22/05/2026

Ratusan Warga Korban Konflik Lahan di Kaltim, Gelar Aksi Ketuk Pintu Gubernur

0
Ratusan Warga Korban Konflik Lahan di Kaltim, Gelar Aksi Ketuk Pintu Gubernur

Ratusan Warga Korban Konflik Lahan di Kaltim, Gelar Aksi Ketuk Pintu Gubernur

Loading

AspirasiNews.id, Samarinda- Gelombang keresahan soal konflik lahan dan sengketa agraria di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mencuat. Sejumlah warga dari berbagai daerah di Bumi Etam, dikabarkan akan menggelar aksi bertajuk “Ketuk Pintu Gubernur” di halaman Kantor Gubernur Kaltim, pada Senin (18/5/2026) mendatang.

Bankkaltimtara kelola keuangan DG 2024
Bankkaltimtara kelola keuangan DG

Aksi tersebut disebut akan melibatkan masyarakat yang mengaku terdampak konflik tanah. Utamanya dengan perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU). Massa aksi membawa tuntutan terkait persoalan sengketa lahan, yang selama ini dinilai belum mendapatkan kepastian hukum. Bahkan mengenai penyelesaian yang jelas.

Koordinator aksi, Nina Iskandar, mengatakan. Gerakan tersebut lahir dari banyaknya keluhan masyarakat. Khususnya yang merasa kesulitan mendapatkan perlindungan atas hak tanah mereka. Yakni ketika berhadapan dengan perusahaan besar.

“Kami hanya ingin suara masyarakat didengar. Banyak warga merasa hak mereka tidak mendapat perhatian yang adil. Utamanya ketika berhadapan dengan perusahaan besar,” ujar Nina dalam siaran pers yang diterima media.

Menurutnya, konflik agraria di sejumlah wilayah Kaltim tidak hanya memicu sengketa administrasi saja. Tetapi juga berdampak pada tekanan sosial, dan ketidakpastian hidup masyarakat. Terutama yang mengaku lahannya masuk dalam wilayah konsesi perusahaan.

Dalam aksi nanti, massa disebut akan membawa berbagai dokumen pendukung, spanduk tuntutan. Hingga menyampaikan aspirasi secara terbuka, kepada Pemerintah Provinsi Kaltim. Mereka berharap pemerintah daerah tidak hanya menjadi penonton di tengah konflik berkepanjangan, antara warga dan pemegang HGU.

“Melalui aksi ini kami ingin mengetuk pintu pemerintah. Agar hadir di tengah rakyat,” tegas Nina.

Aksi “Ketuk Pintu Gubernur” juga disebut sebagai ajakan solidaritas terbuka bagi masyarakat lain yang mengalami persoalan serupa di berbagai daerah di Kaltim. Panitia mengklaim masih membuka komunikasi dengan warga yang ingin bergabung menyuarakan persoalan agraria secara damai. (***/Adm1)

Tinggalkan Balasan