28/05/2024

Samsun Minta 23 OPD Kaltim Perbaiki Kinerja, Imbas Serapan Anggaran Rendah

0
Muhammad Samsun

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun

DPRD KALTIM

AspirasiNews.id, Samarinda-Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun memberikan atensi pada 23 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kaltim. Hal ini imbas dari dapatnya rapor merah bagi 23 OPD tersebut. Lantaran daya penyerapan anggarannya di lingkup pemprov tersebut masih rendah.

BANKALTIM CMS

Menurut Samsun anggaran yang tidak terserap maksimal membuktikan bahwa belanja daerah tidak beredar optimal di masyarakat. Sehingga 23 OPD ini mendapat rapot merah. Hal ini tentunya perlu dilakukan evaluasi dan monitoring pada OPD yang kurang maksimal daya serap anggaran.

“Kalau daya serapnya rendah, Ini akan berdampak pada penundaan hak warga. Kita sudah menyepakati pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan. Seperti proyek maupun kegiatan lain. Ini yang dimaksud peredaran manfaatnya di masyarakat tidak optimal,” tegas Samsun.

Urai Samsun dari 23 OPD yang memiliki serapan anggaran rendah ada dua yang paling terlihat. Yakni Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kesehatan (Diskes). Menelisik lebih jauh, karena kedua OPD dinas itu memiliki hubungan langsung dengan kepentingan masyarakat. karena berbagai bidang yang ditangani dua OPD tersebut keperuntukannya untuk warga.

Samsun melihat fenomena itu tentunya ingin membedah lebih dalam. Yakni akan melihat lebih jelas kendala yang dialami OPD dalam menyerap anggaran yang tersedia. Apakah memang dari internal atau faktor luar.

“Kami tentunya akan melakukan evaluasi terlebih dulu apa sebabnya. Kemungkinan ada berbagai hal lain dan atau karena suatu alasan. Bisa jadi karena regulasi,” beber Samsun.

Ujar Samsun, jika memang regulasi yang tidak memungkinkan, harus segera dicarikan solusi. Agar tdak menghambat pelayanan terhadap masyarakat. Karena program pendidikan dan kesehatan merupakan prioritas utama dalam kemajuan suatu daerah.

Politisi PDIP ini menyebut, faktor lain penyebab penyerapan anggaran yang rendah. Yakni perencanaan kegiatan yang belum matang. Sehingga pelaksanaanya tidak bisa direalisasikan.

“Bagi perangkat-perangkat daerah juga harus memperhatikan aspek teknis dalam pelaksanaan pekerjaanya. Misalkan, pengadaan barang atau jasa harus sesuai spesifikasi yang ditetapkan,” jelas Samsun.

Lanjut Samsun, bagi sejumlah OPD diminta yang memiliki serapan anggaran rendah untuk segera memperbaiki kinerja. Ini semua demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat Kaltim.(Adv/Adm1)

Tinggalkan Balasan