29/05/2024

Puji Setyowati Dorong Pemerintah, Edukasi Masyarakat Waspada Bahaya TBC

0
Puji Setyowati

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Puji Setyowati

DPRD KALTIM

AspirasiNews.id, Samarinda- Puji Setyowati, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap penyakit tuberkulosis (TBC). Karena TBC merupakan penyakit menular berbahaya. Bahkan dapat mengancam nyawa seseorang, jika tidak ditangani dengan benar.

BANKKALTIM DG

Diterangkan Puji, TBC bisa menyerang siapa saja. Tanpa memandang status ekonomi, usia atau pun jenis kelamin. Melihat bahayanya penyakit TBC itu, politisi Demokrat ini berikan imbauan kepada masyarakat. Agar waspada terhadap penyakit, yang sering menyerang organ paru-paru tersebut.

“Penyakit TBC ini bisa menimpa siapa saja. Jadi masyarakat harus waspada. Dan terus menjaga kesehatan serta kebersihan,” kat Puji.

TBC diuraikannya tidak hanya menyerang fisik penderitanya. TBC juga dapat mengancam kesejahteraan dari keluarga penderita. Karena penderita TBC harus beristirahat dengan waktu yang cukup lama. Sehingga tidak bisa bekerja seperti biasa. Tentunya itu berdampak pada penghasilan.

“Kalau salah satu anggota keluarga terkena TBC, secara perlahan-lahan ekonomi keluarga akan hancur. Karena tidak bisa bekerja. Jadi harus dicegah,” sebut Puji.

Puji juga terus mewanti-wanti warga agar patut untuk waspada. Dengan melakukan pencegahan. Jadi diperlukan peranan pemerintah untuk memberikan edukasi dini pada masyarakat. Bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit ini.

“Kami berharap agar masyarakat bisa bekerja sama dengan pemerintah dalam mencegah penyakit TBC ini,” ajak Puji.

Politisi Demokrat ini juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyediakan fasilitas kesehatan (faskes) di tingkat dasar. Seperti puskesmas, untuk membantu masyarakat yang terinfeksi penyakit TBC. Pemerintah juga akan memberikan obat gratis selama enam bulan dan mengontrol perkembangan kesehatan penderita.

“Puskesmas disini perannya sangat penting. Obat TBC itu akan diberikan gratis selama enam bulan pada penderita yang lapor. Kemudian pemerintah melalui tenaga kesehatan akan mengontrol dampak positifnya,” pungkas wanita berkerudung ini.(Adv/Adm1)

Tinggalkan Balasan