18/04/2026

Sabaruddin Panrecalle Dorong Penguatan Demokrasi Berbasis Nilai Budaya Bangsa

0
Sabaruddin Panrecalle Dorong Penguatan Demokrasi Berbasis Nilai Budaya Bangsa

Sabaruddin Panrecalle Dorong Penguatan Demokrasi Berbasis Nilai Budaya Bangsa. Ketua Komisi-II DPRD Provinsi Kalimantan Timur, H Sabaruddin Panrecalle, menegaskan pentingnya membangun sistem pemerintahan yang baik, dengan berakar pada nilai-nilai budaya bangsa.

Loading

Iklan Benner DPRD Kaltim 2025

AspirasiNews.id, Balikpapan- Anggota DPRD Kalimantan Timur, H Sabaruddin Panrecalle SS MAP, kembali menegaskan. Tentang pentingnya membangun sistem pemerintahan yang baik, dengan berakar pada nilai-nilai budaya bangsa. Informasi ini disampaikannya dalam kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-9.

Acara itu digelar, di Jalan Tiga RT-32, Kecamatan Balikpapan Utara, pada Senin (6/10/2025). Kali ini mengangkat tema “Kepemerintahan yang Baik Bersumber Nilai Budaya Bangsa”.

Bankkaltimtara BPD KUR 2024
Bankkaltimtara BPD KUR

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Sabaruddin ini menjelaskan. Bahwa demokrasi di Indonesia, tidak boleh hanya diukur dari aspek prosedural. Tetapi juga dari nilai-nilai luhur, yang hidup di tengah masyarakat.

“Demokrasi harus mencerminkan budaya kita sendiri. Nilai gotong-royong, musyawarah, dan rasa hormat antarwarga. Kondisi situasi ini, merupakan landasan utama, bagi kepemerintahan yang baik,” jelas Sabaruddin Panrecalle, Ketua Komisi-II DPRD Kaltim ini, di hadapan puluhan peserta PDD yang hadir.

Sabarudin, Legislator dari Partai Gerindra ini juga menambahkan. Bahwa penguatan demokrasi, berbasis budaya, menjadi penting. Agar kebijakan pemerintah selalu berpihak pada rakyat, dan tidak kehilangan jati diri bangsa.

Sosialisasi rutin anggota dewan ke-9 Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan ini, juga menghadirkan dua narasumber kompeten. Yaitu Muhammad Bayu Septian SH, dari Kesbangpol Balikpapan. Dia menyoroti, perlunya sinergi. Antara masyarakat dan pemerintah, dalam menjaga iklim demokrasi yang sehat.

“Kesadaran politik masyarakat, harus terus dibangun. Agar partisipasi publik tidak, hanya muncul saat Pemilu. Tetapi juga dalam pengawasan, dan evaluasi kebijakan,” beber Bayu.

Bayu juga menegaskan, bahwa partisipasi aktif warga, menjadi ciri khas pemerintahan yang transparan, dan akuntabel. Jadi warga di dorong, untuk lebih kritis dalam menyuarakan aspirasinya, secara beretika.

Selanjutnya pemateri kedua, dari unsur partai politik. Yakni Suriansyah, perwakilan dari Partai Gerindra, sebagai narasumber berikutnya. Dia menilai, bahwa nilai budaya bangsa harus menjadi kompas moral, dalam setiap proses politik.

“Kalau kita kehilangan nilai budaya, maka arah demokrasi bisa melenceng. Politikus, birokrat, maupun masyarakat, harus menempatkan etika dan budaya. Hal ini sebagai dasar, dalam setiap tindakan,” ungkap Suriansyah.

Suriansyah juga berharap, dengan kegiatan seperti ini, bisa memperkuat kesadaran politik masyarakat. Terutama untuk lebih bijak dan kritis, terhadap proses pemerintahan.

Agenda ini juga dipandu oleh Pujangga Assari, sebagai moderator. Dirinya menilai, bahwa kegiatan penguatan demokrasi daerah ini, menjadi wadah strategis. Yakni untuk mempertemukan berbagai perspektif dari legislatif, pemerintah, dan masyarakat.

“Diskusi seperti ini, membuka ruang refleksi bersama. Tentang bagaimana nilai budaya bangsa, dapat diintegrasikan dalam praktik demokrasi. Dan, pada proses pemerintahan sehari-hari,” beber Pujangga.

Momen sosialisasi yang berlangsung sejak siang itu, diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif. Terlihat para peserta, yang terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda, dan perangkat kelurahan, begitu antusias. Sehingga saat saat masuk sesi diskusi, begitu mendominasi. Terutama tentang cara memperkuat budaya gotong-royong dan musyawarah, dalam tata kelola pemerintahan lokal. (Adv/DPRD Kaltim)

Tinggalkan Balasan