01/05/2026

Karhutla di Kutim 2025 Terkendali-Satu Kasus di Bengalon 4 Hektar, BPBD Imbau Warga Waspada

0
Karhutla di Kutim 2025 Terkendali-Satu Kasus di Pengalor 4 Hektar, BPBD Imbau Warga Waspada

Karhutla di Kutim 2025 Terkendali-Satu Kasus di Pengalor 4 Hektar, BPBD Imbau Warga Waspada. Tampak Petugas BPPD Kutim sedang berupaya memadamkan Karhutla di wilayah Kutim belum lama ini.-BPBD Kutim-

Loading

Diskominfo Kutim

AspirasiNews.id, Kutim- Kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada tahun ini, terbilang cukup aman dan berada dalam pengawasan yang stabil. Informasi tersebut dikemukakan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, mewakili Kepala BPBD Kutim, Muhammad Idris Syam. Dirinya yang menyebut, bahwa hanya satu kejadian Karhutla berskala besar, tercatat sepanjang tahun 2025. Yakni peristiwa di kawasan Bengalon, Lahan Gambut, di Desa Sepaso Barat, Kecamatan Bengalon, yang sempat membakar lahan sekitar 3 hingga 4 hektare, pada awal Agustus lalu.

Menurut Naim, laporan yang diterima BPBD sepanjang tahun. Menunjukkan tren datanya mengalami penurunan yang cukup signifikan, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dia menyampaikan, bahwa mayoritas kecamatan di Kutim tidak melaporkan kejadian Karhutla besar.

Bankaltimtara Transaksi Dalam Genggaman
Bankaltimtara Transaksi Dalam Genggaman

Naim menambahkan, kalaupun ada insiden kebakaran kecil, biasanya dapat segera ditangani. Yakni oleh tim dari aparat kecamatan, relawan, atau masyarakat setempat. Sehingga api belum sempat menjalar lebih luas.

“Dari data kami, kejadian Karhutla besar terakhir ini, hanya terjadi di wilayah Bengalon. Sekitar tiga sampai empat hektare. Alhamdulillah, kecamatan lain tidak ada laporan besar. Jika pun muncul, titik api kecil, biasanya langsung dipadamkan, sebelum menjadi masalah serius,” jelas Muhamamd Naim, saat ditemui di ruang kerjanya, pada Rabu (26/11/2025).

Naim menjelaskan, bahwa salah satu penyebab kecilnya angka Karhutla tahun ini, adalah kondisi cuaca. Dalam beberapa bulan terakhir, wilayah Kutim mulai memasuki musim penghujan. Sehingga tingkat kerawanan kebakaran menurun.

Situasi ini sangat berbeda, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Terutama saat terjadi kemarau panjang. Sehingga yang menyebabkan banyak wilayah, mengalami peningkatan titik panas dan munculnya api.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim (kiri kacamata) saat mendampingi Kepala BPBD Kutim, Muhammad Idris Syam dalam suatu agenda pada bulan lalu

Meski begitu, ia tetap mengingatkan. Bahwa kondisi aman, tidak boleh membuat masyarakat mengabaikan potensi bahaya. Menurutnya, perubahan iklim yang tidak menentu, membuat kebakaran dapat terjadi kapan saja. Terutama di area dengan vegetasi kering, atau aktivitas warga yang melibatkan api terbuka.

“Kami mengimbau masyarakat, agar tetap berhati-hati. Walaupun sekarang sering turun hujan, cuaca bisa berubah sewaktu-waktu. Aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api, harus dikontrol dengan baik,” tegas Naim.

Pihaknya memastikan, bahwa BPBD Kutim, tetap menyiagakan personelnya. Terutama di setiap kecamatan, untuk melakukan pemantauan rutin. Pengawasan dilakukan, melalui laporan langsung dari perangkat kecamatan. Juga monitoring mandiri, oleh petugas lapangan, yang sudah ditugaskan secara khusus.

“Dengan kondisi Karhutla yang relatif terkendali, seperti sekarang. Kami berharap, masyarakat turut menjaga lingkungan. Juga menghindari hal-hal yang bisa memicu kebakaran lahan,” pesan Muhammad Naim. (Adv/Diskominfo Kutim)

Tinggalkan Balasan