29/05/2024

DPRD Kaltim Soroti Layanan Pengelolaan RSUD AWS dan PAD sebagai Aset Pemerintah

0
Nidya Listiyono

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kaltim, Nidya Listiyono

DPRD KALTIM

AspirasiNews.id, Samarinda- Komisi II DPRD Kaltim mengundang jajaran direksi dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) baru-baru ini. Membahas transparansi pengelolaan dana. Bertujuan dalam upayanya mengawasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan aset daerah.

BANKALTIM CMS

Nidya Listiyono, Ketua Komisi II DPRD Kaltim mengatakan, selain menyoroti transparansi pengelolaan dana. Juga membahas beberapa permasalahan di RSUD AWS tersebut. Seperti penggelapan dana TPP di rumah sakit plat merah ini juga menjadi hal yang perlu diantisipasi bersama-sama.

“Sebenarnya dalam rencana pembahasan kali ini, kami niatnya turut mengundang Komisi IV yang berfokus pada pelayanan masyarakat. Namun pertemuan itu harus tertunda karena jadwal yang padat,” kata Nidya Listiyono.

Tiyo, sapaan akrab Legislator ini menyampaikan, dalam pertemuan itu rencananya Komisi II DPRD Kaltim akan meminta rincian pendapatan. Yang dihasilkan oleh rumah sakit dan laboratorium yang ada di Benua Etam. Di sisi lain, ia juga ingin menekankan pentingnya dukungan terhadap rumah sakit sebagai pusat layanan kesehatan masyarakat.

Politisi Golkar ini juga menyoroti sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dalam pengelolaan rumah sakit. Dirinya menekankan, meskipun saat ini peralatan medis canggih, SDM yang berkualitas juga diperlukan. Bertujuan ntuk mendorong peningkatan kualifikasi tenaga medis dan pelayanan yang baik pada masyarakat.

“Rumah Sakit AWS di Kaltim ini merupakan salah satu rumah sakit terlengkap di Indonesia. Makanya kami berharap agar masyarakat Kaltim dapat mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik di sana. Jadi mereka tanpa perlu lagi pergi ke daerah lain untuk mendapatkan layanan kesehatan,” tegas Tiyo.

Tiyo juga turut memberikan catatan kepada sistem manajemen yang baik dalam rumah sakit. Termasuk sistem manajemen informasi, layanan medis dan keuangan. Dia juga menekankan perlunya mencegah potensi penyalahgunaan dana dengan menggunakan teknologi seperti sistem cashless.

“Kami berkomitmen untuk terus memantau dan meningkatkan pengelolaan rumah sakit dan pendapatan daerah. Demi kesejahteraan masyarakat Kaltim,” pungkas Nidya Listiyono. Adv/Adm1)

Tinggalkan Balasan