Pemekaran Benua Raya di Kubar Kembali Menguat, DPRD Kaltim Siap Kawal
Pemekaran Benua Raya di Kubar Kembali Menguat, DPRD Kaltim Siap Kawal. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, saat diwawancarai oleh awak media.
![]()

AspirasiNews.id, Samarinda- Harapan masyarakat Kutai Barat (Kubar), untuk memiliki daerah otonomi baru, kembali berembus kencang. Wacana pemekaran Benua Raya yang lama tersimpan, kini kembali menguat. Seiring aspirasi warga pedalaman, yang menginginkan pelayanan publik lebih dekat dan merata.
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltyim), Ekti Imanuel, menyatakan dukungan penuh, terhadap rencana tersebut. Menurutnya, pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Benua Raya, akan menjadi langkah strategis. Yakni untuk mempercepat pemerataan pembangunan.

“Tim pemekaran sebenarnya sudah terbentuk sejak 2019, hanya saja komunikasi resmi dengan Pemerintah Provinsi Kaltim memang belum pernah dilakukan. Inilah yang harus segera ditindaklanjuti,” jelas Ekti, belum lama ini.
Politisi asal Kutai Barat itu menekankan, jarak dan rentang kendali pemerintahan selama ini menjadi kendala utama pelayanan masyarakat. Dengan adanya wilayah administratif baru, akses warga terhadap pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur bisa lebih cepat dan tepat sasaran.
Ekti mencontohkan pemekaran Kabupaten Mahakam Ulu yang meski menghadapi tantangan, terbukti membawa kemudahan bagi warganya. “Sekarang masyarakat Mahulu jauh lebih mudah mendapat layanan pemerintah. Hal ini yang juga diharapkan masyarakat Benua Raya,” ujarnya.
Selain dari sisi pemerintahan, Benua Raya dinilai memiliki potensi besar. Baik sumber daya alam yang melimpah, maupun sumber daya manusia yang siap berkembang. Dengan pemekaran, kebijakan pembangunan bisa lebih fokus mengakomodasi kebutuhan daerah setempat.
Namun, Ekti juga mengingatkan bahwa proses pemekaran tidak bisa instan. Seluruh tahapan administratif tetap harus dijalankan sesuai aturan, mulai dari penyusunan dokumen, rekomendasi provinsi, hingga persetujuan pemerintah pusat. “Audiensi dengan provinsi menjadi langkah awal sebelum usulan ini dibawa ke Kemendagri,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa perjuangan mewujudkan DOB Benua Raya bukan soal politik semata, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat. “Kalau prosedurnya dijalankan dengan benar, saya yakin pemekaran bisa terwujud. Yang terpenting manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.
Dengan menguatnya wacana ini, masyarakat Kutai Barat menaruh harapan besar. Pemekaran Benua Raya diharapkan bisa membuka lembaran baru bagi pembangunan pedalaman, menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan adil. (Adv/DPRD Kaltim)
