28/05/2024

Rakor Kemendagri Bahas Pengendalian Inflasi, THR hingga Pasar Murah

0
Suasana Rakor Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)

Suasana Rakor Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dilaksanakan oleh Kemendagri secara virtual (Zoom) Ruang Tempudau Kantor Bupati Kutim. (Nasruddin)

AspirasiNews.id, Sangatta– Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Digagas oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual (Zoom) di Ruang Tempudau Kantor Bupati Kutim, Senin (18/3/2024) pagi.

Rakor Pengendalian Inflasi yang digelar rutin ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Gedung Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri, Jakarta. Diikuti secara daring maupun luring oleh Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan stakeholders terkait.

BANKALTIM CMS

Tampak hadir langsung dalam rapat koordinasi kali ini, yakni Asisten Administrasi Umum Setkab Kutim Sudirman Latif. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim Dyah Ratnaningrum. Kepala Bappeda Kutim Noviari Noor, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutim Andi Nurhadi Putra. Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kutim Bennie Hermawan, Kabag Prekonomian Setkab Kutim Vita Nurhasanah. Kabid UKM Dinas Koperasi Kutim Sombaran dan perangkat dinas (PD)terkait lainnya.

Dalam arahannya, Tito mengatakan bahwa permasalahan inflasi harus dijadikan atensi. Karena sangat penting untuk menjaga situasi ekonomi dan membantu masyarakat. Secara nasional Inflasi di bulan Februari 2,75 persen naik dibandingkan bulan sebelumnya yakni 2,57 persen.

“Kita harus bersyukur pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5 persen dan diakui oleh dunia pertumbuhan ekonomi kita bagus,” ujarnya.

Ia menambahkan dengan adanya kenaikan beberapa komoditas harga barang dan jasa. Perlu diimbangi dengan kemampuan daya beli.

“Tolong bagi daerah yang inflasinya diatas angka indikator nasional agar betul-betul mencari dan menemukan apa penyebabnya. Dengan melakukan rapat internal dan cek lapangan. Setelah itu lakukan intervensi-intervensi sesuai dengan diagnosa penyebabnya. Kami juga memberikan apresiasi yang tinggi atas kerja kerasnya bagi daerah yang inflasinya di bawah atau sama dengan angka indikator nasional, tolong dipertahankan,” ucapnya.

Usai mengikuti Rakor, Asisten Administrasi Umum Setkab Kutim Sudirman Latif mengatakan Rakor TPID merupakan kegiatan rutin yang selalu digelar setiap pekan oleh Bapak Mendagri RI Tito Karnavian. Untuk memonitoring dan evaluasi di setiap daerah-daerah dalam hal mengendalikan inflasi.

“Secara umum inflasi di Kaltim berada diangka 3,28 persen, masih di atas rata-rata nasional yaitu 2,75 persen. Tetapi ditempat kita (Kutim) masih aman dan terkendali karena diproduksi oleh petani kita sendiri. Seperti beras, cabai, bawang merah yang saat ini mulai panen dibeberapa tempat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa untuk mengantisipasi kenaikan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H. Pemkab Kutim melalui Disperindag, Dinas Ketahanan Pangan dan DTPHP melakukan operasi pasar maupun gerakan pasar murah.

“Peninjauan kelapangan atau sidak di pasar rutin kita lakukan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok,” jelasnya.

Selain itu, Sudirman menambahkan dalam rakor, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan kondisi ekonomi global akibat perang yang melibatkan beberapa negara. Mendagri juga memberikan penjelasan pengendalian ilnflasi dalam negeri agar menjadi perhatian pemerintah daerah. Apalagi dibulan puasa Ramadan yang berlangsung saat ini hingga idul Fitri nanti. Terutama naiknya harga-harga kebutuhan bahan pokok (sembako).

“Inflasi harus menjadi perhatian serius kita. Mengingat dinamika Ramadan sampai Idul Fitri nanti akan berimbas pada kenaikan harga kebutuhan,” bebernya.

Hal lainnya, Mendagri Tito Karnavian membahas terkait dengan pemberian THR dan gaji ke-13 PNS. Alokasi dana dari pemeirntah pusat dalam mekanisme dana alokasi umum ( DAU).

“Untuk THR agar dibayarkan paling cepat 10 hari sebelum hari raya idulfitri, sedangkan gaji ke-13 dibayarkan pada bulan Juni 2024,” urainya.

Berikutnya, menjelang hari raya idul Fitri nanti, pihaknya telah melaksanakan beberapa program kegiatan. Yang dilaksanakan beberapa perangkat daerah (PD).Seperti Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Ketahanan Pangan. yakni akan melaksanakan program operasi pasar dan juga pasar murah.

Dengan melakukan peninjauan lapangan ke Pasar Sangatta Selatan dan Pasar Induk. Namun harus menunggu proses pencairan anggaran terlebih dahulu. Kemudian kita akan turun lapangan.

“Harapannya mudah-mudahan menjelang Hari Raya Idul Fitri, kita bisa mengantisipasi, jadi tidak terlalu khawatir. Karena beberapa sentra produksi dari Kecamatan Kaubun akan segera panen. Sehingga ketersediaan beras akan mencukupi. Begitu juga bawang merah akan segera panen,” tutupnya. (Adv/Adm1)

Tinggalkan Balasan