15/05/2026

DPRD Kaltim Desak Investigasi Menyeluruh, Khususnya Kasus Tambang Ilegal di Hutan Unmul

0
DPRD Kaltim Desak Investigasi Menyeluruh, Khususnya Kasus Tambang Ilegal di Hutan Unmul

DPRD Kaltim Desak Investigasi Menyeluruh, Khususnya Kasus Tambang Ilegal di Hutan Unmul. Anggota Komisi-IV DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud

Loading

Iklan Benner DPRD Kaltim 2025

AspirasiNews.id, Samarinda- Terungkapnya aktivitas tambang ilegal di dalam Kawasan Hutan Pendidikan Universitas Mulawarman (KHDTK-Unmul), membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) geram. Anggota dewan meminta untuk mendesak investigasi yang lebih komprehensif. Legislator menilai kasus ini, merupakan indikasi masalah sistemik yang jauh lebih besar, dan meluas.

Sorotan itu datang dari Anggota DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud. Dirinya menyatakan, bahwa yang terjadi di hutan Unmul hanyalah sebagian kecil, dari persoalan yang sesungguhnya. Menurutnya, sangat mungkin, praktik serupa tersebar di berbagai kabupaten, dan kota di seluruh provinsi Benua Etam ini.

Bankkaltimtara CMS 2024
Bankkaltimtara CMS

“Ini baru satu kasus yang muncul ke permukaan. Saya menduganya kuat, hanya sebagai puncak gunung es. Kasus-kasus serupa berpotensi besar, terjadi di wilayah lain,” jelas Syahariah, sapan akrabnya, belum lama ini.

Syahariah menyoroti, lemahnya sistem pengawasan. Sehingga menyebabkan kawasan konservasi, bahkan yang dikelola institusi pendidikan, tidak luput dari penjarahan. Syahariah menegaskan, bahwa pendekatan biasa tidak lagi memadai. Jadi harus memerlukan langkah-langkah luar biasa, dari seluruh pemangku kepentingan.

Untuk memastikan kasus ini ditangani secara serius, DPRD akan menggelar investigasi bertahap. Syahariah menekankan, pentingnya kehadiran para pimpinan instansi terkait. Yakni secara hadir langsung dalam setiap rapat lanjutan.

“Saya ingin semua pimpinan hadir. Rapat tidak boleh sekadar formalitas, tanpa output yang nyata. Untuk itu, rapat mendatang harus dijadwalkan dengan tenggat waktu yang jelas. Misalnya dua pekan, dan harus sudah ada hasil yang konkret,” tegas Syahariah, Anggota Komisi-IV DPRD Kaltim ini.

Syahariah menerangkan, pihaknya juga menduga kuat. Adanya keterlibatan oknum internal, dalam praktik ilegal ini. Penanganan yang hanya menyasar pelaku lapangan, dinilai tidak akan menyelesaikan masalah.

“Keyakinan saya, ini mustahil dilakukan oleh satu orang saja. Ada indikasi keterlibatan pihak-pihak dari dalam pemerintah. Bahkan berdasarkan informasi yang saya terima, ada mahasiswa. Jadi tidak menutup kemungkinan pula, oknum dosen Unmul yang terlibat,” beber Syaharian, Legislator Srikandi dari Partai Golkar ini.

Menyikapi kompleksitas kasus tersebut, DPRD Kaltim berkomitmen penuh. Yakni untuk mengawal proses penyelidikan, hingga tuntas. Rapat tindak lanjut akan segera digelar, untuk merumuskan langkah-langkah strategis. Guna memberantas praktik tambang ilegal, yang turut mencemari nama baik dunia pendidikan.

“Komitmen dewan jelas, kami tidak akan berhenti sampai di sini. Kasus ini akan kami tindak lanjuti, dengan lebih serius,” seru Syahariah. (Adv/DPRD Kaltim)

Tinggalkan Balasan