28/05/2024

UINSI Samarinda Gelar Workshop Kehumasan, Kupas Tuntas Transformasi Digital dan Jurnalistik

0

UINSI Samarinda Gelar Workshop Kehumasan, Kupas Tuntas Transformasi Digital dan Jurnalistik

AspirasiNews.id, Samarinda- Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menggelar Workshop Kehumasan pada Kamis (20/7/2023). Bertema “Transformasi Digital pada Layanan Akademik, Administrasi dan Informasi”. Acara yang dihelat di Aula Rektorat Lt 3, Kampus II, Jl HAM Rifaddin Kota Samarinda ini menghadirkan 4 narasumber dengan dua sesi.

BanKaltimtara / Bank Kaltim-Kaltara

Pertama, diisi oleh Bambang Kukilo AS, S.Kom., M.MSI. dari Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur, dan Ramaon Dearnov Saragih, S.Hut, Ketua Komisi Informasi (KI) Provinsi Kalimantan Timur.

Kemudian dilanjutkan oleh Desman Minang, S.HI., M.H, Direktur Koran Kaltim dan Toni Hariyadi, S.E, Kepala Perwakilan Disway Samarinda yang khusus membahas tentang Jurnalistik Media Online.

BANBANG Kukilo AS saat memaparkan mareri tentang mindset digital

Narasumber I, Bambang Kukilo A.S., S.Kom., M.MSI. membahas tentang Mindset Digital. Dalam kesempatan itu, ia menuturkan bahwa UINSI bisa semakin maju dengan memaksimalkan peran mahasiswa dan seluruh unsur di lingkungan UINSI untuk berkontribusi aktif terhadap integrasi dunia digital.

Dikatakannya UINSI jangan hanya fokus pada website, tetapi juga harus bisa berkembang maju dengan mengefisiensikan mahasiswa dan orang orang yang berperan didalamnya. Kita tentu butuh tenaga yang mempunyai basic IT agar bisa memberi gambaran kepada seluruh mahasiswa akan betapa pentingnya mindset digital dalam dunia kerja. Karena dalam dunia kerja banyak masalah-masalah baru yang perlu diselesaikan dengan cara yang efektif salah satu sarananya adalah dengan pemanfaatan teknologi.

“Dengan bantuan teknologi, urusan kuliah menjadi nyaman, urusan akademik bagus dan urusan dalam dunia kerja juga mudah dalam mencapai tujuannya,”

RAMAON Dearnov Saragih Menjelaskan tentang keterbukaan informasi publik

Narasumber II, Ramaon Dearnov Saragih, S.Hut. menjelaskan tentang keterbukaan informasi publik. Ia berpendapat bahwa implementasi digitalisasi bisa terwujud jika sumber daya manusianya bisa beradaptasi dan menerima semua inovasi digital.

“Walaupun sebenarnya seluruh media sosial dibuat oleh masing-masing negara dan bisa diawasi pula oleh masing masing negara yang terlibat. Sekarang informasi publik harus dan wajib diketahui oleh seluruh pengguna informasi,” kata Ramaon.

INDONESIA Raya dan mars UINSI dikumandangkan terlebih dulu sebelum pembukaan dan acara dimulai.

Katanya, hak dan kewajiban masyarakat dalam memperoleh informasi, mengetahui, mencari, dan menyebarluaskan informasi publik. Kemudian juga bisa mengajukan permintaan informasi, mengajukan gugatan ke pihak berwajib jika terjadi keterlambatan dan tidak sedianya pihak terkait untuk meminta informasi.

“Informasi yang wajib diumumkan secara berkala, wajib hukumnya untuk diumumkan seluruh ringkasan laporan yang ada jika diminta secara bersurat,” tandasnya.

TONI Hariyadi mengulas bijak bermedi sosial

Narasumber III, Toni Hariyadi, S.E. mengulas tentang bijak bermedia sosial. Baginya, menggunakan medsos secara bijak harus sesuai dengan pedoman dan tidak sembarangan mengunggah.

Pada era digital yang canggih saat ini kita dapat mengakses apapun dengan alat gadget yang hampir semua masyarakat saat ini memilikinya. Oleh sebab itu, lebih selektif dan bijaklah dalam memilih informasi yang ingin disebarkan. Hati-hati dalam menyebarkan data pribadi untuk menghindari perilaku buruk dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

PULUHAN peserta terdiri dari struktur fungsional kehumasan, dosen dan mahasiswa serta BEM UINSI begitu antusias saat membahas tentang tata cara bermedsoa yang bijang oleh Toni Hariyadi.

Batasi penggunaan medsos karena berlebihan dalam pengggunaan dapat mengurangi produktifitas kinerja. Periksa keamanan untuk melindungi data pribadi. Pertimbangkan postingan tersebut apakah berdampak baik dan buruk bagi diri pribadi. Jangan mudah percaya berita palsu (hoax) yang dapat menyesatkan orang lain. Kelola pertemanan akun media sosial hanya dengan orang orang yang terpercaya.

TONI berpesan pada peserta workshop agar tidak mudah percaya berita palsu (hoax) yang dapat menyesatkan orang lain, jadi haris di cek dulu kebenarannya melalui sumber terpercaya.

“Apapun yang dibagikan dalam media sosial pertimbangkanlah dengan bijak dikarenakan apa yang akan anda posting bersifat permanen dan meninggalkan jejak digital selamanya.”

Desman Minang Menbeberkan tata cara meningkatkan kemampuan jurnalistik profesional

Narasumber IV, Desman Minang, S.HI., M.H. menjelaskan tentang bagaimana cara untuk meningkatkan kemampuan jurnalistik hingga profesional. Menurutnya, wartawan profesional adalah yang memahami tugasnya sebagai jurnalis.

“Wartawan profesional bekerja sesuai dengan kode etik seperti dalam reportasi atau peliputan. Penulisan berita akurat dan berimbang, serta pemilihan diksi bahasa yang baik dan benar berdasarkan KBBI,” urai Desman.

AGUS Prajitno (songkok hitam) saat menjadi koderator untuk 4 narasumber dalam acara workshop kehumasan UINSI Samarinda.

Dalam mempublikasikan berita untuk media mainstream perlu menggunakan tata bahasa yang bisa dicerna oleh semua kalangan masyarakat, sesuai pada porsinya. Seorang wartawan ketika melakukan peliputan tentu seseorang menunjukan data dirinya. Menghormati hak privasi.

Menghormati traumatic narasumber dalam penyajian berita seperti anak dibawah umur baik itu pelaku maupun korban tercantum dalam PPRA menikuti KUHP yaitu anak dibawah 19 tahun masih dalam kategori dibawah umur.

FLAYER acara workshop kehumasan UINSI Samarinda menuju transformasi digital pada layanan akademik, administrasi dan informasi.

“Tidak melakukan plagiat dan murni hasil dari kita sendiri. Dikarenakan wartawan itu terjun dan hadir dalam posisi untuk mencari tahu apa yang terjadi sesungguhnya di lapangan untuk diolah menjadi berita tanpa plagiat,” seru Desman.(Adm)

Tinggalkan Balasan