Dispora Dorong Olahraga Tradisional Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Kaltim
Dispora Dorong Olahraga Tradisional Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Kaltim. Tampak olahraga tradisional yang melibatkan stand UMKM di lokasi acara di Samarinda Kaltim.-IST-
![]()

AspirasiNews.id, Samarinda- Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim), melihat olahraga tradisional dewasa ini bukan hanya sebagai ajang pelestarian budaya saja. Tetapi juga sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kaltim.
Hal ini diungkapkan oleh pihak Dispora Kaltim, bahwa dalam setiap gelaran event olahraga tradisional yang diadakan oleh pihaknya, selalu dirancang memberikan dampak positif bagi perekonomian dan wisata daerah. Karena pihaknya selalu berupaya melibatkan UMKM lokal. Satu diantaranya saat lomba Kicau Burung, Lomba Pentas Budaya Pemuda dan lainnya, selalu membuka stand untuk UMKM lokal.

“Olahraga tradisional bisa menjadi salah satu pendorong ekonomi kreatif bagi UMKM lokal. Setiap kegiatan, kami usahakan agar pelaku UMKM bisa berjualan dan mempromosikan berbagai produknya,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, AA Bagus Surya Saputra Sugiarta, pada Selasa (05/08/2025).
Pria yang akrab disapa Bagus Sugiarta ini menambahakan, bahwa kehadiran pelaku UMKM dalam setiap kegiatan olahraga tradisional bisa menambah kemeriahan acara. Selain itu juga memberikan manfaat dalam meningkatkan perekonomi secara langsung. Karena beragam produk-produk yang dijual, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga hasil olahan khas daerah. Hal itu juga dinilai pihaknya berpotensi menarik perhatian peserta dan penonton.
“Harapan kami, semakin banyak home industry yang terlibat. Sehingga ekonomi masyarakat juga ikut tumbuh,” kata Bagus Sugiarta di Kantor Dispora Kaltim, Gedung Kadrie Oening (GKO) Tower, Jalan PM Noor, Sempaja, Samarinda.
Dikatakan Bagus, Dispora Kaltim menilai, potensi ekonomi dari olahraga tradisional sangat besar. Terlebih jika kegiatan tersebut dikemas secara profesional dan melibatkan berbagai pihak. Ajang seperti lomba egrang, tarik tambang, dan balap karung tidak hanya menarik minat masyarakat setempat. Tetapi juga dapat menjadi daya tarik wisata lokal, yang membawa pengunjung dari daerah lain.
Bagus menuturkan, setiap agenda olahraga tradisional biasanya dikombinasikan dengan bazar atau pasar rakyat. Konsep ini diharapkan menjadi ruang promosi efektif bagi UMKM, sekaligus wadah edukasi kepada masyarakat. Terutama tentang pentingnya mendukung produk lokal agar semakin banyak diminati.

“Semakin ramai acara, semakin besar peluang produk-produk UMKM dikenal luas. Selain meningkatkan ekonomi, juga meningkatkan potensi wisata setempat. Jadi ini peluang yang harus terus dikembangkan,” tutur Bagus lagi.
Diterangkan Bagus, pihak Dispora Kaltim juga berupaya memberikan dukungan non-materiil bagi UMKM yang terlibat. Seperti penyediaan lokasi strategis untuk berjualan, promosi melalui media sosial, hingga kolaborasi dengan komunitas kreatif. Langkah ini diyakini pihaknya akan memperluas jaringan pemasaran bagi pelaku usaha kecil di Benua Etam.
“Keterlibatan UMKM dalam setiap kegiatan olahraga tradisional ini, juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah. Yakni untuk memperkuat ekonomi berbasis kearifan lokal. Produk-produk yang ditawarkan bukan hanya bernilai jual, tetapi juga mengandung citra budaya lokal. Tentunya ini bisa memperkaya identitas daerah,” terang Bagus Sugiarta lagi.
Bagus mengungkapkan, bahwa Dispora Kaltim menaruh harapan besar pada setiap konsep sinergi dan kolaborasi tersebut. Yakni antara olahraga tradisional dan pemberdayaan UMKM, dapat diperluas ke berbagai kabupaten kota lain di Kaltim. Dengan demikian, manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan di satu wilayah, tetapi merata di seluruh provinsi.
“Kami ingin olahraga tradisional tidak sekadar menjadi hiburan. Tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” harap Bagus Sugiarta.
Dengan langkah ini, olahraga tradisional di Kaltim diharapkan tidak hanya lestari secara budaya. Tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian lokal. Hal ini akan menjadikannya salah satu strategi efektif, untuk membangun masyarakat yang berdaya dan mandiri. (Adv/Adm1)
