24/04/2026

DPRD Kaltim Salehuddin Desak Pemkab Kukar Prioritaskan Beasiswa, Meski Keuangan Defisit

0
DPRD Kaltim Salehuddin Desak Pemkab Kukar Prioritaskan Beasiswa, Meski Keuangan Defisit

DPRD Kaltim Salehuddin Desak Pemkab Kukar Prioritaskan Beasiswa, Meski Keuangan Defisit. Sekretaris Komisi-I DPRD Kaltim, Salehuddin

Loading

Iklan Benner DPRD Kaltim 2025

AspirasiNews.id, Samarinda- Program Beasiswa Kukar (Kutai Kartanegara) Idaman, menjadi sorotan banyak pihak. Terlebih setelah muncul rencana pemangkasan anggaran, akibat defisit keuangan daerah. Wacana ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa, dan masyarakat penerima manfaat. Beasiswa Kukar Idaman, merupakan salah satu program unggulan Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim). Bertujuan membantu pelajar, dan mahasiswa asal Kukar, dalam melanjutkan pendidikan.

Namun, kondisi fiskal daerah yang tengah defisit, membuat Pemkab harus memilah Kembali prioritas belanja. Termasuk mempertimbangkan pemangkasan, atau penundaan program. Kabar rencana pemangkasan sempat beredar di awal Agustus 2025. Namun, belakangan muncul informasi, bahwa beasiswa akan tetap diberikan, meski Pemkab harus melakukan penyesuaian anggaran pada program lain. Proses penyusunan APBD 2026, juga disebut mengalami hambatan. Karena adanya beban visi-misi kepala daerah yang memerlukan pendanaan besar.

Bankaltimtara Dari Impian Jadi Kenyataan
Bankaltimtara Dari Impian Jadi Kenyataan

Menanggapai isu itu, Sekretaris Komisi-I DPRD Kaltim, Salehuddin berpendapat dan menilai. Bahwa kebijakan terkait beasiswa, harus mempertimbangkan kondisi keuangan secara realistis. Namun tetap menjaga janji politik yang sudah disampaikan ke publik.

“Harapannya, sesuai yang disampaikan di awal. Beasiswa ini tetap dijalankan. Kalau pemerintah Kukar memprioritaskan, berarti ada beberapa kegiatan yang harus dikompensasi, atau dikurangi,” jelas Salehuddin, sapapn akrabnya, usai Rapat Paripurna (Rapur) ke-30 DPRD Kaltim, pada Jumat, (15/8/2025).

Salehuddin menambahkan, untuk program lain yang di harmonisasi guna mengutamakan beasiswa cukup banyak. Misalkan seperti anggaran perjalanan dinas, atau kegiatan lain yang sifatnya fleksibel.

“Bisa saja dari perjalanan dinas, atau program lain yang tidak wajib,” terang Salehuddin, Politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kukar ini.

Menurut Salehuddin, program wajib seperti belanja pegawai, dan pelayanan publik dasar memang harus menjadi prioritas utama. Namun beasiswa juga memiliki dampak sosial yang besar. Oleh karena itu, Pemkab perlu melakukan penyesuaian anggaran, tanpa mengorbankan hak penerima beasiswa.

“Teknis pengaturannya, kami serahkan ke pemerintah Kukar. Yang penting, besaran dan jumlah penerima, tetap sesuai rencana awal. Karena ini menyentuh langsung kebutuhan Pendidikan masyarakat,” tegas Salehuddin, Legislator dari Partai Golkar ini.

Salehuddin juga punya harapan besar. Agar proses realisasi beasiswa tidak tertunda. Mengingat Agustus biasanya menjadi periode penting, bagi penerima. Yakni untuk membayar biaya kuliah, dan kebutuhan pendidikan lainnya.

“Kalau harus memangkas, lakukan di pos yang tidak krusial. jangan di program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pesan Salehuddin, yang ikonik dengan songkok hitam tersebut. (Adv/DPRD Kaltim)

Tinggalkan Balasan