12/02/2026

Penyusunan Silabus Bahasa Kutai, Disdikbud Kukar Libatkan Ahli Bahasa

0
Penyusunan Silabus Bahasa Kutai, Disdikbud Kukar Libatkan Ahli Bahasa

Penyusunan Silabus Bahasa Kutai, Disdikbud Kukar Libatkan Ahli Bahasa. Tampak suasana kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek), Penyusunan Silabus Muatan Lokal, di Hotel Grand Fatma, Tenggarong, pada Senin (7/7/2025).

Loading

Disdikbud Kukar Benner Iklan

AspirasiNews.id, Kukar- Penyusunan silabus muatan lokal, di Kutai Kartanegara (Kukar), khususnya untuk Bahasa Kutai. Terus menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar. Karena, bahasa daerah ini, memiliki keragaman dialek yang tinggi antarwilayah. Sehingga tidak bisa disusun sembarangan.

Informasi ini kembali diungkapkan oleh Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor. Dirinya menyampaikan hal tersebut, saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek), Penyusunan Silabus Muatan Lokal, di Hotel Grand Fatma, Tenggarong, pada Senin (7/7/2025).

Bankaltimtara Nabung Tanpa Beban untuk Masa Depan-2025
Bankaltimtara Nabung Tanpa Beban untuk Masa Depan

Menurut Thauhid, keragaman bahasa Kutai menjadi tantangan tersendiri. Terutama dalam merancang materi ajar. Sehingga, nanti dalam silabus berbagai kata daerah yang dirangkum itu, sudah sesuai dengan standar yang ada.

“Bahasa Kutai di Sebulus itu, beda dengan di Muara Muntai, beda lagi dengan di Kenohan. Karena itu, kami harus libatkan ahli bahasa. Agar tidak salah dalam menyusun,” tegas Thauhid, sapaan akrabnya.

Dia menyebutkan, bahwa sebelumnya Disdikbud Kukar, pernah menerbitkan buku ajar Bahasa Kutai. Namun, karena adanya kendala teknis, dan perlunya penyesuaian isi. Jadi saat ini, pihaknya kembali menyusun ulang buku tersebut, secara lebih komprehensif.

Tak hanya itu, Thauhid juga menambahkan. Bahwa kamus khusus juga tengah disiapkan. Yakni sebagai pelengkap proses pembelajaran. Hal ini diharapkan, dapat membantu peserta didik dalam memahami Bahasa Kutai. Agar sesuai dengan konteks wilayah masing-masing.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor.

“Proses  ini tidak bisa terburu-buru. Materi untuk kelas 1, tentu berbeda dengan kelas 2, dan begitu seterusnya. Semua harus dirancang dengan cermat. Agar anak-anak mudah paham,” terang Thauhid.

Thauhid juga menegaskan. Bahwa buku muatan lokal, tidak akan menjadi beban bagi siswa. Kata Thauhid, Pemerintah Daerah berkomitmen. Yakni untuk mencetak, dan mendistribusikannya secara gratis, ke seluruh sekolah di Kukar.

Tentunya dengan melibatkan para pakar, dan memperhatikan keragaman bahasa di setiap kecamatan. Maka Disdikbud Kukar berharap, silabus muatan lokal yang disusun, benar-benar mencerminkan kekayaan budaya daerah. Sehingga mampu ditransfer secara efektif, kepada generasi muda.

“Mau etamkan bahasa Kutai, tetap eksis. Makanya kami polah bagaimanapun caranya. Supaya bisa terwujud,” pesan Thauhid. (Adv/Disdikbud Kukar)

Tinggalkan Balasan