Disdikbud Kukar Siapkan Rp3,8 Miliar Untuk Program 1.000 Guru Sarjana
Disdikbud Kukar Siapkan Rp3,8 Miliar Untuk Program 1.000 Guru Sarjana
![]()

AspirasiNews.id, Kukar- Program 1.000 Guru Sarjana, yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar), kembali dibuka di tahun 2025 ini. Program ini, menjadi strategi jangka panjang pemerintah daerah, dalam memperkuat kualitas tenaga pendidik di wilayah Kukar.
“Untuk Program 1.000 Guru Sarjana, Disdikbud Kukar telah menyiapkan anggaran yang cukup besar,” jelas Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Disdikbud Kukar, Nuraini, pada Sabtu (26/7/2025).

Rincian anggaran yang disiapkan mencapai Rp2,2 miliar, untuk guru PAUD. Selanjutnya masing-masing Rp800 juta untuk guru SD dan SMP.
Setiap penerima beasiswa, akan memperoleh bantuan sebesar Rp2,5 juta per semester, selama delapan semester. Atau total Rp20 juta, per mahasiswa.
Program ini, menyasar dua kelompok utama. Yakni guru yang sudah mengajar, dan calon guru yang sedang membantu proses pembelajaran di sekolah.
“Bagi guru yang sudah bertugas, dibuktikan dengan surat dari kepala sekolah. Dan, boleh terdaftar, atau tidak dalam Dapodik,” urai Nuraini.

Sedangkan bagi calon guru, termasuk tenaga honorer dan PTK (pendidik dan Tenaga Kependidikan). Mereka harus melampirkan surat pernyataan, yakni dari kepala sekolah. Bahwa mereka akan mengajar di sekolah tersebut, setelah lulus.
“Beasiswa ini, juga menetapkan batas usia maksimal 50 tahun. Menyesuaikan dengan usia pensiun, di angka 60 tahun. Dengan masa studi empat tahun, diharapkan penerima beasiswa masih bisa mengabdi. Setidaknya enam tahun, setelah lulus,” beber Nuraini, mewakili Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor.
Terakhir, Nuraida juga meneranghkan. Bahwa Disdikbud Kukar juga menetapkan. Yakni jurusan yang diambil penerima beasiswa, harus sesuai jenjang. Untuk PAUD, wajib mengambil Pendidikan Guru (PG) PAUD, jenjang SD adalah PG SD. Sedangkan untuk SMP menyesuaikan bidang studi, seperti IPA, IPS, Biologi, atau Seni.
“Program ini, kami rancang. Untuk memperkuat kualitas tenaga pendidik. Terutama di daerah yang masih kekurangan guru,” ungkap Nuraini. (Adv/Disdikbud Kukar)
