28/05/2024

Bupati Kutim di Forum Bisnis Bankaltimtara Minta Swasta Ikut Bangun IKN, Dorong Progres KEK MBTK Segera Beroperasi

0
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat menghadiri undangan kegiatan Forum Bisnis Bankaltimtara 2024 di Jakarta.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat menghadiri undangan kegiatan Forum Bisnis Bankaltimtara 2024 di Jakarta. (Irfan)

AspirasiNews.id, Jakarta- Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman Kamis (7/3/2024), usai menghadiri undangan kegiatan Forum Bisnis Bankaltimtara 2024 yang diinisiasi oleh Bankaltimtara di Ballroom Floor 2 Ritz-Carlton Hotel. Ardiansyah menyampaikan sejumlah poin penting. Sebagai kesimpulan dan tindak lanjut progres pembangunan kedepan.

BANKKALTIM DG

“Tadi saya sudah memberikan arahan kepada perwakilan PT Kobexindo Cement untuk segera mengawal pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam paser Utara (PPU) untuk menawarkan bahan semen. Hal ini menjadi (salah satu) langkah nyata bersama Bankalimtara kita bisa mendukung pembangunan IKN. Sesuai dengan tema yang diangkat dalam forum ini bagaimana Kutim bisa terlibat dalam akselerasi pembangunan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tegasnya.

Kemudian poin kedua, yaitu hari ini sudah keluar izin dokumen Program Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) untuk Pelabuhan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

“Jadi dokumen PKKPR KEK MBTK sudah rampung dan hal ini menjadi lampu hijau siap beroperasinya KEK MBTK. Terutama mendapatkan izin beroperasinya kapal di pelabuhan yang sudah lama ditunggu-tunggu,” sambung Ardiansyah yang mengenakan kemeja batik.

Progres ini menjadi salah satu dasar untuk menggenjot KEK MBTK agar segera beroperasi. Dia merasa yakin, progres lainnya yang dibutuhkan segera terpenuhi. Dalam forum disampaikan bahwa Kawasan Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) di Kabupaten Bulungan Kaltara dengan luasan mencapai 13 ribu hektar sudah siap dan Kutim dengan Pelabuhan KEK MBTK. Dengan luasan 500 hektare yang siap menyusul.

Ditambahkan Ardiansyah, dengan keluarnya dokumen PKKPR ini kegiatan di Pelabuhan KEK MBTK siap. Salah satunya chemical yang sudah disiapkan bisa berkembang dengan cepat dan beroperasi. Karena, sambung Ardiansyah, PPKPR ini menjadi muara beroperasinya pelabuhan. Dokumen ini pun sudah keluar dan berikutnya akan fokus terkait izin lingkungan dari Kementerian Lingkungan dan Kehutanan (KLHK).

“Paling cepat satu atau dua bulan kita akan selesaikan, sebelum Juni 2024,” ulasnya.

Arahan terakhir dari Ardiansyah yakni mengajak dan mengimbau kepada perusahaan di Kutim yang masih belum mampu melakukan komunikasi, untuk segera turun melakukan penjajakan kerja sama. Orang nomor satu di Pemkab Kutim itu turut didampingi sejumlah perwakilan perusahaan dan stakeholder yang hadir.

“Saya tadi sudah perintahkan segera komunikasi dengan Bankaltimtara. Karena terkait dengan skema-skema apa yang akan kita lakukan. Nah temu bisnis ini barangkali bisa menjadi salah satu tujuan yang baik untuk mengembangkan kinerja program pembangunan. Seperti PT Palma Serasih Indonesia (PSI), PT Kobexindo Cement, Koperasi Taruna Bina Mandiri (TBM), Telen Prima Sawit (TPS) hingga konsultan CSR PT Indexim,” ujarnya.

Ardiansyah berharap semua perusahaan dimaksud bisa bekerjasama dengan Bankaltimtara. Menyiapkan skema di dalam pendanaan bisnis dan usaha. Dari forum ini diharapkan pertumbuhan perekonomian dan Bankaltimtara semakin pesat. Khususnya karena ada nasabah yang memanfaatkan skema bank untuk perusahaan.

Untuk diketahui, Forum Bisnis Bankaltimtara 2024 ini turut dihadiri oleh Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik sebagai pemegang saham pengendali Bankaltimtara. Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang sebagai pemegang saham Bankaltimtara. Hadir pula Direktur Utama Bankaltimtara Muhammad Yamin, Deputi Komisioner Internasional APU/PPT dan Daerah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bambang Mukti Riyadi. Jajaran DPRD Kaltim, para bupati dan wali kota se-Kaltim dan se-Kaltara dan para Dewan Komisaris dan Direksi Bankaltimtara.

Acara ini dipandu oleh moderator Desmona Chandra dengan menghadirkan narasumber yang sudah kompeten di bidangnya. Yakni Direktur Bisnis PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia Andre Permana, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita Ibukota Nusantara (IKN) Agung Wicaksono. General Manager Project PT Kalimantan Industrial Park Indonesia Noka Prihasto, dan Direktur Bisnis dan Syariah Bankaltimtara Muhammad Edwin.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama Bankaltimtara Muhammad Yamin menegaskan forum ini adalah momentum untuk membangun sinergi yang kuat. Mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan bersama-sama membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

“Dari forum diskusi serta kolaborasi Forum Bisnis ini dapat melahirkan ide inovatif dan solusi pragmatis untuk mengakselerasikan pembangunan infrastruktur. Mendukung pertumbuhan ekonomi dan pada akhirnya menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” tegasnya.

Ditambahkan Yamin, Bankaltimtara kini juga telah masuk dalam Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 dengan modal inti Rp 8,4 triliun. Modal kuat ini makin memperkokoh struktur keuangan dan memperluas kapasitas perusahaan dalam mendukung proyek infrastruktur vital. Memberikan layanan keuangan yang lebih baik kepada masyarakat. Hal ini menjadi komitmen Bankaltimtara untuk memperkuat posisinya dalam mendukung pembangunan nasional.

Menurutnya, forum bisnis dengan tema “Akselerasi Pembangunan Infrastruktur untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan” ini bertujuan sebagai wadah kolaborasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Yamin menyampaikan bahwa Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025-2045 telah menetapkan visi besar. Yakni menjadikan Indonesia sebagai negara maju dengan ekonomi global lima besar. Dia menilai, target ini tidak mudah, tetapi sangat mungkin terwujud dengan pertumbuhan ekonomi di kisaran 8-9 persen. Salah satu upaya upaya strategis dalam mewujudkan visi tersebut adalah pembangunan IKN di Kaltim yang menjadi pusat pemerintahan baru. Lokomotif ekonomi baru, khususnya bagi Kaltim dan Kaltara.

Di Kaltara, katanya, terdapat Kawasan Industri Hijau Indonesia yang dikelola salah satunya oleh KIPI. Kawasan industri ini diharapkan menjadi masa depan Indonesia yang mampu menjadi daya tarik bagi industri yang memproduksi produk hijau. Pembangunan infrastruktur yang merata menjadi kunci utama dalam mendukung visi ini. Menghubungkan satu daerah dengan daerah lain, meningkatkan efisiensi dan membuka akses ke wilayah terpencil, terdepan serta terluar.

“Karena itu, sebagai upaya untuk terus mewujudkan kontribusi kami terhadap pembangunan regional. Kami menggelar Forum Bisnis Bankaltimtara 2024 dengan mengundang seluruh kepala daerah sebagai pemegang saham serta para pelaku usaha,” tutupnya.

Forum bisnis ini dirangkai pula dengan, Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemprov Kaltim, Bankaltimtara dan beberapa stakeholder terkait akselerasi pembangunan di Kaltim. Mendukung kemajuan ekonomi berkelanjutan. Dilanjutkan diskusi bisnis antara peserta dengan narasumber. (Adv/Adm1).

Tinggalkan Balasan