Syahariah Mas’ud Penguatan Demokrasi Daerah ke-6 di Paser, Bahas Hak dan Kewajiban Warga Negara
Syahariah Mas’ud Penguatan Demokrasi Daerah ke-6 di Paser, Bahas Hak dan Kewajiban Warga Negara. Anggota Komisi-IV DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud menyampaikan paparannya, bersama dua narasumber lainnya di hadapan peserta.
![]()

AspirasiNews.id, Paser- Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Syahariah Mas’ud, kembali mengadakan kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) yang ke-6, pada akhir bulan lalu. Kali ini PPD itu mengangkat tema “Hak dan Kewajiban Warga Negara”. Kegiatan itu dilaksanakan, di Balai Pertemuan Umum (BPU), Desa Senaken, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser.
Dalam sambutannya, Syahariah Mas’ud menegaskan. Pentingnya kesadaran masyarakat, terhadap hak dan kewajiban, dalam sistem demokrasi. Dia mengajak warga, untuk lebih aktif berpartisipasi, dalam pembangunan daerah. Baik melalui suara dalam pemilu, maupun dalam pengawasan terhadap kebijakan pemerintah.

“Demokrasi bukan hanya tentang memilih. Tetapi juga memahami hak-hak kita, sebagai warga negara. Juga menjalankan kewajiban secara bertanggung jawab. Keterlibatan aktif masyarakat, adalah fondasi pemerintahan yang bersih, dan kuat,” jelas Syahariah Mas’ud, Anggota Komisi-IV DPRD Kaltim ini, di hadapan puluhan peserta yang hadir.
Pemahaman PDD ini dilanjutkan oleh narasumber kedua. Yakni dari akademisi dan praktisi hukum, Andi Arfin. Daa memaparkan, pentingnya edukasi konstitusi, di tingkat lokal. Dirinya menyoroti, bagaimana pemahaman warga terhadap UUD-1945. Juga mengenai peraturan perundang-undangan, yang masih minim diketahui oleh kalangan masyarakat desa.
“Masih banyak yang belum paham, bahwa mengkritik pemerintah, itu bukan makar. Tetapi, itu merupakan bagian dari hak, menyampaikan pendapat. Di sisi lain, membayar pajak dan menjaga ketertiban, adalah kewajiban yang sering dilupakan,” terang Andi Arfin.
Arfin juga menambahkan, bahwa peran pemerintah desa sangat krusial. Khususnya dalam menyebarluaskan informasi hukum, dan demokrasi. Yakni melalui berbagai program-program pembinaan warga di desa.
Diskusi kemudian dilanjutkan oleh Alfian Wardana. Dia adalah aktivis pemuda, dan penggerak komunitas literasi. Dirinya membahas peran generasi muda, dalam menjaga nilai-nilai demokrasi di tingkat daerah, atau akar rumput.
“Pemuda harus jadi agen perubahan, bukan hanya penonton. Demokrasi tidak akan berkembang, kalau anak-anak mudanya apatis. Kita perlu turun tangan, menyuarakan aspirasi. Juga harus ikut dalam proses kebijakan di daerah,” ungkap Alfian.
Alfian juga mengajak pemuda di Kabupaten Paser, untuk lebih aktif. Terutama dalam beragam kegiatan musyawarah desa, forum pemuda, hingga organisasi sosial politik.
Tampak kegiatan PDD dari Politisi Partai Golkar ini berlangsung interaktif, dan kondusif. Acara dipandu oleh moderator Mifta Hul Zannah. Dalam penutupannya, Mifta menggarisbawahi pentingnya sinergi. Antara pemangku kebijakan, dan masyarakat. Agar demokrasi tidak hanya menjadi jargon semata.
“Diskusi seperti ini, adalah ruang pembelajaran kolektif. Saat masyarakat, dan wakil rakyat duduk bersama, maka arah pembangunan menjadi lebih transparan, serta inklusif,” ujar Mifta.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab, yang diikuti antusias oleh warga Desa Senaken. Mereka membahas isu-isu lokal. Seperti partisipasi dalam Musrenbang, pengawasan dana desa, hingga peran perempuan dalam pembangunan. (Adv/DPRD Kaltim)
