28/05/2024

Pemkab Kutim Sambut Sultan Kutai Jelang Pelantikan MPAB, Dijamu Makan Malam

0
Bupati Kutai Timur Drs H Ardiansyah Sulaiman MSi menyambut Kedatangan Sultan Kutai Kartanegara Drs Aji Muhammad Arifin MSi saat tiba di tangga Pendopo Rujab dalam rangka menghadiri malam ramah tamah Lembaga Budaya dan Adat Kutai Kabupaten Kutai Timur.

Bupati Kutai Timur Drs H Ardiansyah Sulaiman MSi menyambut Kedatangan Sultan Kutai Kartanegara Drs Aji Muhammad Arifin MSi saat tiba di tangga Pendopo Rujab dalam rangka menghadiri malam ramah tamah Lembaga Budaya dan Adat Kutai Kabupaten Kutai Timur.

AspirasiNews.id, Sangatta– Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menyambut kedatangan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin dan Ratu berserta rombongan. Dalam acara malam ramah tamah, Majelis Pemangku Ada dan Budaya (MPAB) Kutim di Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Kompleks Perkantoran Bukit Pelangi Sangatta, Senin (3/3/2024) malam. Ardiansyah menyampaikan ucapan selamat datang kepada Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin dan Ratu Ing Martadipura.

BANKALTIM EMAS

Bupati merasa bersyukur dan bangga bisa bersilaturrahmi dengan Sultan dan Ratu Ing Martadipura dari Keraton Kutai Tenggarong. Acara yang berlangsung hangat tersebut turut dihadiri Ketua Harian Lembaga Adat Kutai (LAK) Provinsi Kaltim Prof Syahrun mewakili Ketua Umum Syahbani. Juga dihadiri Ketua Umum LAK Kutim Rusdi Noor beserta seluruh pengurus.

“Lembaga atau organisasi yang terkait dengan kedaerahan di Kaltim dan Kutim banyak sekali. Jadi khusus untuk Kutai baru saja saya melantik IPB atau Ikatan Pemuda Borneo. Kemudian beberapa bulan lalu Sempekat Keroan Kutai juga dilantik. Serta banyak lagi organisasi Kutai di Kutai Timur ini,” kata Bupati.

Berikutnya akan segera dikukuhkan Majelis Pemangku Adat dan Budaya Kutai. Setelah itu Majelis Pemangku dan Adat Kutai Kabupaten Kutim akan memilih pemangku.

“Jadi kami ndik (tidak bahasa Kutai) menyebut ketua adat. Karena sesuai dengan undang-undang Kutai Pemangku, bukan ketua dan kepala. Ini yang kita tunggu,” kata Ardiansyah.

Kesempatan bersua dengan Sultan lantas digunakan Bupati untuk menyampaikan program dukungan terhadap pembangunan adat dan budaya di daerah ini. Salah satunya program pembangunah gedung adat Kutai. Saat ini sudah hampri 95 persen dan hampir selesai. Tinggal menyiapkan perangkatnya, termasuk juga halamannya.

“Jadi Insya Allah gedung adat itu nanti akan menjadi tempat pelantikan Pemangku Adat dan Budaya Kutai Kabupaten Kutai Timur. Karena mengacu kepada struktur di Kutai. Sultan merupakan pemangku adat tertinggi dan di bawahnya harus mengacu ke sana,” tegasnya.

Sesuai dengan hasil konsultasi dan koordinasi kesultanan Kutai, maka nantinya Majelis Pemangku Ada dan Budaya Kutim ini menjadi bagian tak terpisahkan dengan Kesultanan. Nantinya, sambung Ardiansyah, bisa jadi akan dibentuk Lembaga Pemangku Adat dan Budaya tingkat Kota dan Kabupaten. Hal tersebut didasari oleh sejarah bahwa wilayah kekuasaan Kesultanan Kutai dulu itu luas sekali.

“Tetapi adat Kutai harus ada di mana-mana sesuai dengan kekuasaan kesultanan Kutai yang pernah ada di Kalimantan Timur,” harap Bupati diakhir sambutannya seraya mempersilahkan yang ingin bernyanyi dan betingkilan.

Diakhir acara Bupati berkesempatan menyanyikan sebuah lagu Kutai berjudul Sungai Sangatta. Diiringin kelompok tingkilan Kutai. (Adv/Adm1) .

Tinggalkan Balasan