10/06/2026

DPRD Tegaskan Tanggung Jawab Sosial dan Ekologis dalam Praktik Pascatambang di Kaltim

0
DPRD Tegaskan Tanggung Jawab Sosial dan Ekologis dalam Praktik Pascatambang di Kaltim

DPRD Tegaskan Tanggung Jawab Sosial dan Ekologis dalam Praktik Pascatambang di Kaltim. Hari ketiga kunjungan kerja Gubernur Kalimantan Timur bersama DPRD Kaltim ke wilayah utara Kaltim di PT Berau Coal

Loading

Iklan Benner DPRD Kaltim 2025

AspirasiNews.id, Tanjung Redep- Kunjungan kerja (Kunker) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), H Rudy Mas’ud (Harum), memasuki hari ke-3 ke wilayah Utara Kaltim. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi DPRD Kaltim, yakni untuk menegaskan peran legislatif. Terutama dalam mengawal transformasi sektor pertambangan. Bertempat di Convention Hall SM Tower Berau, Minggu (7/9/2025), jajaran DPRD Kaltim turut mendampingi Gubernur dalam agenda silaturahmi bersama PT Berau Coal itu. Para wakil rakyat ini menyoroti pentingnya sinergi, antara pemerintah, dan dunia usaha. Khususnya dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Turut hadir perwakilan Ketua DPRD Kaltim Apansyah, bersama anggota Dapil (Daerah Pemilihan)-VI. Diantaranya Syarifatul Sya’diah, Husin Jufrie, dan Budianto Bulang. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen DPRD Kaltim, dalam memastikan bahwa praktik pertambangan di daerah tidak hanya berorientasi pada produksi saja. Tetapi juga pada keberlanjutan sosial, dan ekologis sekitar pascatambang.

Bankkaltimtara KUR Syariah 2024
Bankkaltimtara KUR Syariah

“Kami di DPRD Kaltim, menaruh perhatian serius, terhadap keberlanjutan pascatambang. PT Berau Coal harus menjadi teladan, dalam menyeimbangkan aspek bisnis, sosial, dan lingkungan,” tegas Apansyah.

DPRD Kaltim juga menyoroti aspek sosial, yang perlu diperluas oleh perusahaan. Syarifatul Sya’diah menekankan, pentingnya program CSR. Harus bisa menyentuh sektor pendidikan, dan pemberdayaan perempuan.

“Kami berharap, CSR perusahaan dapat menjangkau lebih luas. Khususnya untuk mendukung pendidikan anak-anak Berau, serta pemberdayaan ekonomi perempuan,” ujar Syarifatul Sya’diah.

Sementara Husin Jufrie menambahkan. Bahwa aspek lingkungan hidup, harus menjadi prioritas utama. Khususnya dalam setiap tahapan pascatambang.

“Program pemulihan lingkungan, dan peralihan fungsi lahan pascatambang, harus betul-betul dikawal. Agar memberikan manfaat jangka panjang,” kata Husin Jufri.

Sementara itu, Budianto Bulang menegaskan. Pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Terutama dalam membangun ekonomi daerah, yang inklusif, dan berkelanjutan.

“Berau harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Bukan sekadar penghasil batubara,” tegas Budianto Bulang.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, dalam sambutannya menekankan. Bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Melainkan bentuk nyata pengawasan, dan evaluasi, terhadap kontribusi perusahaan tambang dalam pemulihan lingkungan. Juga monitoring pengembangan sektor perikanan, dan pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) lokal.

“Kunjungan kita ke PT Berau Coal hari ini, menunjukkan bagaimana perusahaan tambang harus bertransformasi. Tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pemulihan lingkungan pascatambang. Dengan pengembangan perikanan, serta pemberdayaan UMKM lokal. Inisiatif-inisiatif ini menjadi contoh nyata, bahwa dunia usaha mampu memberikan warisan produktif. Meski tambang telah selesai beroperasi,” ujar Gubernur.

Kegiatan kunjungan kerja ini, ditutup dengan penegasan komitmen bersama. Antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, DPRD Kaltim, dan PT Berau Coal. Yakni untuk memperkuat arah pembangunan hijau, dan mewujudkan visi Kalimantan Timur sebagai generasi emas. (Adv/DPRD Kaltim)

Tinggalkan Balasan