29/05/2024

Anggota Dewan Soroti Antrean Panjang BBM di Kaltim

0
Mimi Meriami BR Pane

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Mimi Meriami BR Pane

DPRD KALTIM

AspirasiNews.id, Samarinda- Akhir-akhir ini mengularnya kendaraan di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kaltim sering di jumpai. Lantaran mereka sedang antrean untuk membeli bahan bakar minyak (BBM). Terlebih jalur BBM subsisidi Pertalite dan bahkan sering kehabisan stok.

BANKALTIM EMAS

Dampaknya masyarakat dibuat pusing dengan antean itu. Karena mereka harus mengantre dengan waktu yang tidak sebentar hanya untuk mendapatkan bahan bakar kendaraannya. Permasalahan ini pun mendapat sorotan tajam dari Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Mimi Meriami BR Pane.

“Antrean BBM ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah agar bisa diselesaikan. Karena SPBU di berbagai daerah di Kaltim banyak ditemukan antrean kendaraan di panjang untuk mendapatkan BBM,” kata Mimi Meriami.

Tambah Politisi PPP ini bahwa antean BBM ini banyak di dominasi jalur subsisdi. Yakni pertalite. Kemudian berimbas pada masyarakat kecil. Seperti usaha warung klontong maupun yang ke pasar tradisional. Karena antrean panjang itu banyak membuat waktu masyarakat tersita. Kemudian efek domino negatifnya membuat bahan-bahan pokok di pasaran juga ikut naik. Karena alasan biaya transportasi naik disebabkan sulitnya mendapatkan BBM pertalite.

”Jika ini dibiarkan berlarut maka tidak mungkin akan menjadi permasalahan besar. Sebab bagi warga dengan kelangkaan atau naiknya harga BBM subsidi akan berpengaruh langsung pada aktivitas keseharian mereka,” ujar Mini.

Legialator daerah pemilihan (Dapil) Balikpapan yang terkenal dengan sebutan Kota Minyak juga sering terlihat antrean panjang BBM di berbagai SPBU. Antrean BBM di SPBU ini terjadi rata-rata pada bahan bakar bersubsidi seperti Pertalite.

“Jangankan di darrah lain, diBalikpapan sendiri yang terkenal sebagai kota minyak, masih kerap terjadi antrean (BBM). Bahkan tidak jarang antrean kendaraan di SPBU itumenimbulkan kemacetan di sekitar SPBU,” bener Mimi

Dari fenomena tersebut, Mimi mendorong pemerintah menyelesaikan permasalahan klasik tersebut. Yakni sulitnya masyarakat untuk mendapatkan BBM yang bersubsidi. Sehingga menyebabkan warga harus antre dengan waktu yang tidak sebentar. (Adv/Adm1)

Tinggalkan Balasan