29/05/2024

Komisi IV Berharap Pemprov Maksimalkan Pengembangan Sekolah Inklusi di Kaltim, Pemerataan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

0
Puji Setyowati

Wakil Ketua Komisi IV, Puji Setyowati.

DPRD KALTIM

AspirasiNews.id, Samarinda- Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Puji Setyowati dorong Pemprov lakukan pengembangan sekolah inklusi di Benua Etam. Bertjuan untuk mewujudkan pemerataan pendidikan yang lebih baik di Benua Etam ini. Khususnya bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).

BANK KALTIM KPR

Diketahui, sekolah inklusi sendiri merupakan sekolah yang menerima dan memberi pelayanan pendidikan spesial. Terkhusus terhadap ABK. Seperti autis, cacat fisik, tuli dan lainnya. Yang mana proses kegiatan belajar mengajarnya, sama dengan anak-anak normal lainnya.

“Kami sebagai wakil rakyat tentu akan melakukan pengawasan. Dan, akan terus mendukung pengembangan sekolah inklusi di Kaltim,” jelas Puji baru-baru ini.

Menurut Puji, sekolah inklusi di Kaltim harus diperkuat. Terutama dari bidang sarana dan prasarana, maupun penyediaan kelengkapan yang diperlukan anak-anak istimewa tersebut.

Politisi Partai Demokrat ini juga menekankan, bahwa sekolah inklusi yang sudah ada seharusnya bisa lebih dimaksimalkan. Daripada pemerintah harus menambah sekolah inklusi baru.

“Lebih baik dimaksimalkan yang sudah ada. Sehingga kami berencana akan menyambangi berbagai sekolah inklusi. Kemudian berkoordinasi ke pihak sekolah untuk serap aspirasi. Apa saja yang memang masih dibutuhkan,” kata Puji.

Diuraikan Puji, pasca melihat langsung ke lapangan seperti apa kondisi sekolah-sekolah tersebut. Maka akan ada tindak lanjut berbagai aksi yang dilakukan.

“Kami akan melaksanakan rapat dengan pendapat (RDP), bersama Disdikbud Kaltim. Tujuannya, membahas pengembangan sekolah inklusi,” Puji menrrangkan.

“Jadi, jangan sampai sekolahnya inklusi, tetapi penerapannya pembelajarannya masih reguler,” ujar Puji lagi.

Puji menjelaskan lagi, ada beberapa hal yang perlu dipenuhi untuk sekolah inklusi ini. Pertama adalah guru pendamping yang berpengalaman. Kedua peralatan bantu dan aksesibilitas di sekolah untuk memudahkan anak-anak tersebut belajar.

“Jadi semua harus terpenuhi. Agar mereka bisa nyaman dan termotivasi untuk belajar,” pungkas wanita berkerudung ini. (Adv/Adm1)

Tinggalkan Balasan