Piala Gubernur 2025 Jadi Sarana Pembinaan 680 Atlet Muda Kaltim Menuju PON-2028
Piala Gubernur 2025 Jadi Sarana Pembinaan 680 Atlet Muda Kaltim Menuju PON-2028
![]()

AspirasiNews.id, Samarinda- Sebanyak 680 atlet muda dari Cabang Olahraga (Cabor) Bela Diri, seperti Pencak Silat, Gulat, dan Tinju tengah menunjukkan bakat serta keahliannya di arena Piala Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) 2025 Bela Diri. Turnamen yang dibuka sejak Jumat (22/8/2025) hingga 29 Agustus 2025 ini, tidak hanya menjadi ajang perebutan medali saja. Tetapi juga dimanfaatkan sebagai bagian dari pembinaan atlet muda jangka panjang, menuju Pekan Olahraga Nasional (PON)-XXII pada 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendatang.
Karena dalam pertandingan tersebut, akan bisa langsung di monitor dari berbagai perkembangan para atlet yang selama ini berlatih. Apakah indikatornya sudah memenuhi standar, meningkat, atau stagnan di tempat, bahkan justru malah mengalami penurunan performa. Karena hal ini sebagai ajang seleksi ketat untuk mewakili Kaltim ke level nasional. Jadi Piala Gubernur Kaltim 2025 Bela Diri menandingkan 3 Cabor ini, mereka bisa mengasah kemampuan, menguji strategi, sekaligus mengukur kesiapan diri dalam menghadapi turnamen yang lebih besar.

“Cabang Olahraga Gulat, Silat, dan Tinju ini terbukti konsisten menyumbang medali. Kegiatan seperti ini penting, karena untuk menjaga kesinambungan pembinaan. Sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi POPNAS (Pekan Olahraga Pelajar Nasional) dan PON-22 pada 2028 mendatang,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading di lokasi acara.
Rasman menambahkan, bahwa dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemrov) Kaltim tidak berhenti pada penyediaan kompetisi. Menurutnya, fasilitas olahraga dan pendidikan bagi atlet juga terus diperkuat. Yakni dengan pelatihan secara konsisten dengan pelatih berkompeten, juga terus mendapat perhatian serius pemerintah.
“Pemprov menaruh perhatian serius pada para atlet Kaltim. Tidak hanya di Cabor Bela Diri saja, tetapi pada semua Cabor yang berpotensi meraih medali emas. Jadi mulai sekarang terus di dorong untuk melakukan pembinann secara konsisten dan sistematis menuju Juara Umum di PON 2028,” kata Rasman dalam pertandingan yang dihelat di Gedung Gelanggang Olahraga (GOR) Serba Guna dan Gedung GOR Bulu Tangkis, di Kawasan Stadion Gelora Kadrie Oening (GKO), Sempaja, Samarinda ini.
Rasman merincikan, dalam kejuaraan level provinsi atau Kejurprov yang dijadwalkan berlangsung sepekan ini, sedikitnya diikuti oleh 680 atlet petarung muda dari berbagai kota kabupaten di Benua Etam. Bahkan juga ada dari luar daerah, yakni Kalimantan Selatan (Kalsel) ikut berpartisipasi dalam kompetisi tingkat provinsi ini.
“Pesertanya selain dari berbagai daerah kota kabupaten di Kaltim, juga ada tamu dari Kalsel. Jadi kita harus ‘menjamunya’ dengan maksimal, saat di atas arena pertandingan, dengan sportifitas tinggi tentunya,” tutut Rasman yang juga sebagai Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) acara.
Diterangkan Rasman lagi, sebanyak 680 atlet yang bertarung di Piala Gubernur Kaltim 2025 Bela Diri ini terdiri dari Cabor Silat 340 peserta, Cabor Gulat 150 petarung, dan Cabor Tinju 109 orang. Mayoritas dari para peserta ini umurnya rerata mulai 13 hingga 17 tahun, dan banyak berstatus masih pelajar. Karena usia ini yang dinilai sangat ideal untuk pembinaan jangka panjang, sebagai calon regenerasi atlet seniornya yang sudah mulai pensiun.

“Semakin banyak yang ikut, semakin baik untuk kompetisi. Anak-anak muda ini juga belajar disiplin, sportivitas, dan semangat juang sejak dini,” terang Rasman mewakili Kepala Dispora Kaltim, HM Agus Hari Kesuma (AHK).
Rasman juga mengungkapkan, panitia akan menandingkan 22 nomor kelas tanding bagi Cabor Pencak Silat dengan 340 atlet tersebut. Kemudian Cabor Gulat sebanyak 150 petarung akan berkompetisi di 33 nomor kelas tanding. Selanjutnya ada 16 nomor kelas tanding bagi Cabor Tinju yang diikuti 190 olahragawan ini.
Asisten I Setdaprov (Sekretariat Daerah Provinsi) Kaltim, M Syirajudin juga menyampaikan. Menurutnya, pembinaan atlet tidak bisa hanya mengandalkan latihan rutin tanpa uji tanding. JAdi kompetisi ini untuk mengasah mental dengan kondisi atmosfir tarung diatas arena sesungguhnya.
“Kalau atlet berlatih terus tanpa melihat lawan tanding, mereka tidak bisa berkembang. Karena itu multi-event harus sering digelar, bahkan sampai ke kejuaraan nasional,” ucap Syirajudin yang mewakili Gubernur Kaltim, H Rudy Mas’ud (Harum).
Ketua KONI (KOmite Olahraga Nasional Indonesia) Kaltim, Rusdiansyah Aras juga menegaskan. Bahwa kompetisi seperti ini menjadi sarana penting, karena sebagai bentuk dan langkah strategis dalam menyiapkan regenerasi atlet Kaltim di masa depan.
“Pembinaan prestasi atlet di Kaltim akan terus tumbuh dan berkembang. Dari sini kita siapkan cikal bakal atlet yang akan tampil di PON berikutnya,” beber Rusdiansyah. (Adv/Adm1)
