17/12/2025

Pemkab-DPRD Kutim Bahas RAPBD 2026 Sebesar Rp5,736 Triliun, Fokus Peningkatan SDM

0
Pemkab-DPRD Kutim Bahas RAPBD 2026 Sebesar Rp5,736 Triliun, Fokus Peningkatan SDM

Pemkab-DPRD Kutim Bahas RAPBD 2026 Sebesar Rp5,736 Triliun, Fokus Peningkatan SDM

Loading

Diskominfo Kutim

AspirasiNews.id, Sangatta- Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan Nota Penjelasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim. Terhadap Rancangan Peraturan Daerah Tentang APBD TA 2026, dalam Sidang Paripurna ke-XII di Gedung Utama DPRD Kutim, Senin (24/11/2025) malam. Penyampaian ini, merupakan rangkaian dari proses pembahasan, untuk melancarkan amanah pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pidatonya, Bupati Ardiansyah mengapresiasi saran, kritik, dan masukan konstruktif dari Anggota Dewan. Menekankan, bahwa seluruh proses ini adalah bentuk pelaksanaan amanah rakyat.

Bankkaltimtara CMS 2024
Bankkaltimtara CMS

“Hal ini harus dilakukan, dalam rangka meluncurkan amanah terakhir, melalui eksekutif dan legislatif. Untuk memberikan pelayanan secara umum, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, demi tercapainya tujuan penegaraan dalam batas otonomi daerah,” jelas Bupati Ardiansyah, disaksikan Ketua DPRD Kutim Jimmi, Wakil Ketua Sayid Anjas, Wakil Ketua-II Prayutami, Anggota DPRD lainnya dan jajaran perwakilan Kepala Perangkat Daerah (PD) yang hadir.

Selanjutnya, RAPBD (Rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah) 2026 ini, berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029, dan Rencana Kerja Pemerintahan Daerah (RKPD) 2026. Juga mengacu pada Kuasa Umum Anggaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2026, yang telah disepakati sebelumnya.

Untuk Proyeksi Keuangan Daerah 2026, secara garis besar. Nota Keuangan RAPBD Tahun Anggaran 2026 memuat rincian sebagai berikut, yakni Pendapatan Daerah.

“Dengan optimisme yang tinggi, total Pendapatan Daerah tahun 2026 diproyeksikan sebesar Rp5.736.200.000.000 (Rp 5,736 Triliun). Jumlah ini bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp431.817.834.098, Pendapatan Transfer Rp5.212.367.165.902 dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Rp91.985.000.000,” terang Bupati.

Selanjutnya, Belanja Daerah. Berdasarkan kebutuhan, total Anggaran Belanja Daerah tahun 2026 diproyeksikan sebesar Rp5.711.200.000.000 (Rp5,711 Triliun). Belanja ini terdiri dari Belanja Operasi Rp3.376.086.488.711,66, Belanja Modal Rp1.381.014.418.231,34, Belanja Tidak Terduga Rp20.000.000.000 dan Belanja Transfer (Bantuan Keuangan-Benkeu) Rp934.099.093.049.

Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan Nota Penjelasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim. Terhadap Rancangan Peraturan Daerah Tentang APBD TA 2026, dalam Sidang Paripurna ke-XII di Gedung Utama DPRD Kutim, Senin (24/11/2025)

Kemudian untuk Pembiayaan Daerah. Penerimaan pembiayaan tahun 2026 diproyeksikan sebesar Rp 0, sementara Pengeluaran Pembiayaan diproyeksikan sebesar Rp25.000.000.000 yang dialokasikan untuk penyertaan modal daerah pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Seluruh komponen dalam RAPBD ini, ditujukan untuk mencapai prioritas pembangunan yang tertuang dalam RKPD Kutai Timur tahun 2026. Dengan mengangkat tema ‘Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia sebagai Penggerak Transformasi Ekonomi, yang Didukung dengan Kemantapan Infrastruktur yang Menghubungkan Investasi,” tegas Bupati Ardiansyah.

Kemudian, Bupati Ardiansyah merinci. Ada enam prioritas pembangunan daerah, untuk tahun 2026. Yaitu peningkatan infrastruktur dan konektivitas meliputi infrastruktur dasar, transportasi, logistik, dan digital. Transformasi ekonomi berkelanjutan, fokus pada diversifikasi ekonomi, UMKM, dan pariwisata. Peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan berkualitas, kesehatan masyarakat, dan kapasitas kepemudaan.

Kemudian Peningkatan tata kelola dan kapasitas pemerintah daerah, dengan mendorong transparansi, akuntabilitas, pelayanan publik, dan penegakan hukum. Peningkatan kualitas lingkungan hidup mencakup restorasi lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, dan mitigasi perubahan iklim dan penguatan ketahanan pangan melalui pertanian berkelanjutan, diversifikasi pangan, serta pasar dan distribusi pangan.

Bupati berharap, niat baik ini dapat diterima masyarakat. Dan, seluruh usaha pembangunan yang ditetapkan, dapat berjalan dengan baik serta membawa kebermanfaatan bagi seluruh masyarakat Kutim. (Adv/Diskominfo Kutim)

Tinggalkan Balasan