24/04/2026

Kaltim Ketergantungan Pada Tambang Jadi Alarm! Anggota DPRD Beri Catatan Penting

0
Kaltim Ketergantungan Pada Tambang Jadi Alarm! Anggota DPRD Beri Catatan Penting

Kaltim Ketergantungan Pada Tambang Jadi Alarm! Anggota DPRD Beri Catatan Penting. Anggota Komisi-IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan

Loading

Iklan Benner DPRD Kaltim 2025

AspirasiNews.id, Samarinda- Di tengah kabar baik, mengenai turunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), di Kalimantan Timur (Kaltim). Anggota Komisi-IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan justru memberikan sebuah catatan penting, yang patut di soroti bersama.

Catatan itu yakni mengenai fondasi ekonomi daerah. Dinilai masih terlalu bertumpu pada sektor pertambangan, dan konstruksi. Dia menilai, momentum penurunan angka pengangguran, seharusnya menjadi titik tolak. Agar mendorong transformasi ekonomi yang lebih berkelanjutan, dan inklusif.

Bankkaltimtara e-Tiket 2024
Bankkaltimtara e-Tiket

“Capaian ini tentu layak diapresiasi. Namun, kita tidak boleh terlena. Ketergantungan yang tinggi, pada sektor tambang menunjukkan. Bahwa fondasi ekonomi daerah, belum cukup kuat, dan perlu segera di diversifikasi (penganekaragaman strategi investasi),” jelas Agusriansyah, sapaan akrabnya, belum lama ini.

Agusriansyah menerangkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), TPT Kaltim berhasil menurun. Yakni dari 6,81 persen pada 2021, menjadi 5,33 persen per Februari 2025. Namun, dalam periode yang sama, sektor pertambangan menyerap tambahan tenaga kerja sebanyak 46.002 orang. Data ini dinilainya jauh melampaui sektor-sektor alternatif lainnya, yang sebenarnya punya potensi lebih berkelanjutan. Seperti pertanian modern, industri kreatif, teknologi digital, dan kewirausahaan.

pihaknya mengingatkan, ketenagakerjaan ke depan. Yaitu harus diarahkan pada sektor yang berbasis inovasi, teknologi, dan ramah lingkungan. Dia menyebut, generasi muda sebagai kunci utama dari transformasi ini. Asalkan diberikan dukungan kebijakan, dan akses terhadap pelatihan, serta fasilitas yang relevan.

“Pemerintah daerah (Pemda) perlu membuka ruang. Agar memberikan pelatihan di bidang ekonomi kreatif, agribisnis berbasis teknologi, hingga digitalisasi usaha. Dukungan terhadap profesi baru, seperti pembuat konten, pelaku ekspor produk lokal, serta pelatihan, dan sertifikasi di bidang IT harus diperkuat,” terang Agusriansyah, saat ditemui di Kantor DPRD Kaltim, baru-baru ini.

Dia juga menekankan, pentingnya pemetaan minat, dan bakat generasi muda. Tujuannya untuk memastikan pelatihan yang diberikan, benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

“Program pelatihan tidak boleh asal dibuat. Harus berbasis data, dan analisis kebutuhan. Ketika minat generasi muda sudah diketahui, pemerintah dapat memberikan intervensi secara tepat,” ungkap Agusriansyah, Legislator dari PKS ini.

Pihaknya juga turut menyoroti, keterputusan antara dunia pendidikan, dan industri. Menurutnya, pembaruan kurikulum vokasi, menjadi hal mendesak. Agar lulusan lebih mudah terserap ke didunia kerja.

“Selama ini, banyak lulusan pendidikan vokasi yang tidak terserap. Karena keterampilan yang dimiliki, tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Lembaga pendidikan, dan pelatihan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri,” tegas Agusriansyah.

Agusriansyah membeberkan, bahwa dalam menghadapi tantangan secara sistemik. Dia mendorong pemerintah daerah, agar segera menyusun peta jalan (road map), ketenagakerjaan berbasis riset sosial, dan analisis ekonomi lokal. Tentunya harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga dunia usaha.

“Kita tidak bisa hanya menunggu investasi datang, dan lapangan kerja terbuka begitu saja. Kita yang harus lebih proaktif, membangun sistem ketenagakerjaan baru. Tentunya yang sesuai dengan potensi lokal, dan karakter generasi muda Kaltim,” beber Agusriansyah, yang khas dengan songkok hitamnya itu. (Adv/DPRD Kaltim)

Tinggalkan Balasan