02/05/2026

Sabaruddin Bedah Tantangan Pemilukada Langsung dalam PDD ke-10 di Balikpapan  

0
Sabaruddin Bedah Tantangan Pemilukada Langsung dalam PDD ke-10 di Balikpapan

Sabaruddin Bedah Tantangan Pemilukada Langsung dalam PDD ke-10 di Balikpapan. Ketua Komisi-II DPRD Provinsi Kalimantan Timur, H Sabaruddin Panrecalle kembali adakan dialog politik bertema “Pemilukada Langsung, Masalah dan Tantangannya”, bagi warga Balikpapan, pada Rabu (22/10/2025).

Loading

Iklan Benner DPRD Kaltim 2025

AspirasiNews.id, Balikpapan- Sabaruddin Panrecalle, Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), kembali mengadakan kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-10, pada Rabu (22/10/2025) siang, hari inni. Agenda rutin kedewanan yang digagasnya, dari kerja sama antara DPRD Kaltim bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim ini, menjadi ruang dialog penting. Terutama bagi masyarakat, untuk memahami dinamika politik daerah.

Kali ini PDD ke-10 Sabaruddin ini mengusung tema “Pemilukada Langsung, Masalah dan Tantangannya”. Acara ini dihelat di Jalan Gunung Stelling, Nomor-123 RT-37, Kecamatan Balikpapan Utara. H Sabaruddin Panrecalle SS MAP, yang membuka kegiatan tersebut, menegaskan. Pentingnya evaluasi terhadap pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung. Hal itu sebagai wujud partisipasi masyarakat, dalam demokrasi.

Bankkaltimtara KUR Syariah 2024
Bankkaltimtara KUR Syariah

“Kita harus jujur. Bahwa Pilkada langsung, memberi ruang besar bagi rakyat. Yakni untuk memilih pemimpinnya sendiri. Tetapi di sisi lain, kita juga harus berani mengakui. Bahwa praktik politik uang, gesekan sosial, dan rendahnya literasi politik masih menjadi persoalan yang belum tuntas,” jelas Sabaruddin Panrecalle, Ketua Komisi-II DPRD Kaltim, ini dalam sambutannya, di hadapan puluhan peserta yang hadir dalam PDD ke-10-nya.

Sabaruddin juga menambahkan. Bahwa ke depan, perlu ada penguatan pendidikan politik. Terutama bagi masyarakat. Agar demokrasi tidak hanya menjadi seremoni lima tahunan semata, tetapi menjadi bagian dari kesadaran kolektif rakyat. Khusunya dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang baik.

“Menurut kami, Pilkada langsung, merupakan mekanisme yang baik. Terutama dalam menjamin kedaulatan rakyat. Namun, masih menyisakan tantangan serius, yang perlu disikapi bersama,” seru Sabaruddin Panrecalle, Legislator Partai Gerindra itu.

Agenda rutin kedewanan PDD ke-10 Sabaruddin ini, juga menghadirkan pemateri Pujangga Assari SPd, sebagai narasumber pertama. Dia menyoroti, aspek pendidikan politik dan peran generasi muda. Khususnya dalam menjaga marwah demokrasi. Dia mengatakan, bahwa kesadaran politik masyarakat masih perlu ditingkatkan. Agar proses Pemilukada, benar-benar mencerminkan kehendak rakyat. Bukan hasil mobilisasi politik semata.

“Banyak masyarakat, yang masih melihat politik, sebagai urusan elite. Padahal, setiap suara memiliki kekuatan besar, dalam menentukan arah kebijakan daerah. Oleh karena itu, penting bagi kita, membangun literasi politik yang kuat sejak dini,” terang Pujangga.

Selanjutnya narasumber kedua, Suriansyah dari Partai Gerindra. Dia memaparkan materi, tentang penekanan pentingnya pengawasan publik. Juga transparansi dalam setiap tahapan Pemilukada. Dia menilai, demokrasi akan sehat, jika masyarakat turut mengawal prosesnya secara aktif.

“Transparansi dan partisipasi, adalah dua kunci utama. Tanpa pengawasan publik, potensi penyalahgunaan kekuasaan akan tetap besar. Pemilukada harus menjadi ajang kompetisi ide, dan gagasan. Bukan sekadar perebutan kekuasaan,” tegas Suriansyah lagi.

Momen sosialisais dan diskusi ini, dimoderatori oleh Salma Nur Alizha, selaku pemandu jalannya acara. Dirinya menilai, bahwa diskusi publik seperti ini, menjadi langkah strategis. Terutama dalam memperkuat pemahaman masyarakat, terhadap demokrasi dan politik lokal.

“Dialog seperti ini penting. Agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, dalam proses demokrasi. Tetapi juga menjadi pelaku utama yang kritis, dan cerdas. Yakni dalam menentukan masa depan daerahnya,” tutur Salma.

Di penghujung acara Penguatan Demokrasi Daerah ke-10 ini, diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif. Antara peserta dan narasumber. Antusiasme dan komunikatif, dari para peserta menunjukkan. Bahwa isu Pemilukada langsung, masih menjadi perhatian utama publik. Terutama dalam upaya menciptakan demokrasi yang berkualitas, adil, dan berintegritas di Kalimantan Timur. (Adv/DPRD Kaltim)

Tinggalkan Balasan