Disdikbud Bantah Isu Jual Beli Buku Karya Ketua DPRD Kaltim ‘Mengubah Nasib’ di Sekolah
Disdikbud Bantah Isu Jual Beli Buku Karya Ketua DPRD Kaltim 'Mengubah Nasib' di Sekolah. Plt Kadisdikbud Kaltim, Armin.
![]()

AspirasiNews.id, Samarinda- Buku karya Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud (Hamas), disinyalir banyak di jual belikan di lingkungan sekolah. Menanggapi isu ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim), membantah tegas. Bahwa isu jual beli buku karya Ketua DPRD Kaltim, di lingkungan lembaga pendiikan yang dipimpinnya itu, tidak benar adanya.
Diketahui, buku karya Hasanuddin Mas’ud tersebut, berjudul “Mengubah Nasib”. Bahwa sebelumnya telah diisukan tersebar di sekolah, bahkan katanya mewajibkan pelajar untuk membeli buku tersebut. Namun, informasi ‘burung’ itu, langsung ditampik langsung oleh Plt Kadisdikbud Kaltim, Armin saat ditemui di Kantor Disdikbud Kaltim.

“Tidak ada jual beli buku itu. Saya hanya merekomendasikan, karena saya sudah baca bukunya sampai habis. Itu buku sangat inspiratif, perjalanan Hasanuddin Mas’ud dalam karirnya dia. Dan, memang saya suka buku motivasi seperti itu,” jelas Armin.
Armin menceritakan, bahwa sebelum dirinya menjadi Plt Kadisdikbud Kaltim. Ada beberapa kepala sekolah (Kpsek) sempat ke Ruangan Bidang GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan). Dimana, saat itu, menemui dirinya.
“Jadi waktu kepala sekolah ke ruangan saya. Buku itu saya rekomendasikan, untuk bahan bacaan,” terang Armin.
Dia menyebut, buku itu menceritakan tentang kehidupan seorang Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud. Mulai saat masih kecil, serta menceritakan perjalanannya dalam membangun fondasi ekonomi dari nol.
“Ada cerita, bagaimana orangtua mereka menyiapkan anak-anaknya, dengan perjuangan keras. Mereka tinggal di daerah pesisir pantai. Bahkan, ketua sejak kecil sudah punya usaha sendiri. Ada kiosnya, dan dia sudah jualan di situ. Itu menarik, itu dijadikan motivasi,” beber Armin.
Armin juga menegaskan kembali, bahwa rekomendasi buku tersebut, adalah murni inisiatif pribadi. Bukan kebijakan formal dinas.
Dia juga membuka peluang, untuk merekomendasikan buku-buku lain. Utamanya dari tokoh-tokoh lokal, jika memiliki nilai positif.
“Kalau semisal sekolah memiliki rekomendasi lain, tokoh-tokoh lokal, ya silahkan saja. Tetapi saya berpesan, tidak ada paksaan untuk membeli buku motivasi di sekolah. Itu harus kemauan pribadi,” pesan Armin. (Adv/DPRD Kaltim)
