29/05/2024

Sutomo Jabir Temukan Beberapa Desa Di Kutim Tanpa Listik, Terkendala Izin Wilayah Perusahaan

0
Sutomo Jabir

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sutomo Jabir

DPRD KALTIM

AspirasiNews.id, Samarinda-Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sutomo Jabir merasa miris melihat kondisi desa pinggiran Kaltim. Karena dirinya menemukan adanya beberapa desa di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tanpa listrik. Sehingga saat malam terlihat gelap gulita. Dikatakanya padahal saat ini listrik sudah menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat.

BANKALTIM EMAS

Ujar legislator PKB itu, berdasarkan data yang ia peroleh dari PT PLN sekurangnya sudah ada 839 dari 1.038 desa di Kaltim yang telah menerima aliran listrik. Kemudian ada beberapa desa yang bakal teraliri listrik pada 2024 mendatang. Akan tetapi ada 10 desa yang berada di Kecamatan Sangkulirang dan Kecamatan Sandaran di Kutim yang belum tersentuh listrik PLN.

“PLN sudah mengabarkan akan memasang listrik di beberapa desa ini. Namun setelah penelitian lebih lanjut. Ternyata lokasi itu tidak dapat dialiri listrik. Karena terkendala izin wilayah salah satu perusahaan. Jadi PLN tidak dapat menjangkaunya,” kata Sutomo Jabir.

Sutomo Jabir melihat persoalan ini tidak tinggal diam. Dirinya sebagai wakil rakyat menyarankan kepada Pemprov Kaltim untuk menuntaskan persoalan tersebut. Satu diantaranya dengan mengundang beberapa pihak terkait untuk audiensi.

“Kendala semacam ini perlu ditengahi oleh DPRD. Antara perusahaan dan PLN. Karena PLN telah menyanggupi untuk bisa mengakomodir kebutuhan listrik di daerah desa. Tetapi PLN tidak melakukan sambungan, dikarenakan jalurnya masuk dalam wilayah izin perushaan,” ujar Sutomo.

Tampak Jabir begitu getol menyuarakan aspirasi warga di darrah utara Kaltim. Terutama masalah listrik untuk kebutuhan dasar masyarakat. Karena dia sebagai perwakilan rakyat dari Dapil Bontang, Kutim dan Berau.

Kata Jabir, berbagai daerah desa yang belum tersentuh listrik PLN ini penduduknya mencapai ratusan kepala keluarga (KK). Tentunya kebutuhan listrik untuk ratusan keluarga ini kebermanfaatnya sangat dirindukan. Terlebih bagi warga yang aktivitas mata pencahariannya memakai peralatan listrik. Seperti pembuat es batu untuk nelayan.

“Kami dari dewan telah menyerap aspirasi dan akan mendorong kendala ini untuk segera dituntaskan. Apalagi banyak nelayan, mereka juga pasti membutuhkn es batu,”

diketahui pembuatan menggunakan frezer. Sudah pasti memerlukan aliran listrik. Jadi listrik ini sebagai kebutuhan dasar masyarakat yang perlu diperjuangkan. (Adv/Adm1)

Tinggalkan Balasan