18/04/2026

DPRD Kaltim Beber Elektrifikasi Desa Jadi Bukti Keseriusan Pemerintah Perluas Akses Energi

0
DPRD Kaltim Beber Elektrifikasi Desa Jadi Bukti Keseriusan Pemerintah Perluas Akses Energi

DPRD Kaltim Beber Elektrifikasi Desa Jadi Bukti Keseriusan Pemerintah Perluas Akses Energi. Anggota Komisi-IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Makmur HAPK

Loading

Iklan Benner DPRD Kaltim 2025

AspirasiNews.id, Samarinda- Anggota Komisi-IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Makmur HAPK menilai langkah pemerintah. Utamanya dalam memperluas elektrifikasi, hingga ke pelosok. Hal itu sebagai komitmen nyata, dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Terutama bagi wilayah yang selama ini belum terjangkau jaringan listrik.

Menurut Makmur, kebijakan elektrifikasi tidak diambil secara terburu-buru. Mengingat program tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak. Dia menyebut, keberhasilan penyediaan listrik hingga desa-desa di daerahnya, sebagai salah satu bukti. Bahwa pemerintah bergerak dengan perhitungan yang matang.

Bankaltimtara Transaksi Lebih Dekat
Bankaltimtara Transaksi Lebih Dekat

“Sebagai contoh, listrik di daerah saya bisa menjangkau hingga desa,” jelas Makmur, sapaan akrabnya.

Makmur menambahkan, aksi itu melalui Program Listrik Desa (LISDES) yang dijalankan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bersama PT PLN (Persero). Langkah tersebut, merupakan langkah konkret pemerintah. Khususnya dalam mewujudkan pemerataan energi. Program ini menyasar daerah 3T, dan memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal. Yakni, untuk wilayah yang belum dapat tersambung ke jaringan utama.

Di sisi lain, pemerintah juga menyalurkan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), untuk rumah tangga kurang mampu. Ini sebagai bentuk upaya memastikan seluruh lapisan masyarakat,dalam mendapatkan akses energi yang setara.

Makmur mengakui, bahwa secara bisnis. Perluasan jaringan listrik ke daerah terpencil tidak selalu menguntungkan.

“Di daerah saya, untuk sampai ke 50 rumah harus menempuh jarak 30 kilometer. Secara bisnis, ini tidak ideal,” bebernya.

Namun, ia menilai keputusan pemerintah tetap tepat karena pemerataan listrik membawa dampak besar bagi dunia pendidikan. Mulai dari penerangan untuk kegiatan belajar, penggunaan perangkat digital, hingga mendukung pembelajaran berbasis teknologi.

Menurutnya, listrik telah menjadi penopang utama transformasi pendidikan modern. Meskipun beberapa sekolah masih menghadapi pasokan listrik yang belum stabil.

“Saya salut pemerintah pusat, bisa menghadirkan listrik ke banyak wilayah. Kecuali daerah yang sangat terpencil, biasanya diberikan listrik komunal. Contohnya di kampung saya sendiri, yang dulu tidak terpikirkan bisa mendapat akses listrik,” tutupnya. (Adv/DPRD Kaltim)

Tinggalkan Balasan