24/04/2026

Dispora Akan Pertandingkan 14 Cabor di POPDA Kaltim XVII-2025

0
Dispora Akan Pertandingkan 14 Cabor di POPDA Kaltim XVII-2025

Dispora Akan Pertandingkan 14 Cabor di POPDA Kaltim XVII-2025. Tampak foto atlet Cabor Sepak Bola Samarinda meriah juara di POPDA XVI-2022 di Paser. Acara serupa akan digelar kembali POPDA XVII-2025 di PPU

Loading

Iklan Benner Dispora Kaltim 2025

AspirasiNews.id, Samarinda- Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) akan kembali melaksanakan perhelatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kaltim XVII-2025. Perhelatan kompetisi antar pelajar se-Benua Etam ini akan dipusatkan Penajam Paser Utara (PPU) pada awal Oktober 2025 mendatang. Namun kali ini dalam pelaksanaan POPDA, Dispora Kaltim menginformasikan akan mempertandingkan 14 cabang olahraga (cabor) saja. Jadi tidak akan mempertandingkan seluruh cabor, yang jumlahnya mencapai 21, seperti yang umumnya dilaksanakan pada ajang POPNAS (Pekan Olahraga Pelajar Nasional).

Perampingan jumlah Cabor pertandingan di POPDA Kaltim 2025, dari 21 menjadi 14 ini banyak faktor. Karena terkait dengan alasan efisiensi anggaran, dan keterbatasan fasilitas di daerah. Hal ini juga merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021. Tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Aturan itu menyatakan bahwa daerah tidak diwajibkan memiliki semua cabor, melainkan bisa fokus pada cabor unggulan yang potensial dikembangkan. Kemudian keputusan ini juga sudah disetujui bersama oleh Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) kabupaten kota di Kaltim.

BANK KALTIM KPR
BANK KALTIM KPR

“Rencananya kita akan laksanakan hanya 14 cabang olahraga di POPDA kaltim 2025 nanti. Kemudian juga ditambah dua cabor usulan daerah, sebagai ekshibisi. Tetapi tidak masuk perolehan medali,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading di Kantor Dispora Kaltim, Gedung Kadrie Oening (GKO) Tower, Jalan PM Noor, Sempaja, Samarinda beberapa waktu lalu.

Rasman juga menyebut, keputusan tersebut sudah melalui pembahasan bersama pemerintah daerah (Pemda) di kabupaten kota se-Kaltim. Terutama bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU yang akan menjadi tuan rumah POPDA Kaltim 2025. Terlebih juga karena mempertimbangkannya kondisi di lapangan, seperti keterbatasannya peralatan dan venue pertandingan.

“Kenapa cuma 14 cabor saja, tidak 21 seperti POPNAS? Karena seluruh anggaran di setiap daerah itu semua mengalami efisiensi. Walaupun ada cabor yang ingin ditambah. Kita tetap harus melihat kondisi keuangan dan fasilitas tuan rumah,” kata Rasman mewakili Kepala Dispora Kaltim, HM Agus Hari Kesuma (AHK).

Rasman juga menambhakan, bahwa peyusutan jumlah cabor jadi 14 itu dilakukan karena semua dalam keterbatasan anggaran. Tidak hanya di tingkat Pemkab dan Pemerintah Kota (Pemkot) saja, tetapi juga dialami oleh tingkat pemerintah provinsi (Pemprov) Kaltim. Selain itu ada beberapa daerah juga belum memiliki kesiapan dari bidang SDM atlet, maupun peralatan pendukung di arena pertandingan.

“Dari kesepakan bersama kita ambil 14 cabor di POPDA Kaltim 2025, karena dari 14 cabor ini semua masuk dalam 21 cabor POPNAS. Kedua mengenai kesiapan anggaran. Ketiga karena tuan rumah tidak memiliki atlet atau peralatan untuk cabor tertentu,” urai Rasman.

Rasman juga menerangkan, pemilihan 14 cabor yang dipertandingkan tetap mengacu pada daftar cabor yang ada di POPNAS. Kemudian disesuaikan dengan kesiapan daerah di kabupaten kota. Selanjutnya Dispora Kaltim juga memperhatikan kemampuan dari pengurus kabupaten kota dari bidang atlet. Terutama dalam memenuhi jumlah minimal peserta, untuk setiap nomor pertandingan. Jadi dengan begitu, pertandingan bisa berlangsung dan diikuti oleh seluruh perwakilan.

Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading

“Jadi perampingan 14 cabor di POPDA Kaltim 2025 ini tidak hanya efisisnesi anggaran saja. Namun juga ada faktor lain. Seperti kesiapan atlet setiap daerah untuk setiap nomor pertandingan. Agar bisa berjalan, jadi semua daerah harus sepakat mengirimkan atletnya,” ucap Rasman.

Diungkapkan Rasman, bahwa dalam aturan POPDA, satu nomor tanding minimal harus diikuti empat peserta. Jika jumlahnya kurang, maka pertandingan tidak bisa digelar. Hal inilah yang juga menjadi alasan beberapa cabor tidak diikutsertakan. Jadi semua harus memenuhi standarisasi peraturan yang berlaku.

“Persyaratan di POPDA itu satu nomor tanding minimal empat peserta. Kalau kurang dari itu tidak boleh dipertandingkan,” ujar Rasman.

Sebagai informasi, 14 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di POPDA Kalimantan Timur 2025 Penajam Paser Utara (PPU) diantaranya. Atletik, balap sepeda, bola basket, bola voli, bulu tangkis, karate, menembak, panahan, pencak silat, renang, senam artistik, sepak bola, taekwondo, dan tinju.

Kemudian 21 Cabor yang dipertandingkan di POPNAS adalah. Atletik, angkat besi, bola basket, bola voli, bulu tangkis, dayung, judo, karate, kempo, menembak, panahan, panjat tebing, pencak silat, renang, senam, sepak takraw, sepak bola, taekwondo, tenis, tinju, dan wushu, menurut Kemenpora (Kementrian Pemuda dan Olahraga).

Jadi untuk sementara 7 cabor yang tidak dipertandingkan di POPDA Kaltim 2025 antara lain. Wushu, sepak takraw, tenis lapangan, angkat besi, dayung, panjat tebing, dan judo. (Adv/Adm1)

14 Cabor Pertandingan POPDA Kaltim XVII-2025 di PPU Oktober Nanti

1-Atletik

2-Balap Sepeda

3-Bola Basket

4-Bola Voli

5-Bulu Tangkis

6-Karate

7-Menembak

8-Panahan

9-Pencak Silat

10-Renang

11-Senam Artistik

12-Sepak Bola

13-Taekwondo

14-Tinju

Tinggalkan Balasan