BPBD Kutim Dorong Kecamatan Bentuk TRC Multisektor, Langkah Awal Mitigasi Kebencanaan
BPBD Kutim Dorong Kecamatan Bentuk TRC Multisektor, Langkah Awal Mitigasi. Tampak para anggota tim BPBD Kabupaten Kutim yang siap sedia dalam situasi kebencanaan-Kominfo Kutim-
![]()

AspirasiNews.id, Kutim- Upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, di tingkat kecamatan, kembali menjadi sorotan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kutim, Muhammad Naim, menegaskan. Bahwa jajarannya terus mengupayakan pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) multisektor, di setiap kecamatan se-Kutim.
Pria yang akrab disapa Naim ini, menyampaikan. Bahwa pada 2024 lalu, BPBD telah menggelar pelatihan kebencanaan. Khususnya bagi perwakilan dari seluruh kecamatan se-Kutim. Para peserta dibekali pemahaman dasar, hingga teknik mitigasi awal.

Saat itu, BPBD Kutim meminta. Agar peserta menyampaikan hasil pelatihan kepada camat, dan mendorong pembentukan TRC di wilayah masing-masing. Namun hingga saat ini, realisasi di lapangan masih belum sepenuhnya berjalan secara optimal.
“Kami berharap, setelah pelatihan tersebut. Para peserta bisa langsung berkoordinasi dengan camat, untuk membentuk TRC. Tetapi faktanya, sampai sekarang belum semua kecamatan menindaklanjuti hal itu,” ungkap Naim saat ditemui di ruang kerjanya, di Sangatta, pada Senin (10/11/2025).
Naim menilai, hal tersebut cukup krusial. Mengingat kondisi geografis Kutim yang luas, serta jarak antar kecamatan yang berjauhan. Keberadaan TRC lokal dinilai, sebagai garda pertama, penanganan bencana. Terutama untuk kebutuhan asesmen cepat, pendataan awal, dan tindakan mitigasi, sebelum bantuan kabupaten tiba di lokasi.
“TRC di tingkat kecamatan sangat penting. Mereka yang berada paling dekat dengan lokasi. Sehingga, mereka dapat memberikan respons awal, yang jauh lebih cepat,” urai Naim.
Naim menguraikan, dalam menanggapai kondisi itu, pihaknya terus memperkuat kembali komitmen tersebut,. Bahwa BPBD Kutim berencana, mengundang seluruh camat pada tahun 2026, dalam pelatihan lanjutan.

Dalam kegiatan itu, pihaknya menargetkan akan menghadirkan narasumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat. Agar materi yang diberikan lebih komprehensif, dan mampu meningkatkan pemahaman. Terutama bagi para pemangku kebijakan kecamatan, terkait urgensi pembentukan TRC.
“Kami ingin, camat yang turun langsung mengikuti pelatihan nanti. Jika narasumbernya dari BNPB, penjelasannya pasti lebih lengkap, dan mudah dipahami. Harapannya, setelah itu pembentukan TRC di semua kecamatan, bisa benar-benar terealisasi,” tegas Naim.
Naim juga mengungkapkan, bahwa struktur TRC kecamatan semestinya terdiri atas unsur lintas sektor. Mulai dari perangkat kecamatan, TNI–Polri, tenaga medis, relawan, hingga masyarakat yang memiliki keterampilan dasar kebencanaan.
“Dengan struktur yang kuat, TRC diyakini mampu memberikan penanganan awal yang efektif. Sebelum BPBD kabupaten tiba secara penuh, di lapangan,” pesan Muhammad Naim. (Adv/Diskominfo Kutim)
