28/02/2024

Samsun Ingin Pejabat Kaltim Harus Sadar Hukum dan Hindari Korupsi

0
Muhammad Samsun

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun

DPRD KALTIM

AspirasiNews.id, Samarinda- Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Paser yang menjerat sejumlah pejabat banyak menuai sorotan. Kali ini datang dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Muhammad Samsun. Dikatakannya OTT tersebut harus menjadi pelajaran bagi pejabat lainnya untuk sadar hukum. Harus lebih berhati-hati mengelola anggaran.

BANKALTIM EMAS

Ditegaskan Samsun, pejabat pemerintahan harus berkomitmen untuk tidak melakukan tindakan yang melawan hukum. Terutama dilaang korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Dirinya juga mengingatkan, pemerintah sudah memiliki sistem dan mekanisme yang bertujuan mencegah praktik KKN itu.

“Semua pranata dan perangkatnya, sistemnya, sudah ada. Semua pihak tinggal mengikuti sistem yang sudah ada. Tujuannya, tidak terjadi pelanggaran-pelanggaran terhadap hukum, termasuk korupsi,” tegas Samsun baru-baru ini.

Legislator dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menyayangkan. Karena kasus OTT di Kabupaten Paser itu bukan yang pertama terjadi di Kalimantan Timur. Sebelumnya pada 2022, KPK juga menangkap Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas’ud. Terkait dugaan suap proyek infrastruktur di kabupaten tersebut.

Samsun mengkritik keras bagi para pejabat yang terlibat korupsi. Seharusnya memahami aturan main penggunaan anggaran. Terlebih dampak hukum yang diterima jika melakukan penyelewengan. Dinilainya, korupsi merupakan tindakan yang merugikan masyarakat dan menghambat pembangunan daerah.

“Padahal, kalau kita lihat, Kalimantan Timur itu kaya. Potensi sumber daya alamnya (SDA) cukup besar. Harusnya bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Bukan malah untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” beber Samsun.

Diuraikan Samsun, DPRD Kaltim akan selalu mendukung penuh upaya KPK dalam memberantas korupsi. Serta mengimbau kepada masyarakat untuk ikut mengawasi. Terlebih bisa melaporkan jika ada indikasi korupsi di lingkungan mereka.

“Mari kita bersama-sama menjaga Kalimantan Timur agar bersih dari korupsi,” ajak Samsun. (Adv/Adm1)

Tinggalkan Balasan