan. Sehingga keberagaman dan keunikan ini, perlu di lestarikan serta diangkat. Agar keberadaanya, semakin menjadi daya tarik wisatawan.
“Festival ini bukan sekadar hiburan rakyat. Di dalamnya terkandung nilai sejarah, tradisi ziarah leluhur, serta semangat gotong-royong masyarakat Jembayan, yang masih terpelihara. Ini bagian dari identitas budaya, yang patut dijaga. Tentunya juga harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah,” tegas Guntur, Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kukar itu.
Guntur memberikan pandangannya, bahwa FJKT juga menjadi sarana edukasi kultural, yang relevan bagi generasi muda. Prosesi ziarah makam leluhur, yang menjadi bagian dari peringatan hari jadi desa, disebut Guntur sebagai ruang refleksi. Atas warisan nilai yang perlu terus ditanamkan pada penerus daerah.
“Kita butuh lebih banyak ruang seperti ini. Tempat di mana, anak-anak muda bisa mengenali asal-usulnya. Juga memahami nilai yang diwariskan leluhurnya. Ini bukan sekadar acara budaya, tapi investasi sosial yang jauh lebih berharga,” beber Guntur.
Guntur juga menggaris bawahi, peran FJKT dalam membangkitkan semangat gotong-royong. Karena dinilainya, saat ini semangat kebersamaan itu yang mulai memudar, di tengah masyarakat modern.
“Gotong royong merupakan jiwa masyarakat desa. FJKT bisa menjadi momentum, agar menumbuhkan kembali nilai tersebut. Namun, tanpa dukungan kebijakan, dan perhatian serius dari pemerintah. Semangat ini akan sulit bertahan,” ungkap Guntur, Politisi dari PDI-Perjuangan itu.
Dibeberkan Guntur, untuk tahun ini, FJKT kembali diramaikan. Dengan berbagai kegiatan, mulai dari upacara adat, pertunjukan seni, kegiatan sosial, hingga napak tilas sejarah desa. Dia menilai rangkaian acara tersebut, merupakan cara masyarakat menegaskan jati diri, dan budaya mereka.
Pihaknya punya harapan besar. Agar pemerintah provinsi (Pemprov) Kaltim, tidak lagi memandang FJKT sebagai perhelatan lokal biasa. Namun, sebagai bagian dari keberagaman budaya, dan keanekaragaman hayati di Benua Etam.
“Kalau serius, ingin mengembangkan pariwisata yang berakar kuat, mulailah dari budaya lokal. Festival seperti ini punya potensi besar, menjadi ikon budaya Kalimantan Timur. Asal dikelola dengan sungguh-sungguh,” pesan Guntur, Wakil Ketua Fraksi PDI-P DPRD Kaltim ini. (Adv/DPRD Kaltim)
