Disdikbud Kukar Distribusikan Guru P3K, Penuhi Kebutuhan SMP
Disdikbud Kukar Distribusikan Guru P3K, Penuhi Kebutuhan SMP. Sebanyak 441 orang berasal dari formasi PPPK Guru Khusus di Kukar telah dikukuhkan bersama P3K lainnya yang berlangsung di Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang Mei lalu.
![]()

AspirasiNews.id, Kukar- Ketersediaan guru di jenjang SMP Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih menghadapi tantangan. Terutama, akibat adanya guru yang memasuki masa pensiun. Untuk mengatasi hal itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, kembali mendistribusikan tenaga pendidik baru. Kali ini, melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Informasi ini, dikemukakan oleh Plt Kepala Bidang (kabid) Pembinaan SMP, Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh. Dirinya menjelaskan, bahwa setiap kali ada guru pensiun, sekolah bisa segera melaporkan kebutuhan tersebut. Agar bisa segera diisi kembali.

“Kalau ada guru yang pensiun, otomatis mereka akan digantikan,” jelas Emy, sapaan akrabnya, pada Minggu (24/8/2025).
Menurut Emy, penempatan tenaga P3K pada tahun 2025, menjadi langkah penting. Yakni untuk menutupi kekurangan guru, di berbagai sekolah di wilayah Kukar.
“Dengan adanya tenaga P3K yang baru di 2025 ini. Maka kami distribusikan, untuk mengajar di sekolah-sekolah,” urai wanita berkacamata ini.
Emy menambahkan, distribusi guru tetap menjadi pekerjaan besar. Karena luasnya wilayah Kukar. Utamanya bagi sekolah-sekolah di daerah pedalaman, dan perbatasan. Karena sering menghadapi kendala keterbatasan tenaga pengajar.
“Sebaran wilayah yang luas, membuat pemantauan dan distribusi guru agak sulit dilakukan,” terang Emy Rosana Saleh, mewakili Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor.

Emy menyebut, kendala geografis ini juga memengaruhi pemerataan kualitas pendidikan. Meski demikian, pemerintah tetap berupaya optimal. Agar tidak ada sekolah di Kukar, yang kekurangan tenaga pendidik.
“Selain penempatan guru baru, peningkatan kapasitas guru juga terus dilakukan. Yaitu melalui pelatihan dan workshop. Hal ini, untuk memastikan kompetensi guru, tidak hanya cukup dari sisi jumlah. Tetapi juga mumpuni dalam kualitas pengajaran,” ungkap Emy.
Emy optimistis, dengan langkah distribusi dan penguatan kompetensi, kebutuhan guru SMP di Kukar dapat teratasi secara bertahap. Pemerintah berharap ke depan, setiap sekolah memiliki jumlah guru yang seimbang dengan kebutuhan siswa.
“Dengan adanya guru P3K baru, kami mendistribusikan mereka. Agar kebutuhan tenaga pendidik SMP bisa terpenuhi,” harap Emy. (Adv/Disdikbud Kukar)
