18/04/2026

PUPR Kutim Luncurkan MTU, Jemput Bola Tenaga Konstruksi Bersertifikat Naik 50%

0
PUPR Kutim Luncurkan MTU, Jemput Bola Tenaga Konstruksi Bersertifikat Naik 50%

PUPR Kutim Luncurkan MTU, Jemput Bola Tenaga Konstruksi Bersertifikat Naik 50%

Loading

Diskominfo Kutim

AspirasiNews.id, Sanggata- Kabupaten Kutai Timur (Kutim) membutuhan infrastruktur yang masif, dan tuntutan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang profesional. Merespons kondisi ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kutim langsung mengambil langkah cepat. Yakni dengan meluncurkan strategi terobosan, untuk meningkatkan kompetensi tenaga konstruksi lokal. Yaki melalui pendekatan jemput bola. PUPR Kutim menargetkan peningkatan jumlah tenaga konstruksi tersertifikasi, hingga 50 persen, pada tahun 2029 mendatang.

Inisiatif ambisius ini, diharapkan. Mampu memompa daya saing tenaga kerja daerah, seiring dengan pesatnya pembangunan di wilayah tersebut. Untuk merealisasikan target signifikan tersebut, PUPR Kutim memperkenalkan sebuah inovasi baru. Yakni berupa Mobile Training Unit (MTU).

Bankaltimtara HUT ke-60
Bankaltimtara HUT ke-60

Yaitu unit pelatihan bergerak, yang dirancang khusus. Untuk menjangkau secara langsung para pekerja konstruksi, dan pelaku usaha di seluruh pelosok daerah. Dengan MTU, hambatan geografis dan akses pelatihan yang selama ini menjadi kendala. Terutama di 18 kecamatan, dapat teratasi secara efektif.

“Kegiatan pembinaan jasa konstruksi yang kami lakukan ini, memiliki esensi pendampingan, bukan audit. Jadi tujuan utama dari program ini adalah, untuk membantu pelaku usaha konstruksi. Agar taat pada regulasi yang berlaku, dan menjadi lebih profesional dalam menjalankan pekerjaannya,” jelas Plt Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, pada awak media di Gedung Serba Guna (GSG) Sangatta Utara, Rabu (12/11/2025).

Menurut pria yang akrab disapa Joni ini. Bahwa pendampingan itu menjadi kunci, untuk memastikan standar kualitas proyek di wilayah Benua Etam seusia regulasi. Kemudian juga, sebagai fondasi utama. Terutama dalam membangun infrastruktur yang aman, kokoh, dan berkelanjutan. Hal itu dinilainya, sebagai penguatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah.

“Fokus kami saat ini, adalah. Penguatan kompetensi pelaku usaha, dan SDM konstruksi di Kutai Timur,” ungkap Joni.

Joni menambahkan, bahwa data pencapaian sertifikasi, yang telah diraih hingga tahun 2025. Datanya menunjukkan progres yang menggembirakan. Di mana, sudah tercatat 1.116 tenaga konstruksi, dan 118 tenaga ahli telah berhasil mengantongi sertifikat kompetensi. Capaian ini menjadi modal awal yang kuat, untuk mencapai target 50 persen di tahun 2029.

PUPR Kutim Luncurkan MTU, Jemput Bola Tenaga Konstruksi Bersertifikat Naik 50%
PUPR Kutim Luncurkan MTU, Jemput Bola Tenaga Konstruksi Bersertifikat Naik 50%

Joni juga mnegungkapkan, strategi MTU ini, diyakini menjadi solusi cerdas. Untuk mengatasi berbagai tantangan di lapangan. Joni Abdi Setia mengakui, adanya kendala administratif. Yakni dengan fakta, bahwa banyak pekerja konstruksi belum ber-KTP Kutim. Dengan adanya MTU, proses pelatihan, uji kompetensi, hingga pengurusan administrasi dapat disederhanakan dan dipercepat. Yaitu langsung di lokasi kerja mereka.

Langkah proaktif ini, sekaligus menjadi upaya nyata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim. Terutama dalam menciptakan ekosistem konstruksi yang berkeadilan. Di mana, tenaga kerja lokal memiliki peluang yang sama, untuk mendapatkan sertifikasi dan meningkatkan skill mereka.

Pihaknya menaruh harapan besar pada program dan agenda kali ini. Bahwa sertifikasi itu bukan hanya sekadar dokumen, tetapi merupakan bukti pengakuan kompetensi yang sangat penting. Yaikni untuk memenangkan persaingan, di pasar kerja konstruksi.

“Harapan kami, semakin banyak tenaga lokal yang tersertifikasi. Dengan begitu, mereka mampu bersaing di bidang pelaku usaha jasa konstruksi,” harap Joni. (Adv/Diskominfo Kutim)

Tinggalkan Balasan