28/05/2024

Pemkab Kutim Genjot Progres Pengerjaan Sistem Drainase di Sangatta

0
Pembangunan drainase di Sangatta terus dikebut Pemkab

Proyek pembangunan sistem drainase di Sangatta terus dikebut Pemkab untuk tagggulangi banjir. Diantaranya Jalan Dayung, Kecamatan Sangatta Utara. Tampak Bupati Ardiansyah meninjau dan berkoordinasi dengan kontraktor. (Fuji)

AspirasiNews.id, Sangatta- Pembangunan sistem drainase perkotaan memang menjadi salah satu fokus pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim). Khusus di Kecamatan Sangatta Utara sebagai wilayah ibu kota kabupaten. Ada tiga proyek drainase yang dikerjakan dengan pola multi years contract (MYC) atau pembiayaan tahun jamak.

BANK KALTIM KPR

Dari pantauan media ini, Rabu (13/3/2024) kemarin proyek ini terus mengalami progres positif sesuai rencana. Setelah sistem drainase di Jalan APT Pranoto yang tersambung hingga Jalan Walter Mongonsidi senilai Rp 25 miliar berjalan sesuai target. Ternyata progres pengerjaan sistem Pembangunan drainase lainnya di Jalan Dayung juga nampak menggembirakan. Sistem yang mengalirkan air terkoneksi ke Jalan Sidodadi hingga Ilham Maulana senilai Rp 40 miliar ini terlihat hampir selesai. Hanya saja masih belum difungsikan maksimal. Karena masih menunggu pengerjaan di bagian lainnya.

Namun oleh kontraktor sudah dibangun titian beton yang mengubungkan bibir jalan dengan rumah warga. Agar aktivitas masyarakat yang kebanyakan pedagang tidak mengalami kendala.

Beberapa alat berat seperti excavator juga masih nampak difungsikan. Untuk mengeruk tanah di bagian pengerjaan dranase baru. Memang sedikit terjadi penyempitan ruas jalan. Namun tidak sampai membuat macet arus lalu lintas.

Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman dalam beberapa kesempatan menegaskan. Bahwa pembenahan Kecamatan Sangatta Utara sebagai bagian dari ibu kota Kabupaten Kutim selain Sangatta Selatan terus dilakukan. Salah satunya sistem drainase untuk mengalirkan kelebihan air perkotaan ke badan air terdekat secepatnya agar tidak terjadi banjir. Mengendalikan erosi tanah, kerusakan jalan dan bangunan yang ada.

“Sehingga pengelolaan drainase perkotaan menjadi lebih baik. Terutama dalam meningkatkan upaya pemerintah dalam mencegah banjir,” ujar Ardiansyah.

Karena semua pembangunan sistem drainase tersebut membutuhkan waktu dan juga sedikit mengganggu aktivitas masyaraka. Bupati atas nama Pemkab Kutim meminta maaf dengan situasi dimaksud. Namun Ardiansyah yakin, saat seluruh proyek pembangunan peningkatan sistem drainase tersebut rampung, maka masyarakat akan menikmati manfaat positifnya. Pembangunan drainase memberikan dampak positif terhadap pemukiman sekitar, meningkatkan aksesibilitas, mengurangi risiko banjir.

“Memberikan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi penduduk setempat,” jelas Bupati.

Sekadar diketahui, pembangunan drainase tidak hanya meningkatkan infrastruktur perkotaan, tetapi juga memberikan peluang baru untuk sektor usaha terkait. Seperti jasa pemeliharaan drainase, industri konstruksi, dan sektor properti. Selain itu, pembangunan drainase diidentifikasi sebagai investasi jangka panjang yang dapat meningkatkan nilai properti di sekitarnya. (Adv/Adm1)

Tinggalkan Balasan