24/04/2026

Gedung Sekolah Megah Tanpa Akses, Anggota DPRD Desak Pembangunan Pendidikan yang Terintegrasi di Pedalaman Kaltim

0
Gedung Sekolah Megah Tanpa Akses, Anggota DPRD Desak Pembangunan Pendidikan yang Terintegrasi di Pedalaman Kaltim

Gedung Sekolah Megah Tanpa Akses, Anggota DPRD Desak Pembangunan Pendidikan yang Terintegrasi di Pedalaman Kaltim. Anak sekolah SD saat melewati jalan yang becek dan rusak karena akses belum disemenisasi di berbagai daerah di Kaltim, yang dinilai sebagai penghambat mengaskses pendidikan.

Loading

Iklan Benner DPRD Kaltim 2025

AspirasiNews.id, Samarinda- Ketimpangan pembangunan infrastruktur pendidikan, di daerah terpencil Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menjadi sorotan tajam. Bukan soal kurangnya gedung sekolah, melainkan ketiadaan akses jalan, dan fasilitas penunjang lainnya. Sehingg membuat bangunan-bangunan megah itu, seolah tak berguna. Sorotan itu kali ini datang dari Anggota Komisi-IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan.

DIrinya menyoroti fakta, pembangunan pendidikan masih kerap berjalan sendiri-sendiri. Yakni tidak bersamaan dengan pembangunan infrastruktur dasar lainnya. Seperti akses jalan, transportasi, dan layanan dasar bagi siswa. Agar tujuan utama dalam pembangunan, untuk pemerataan pendidikan bisa langsung dinikmati masyarakat.

Bankaltimtara Transaksi Lebih Dekat
Bankaltimtara Transaksi Lebih Dekat

“Pembangunan sekolah, tidak seharusnya hanya mengedepankan sisi fisik semata. Apa artinya gedung megah, jika akses jalannya rusak, atau bahkan tidak tersedia sama sekali? Ini menunjukkan, perencanaan yang belum menyentuh persoalan riil masyarakat,” jelas Agusriansyah, sapaan akrabnya, belum lama ini.

Pernyataan Agusriansyah menyiratkan, pendekatan pembangunan yang bersifat sektoral, dan tidak terintegrasi, kerap kali gagal menjawab kebutuhan nyata warga di pedalaman. Banyak sekolah di kawasan 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), dibangun tanpa mempertimbangkan aksesibilitas bagi siswa, maupun guru.

Dia menekankan, pentingnya pendekatan holistik dalam membangun pendidikan. Jadi yang tak hanya berhenti pada berdirinya bangunan sekolah. Dikatakannya, pemerintah juga harus menjamin ketersediaan sarana pendukung lainnya. Seperti jalan, transportasi yang memadai, bahkan asrama, dan program pemenuhan gizi bagi siswa.

“Setiap anak di pelosok desa Kaltim, berhak memperoleh akses pendidikan yang setara dengan anak-anak di perkotaan. Jangan sampai kondisi geografis, menjadi alasan mereka tertinggal. Apalagi sampai putus sekolah. Hanya karena tidak mampu menjangkau sekolah,” tegas Agusriansyah, Legislator dari PKS itu, baru-baru ini.

Dia juga mendorong, agar kebijakan pembangunan tidak lagi dikerjakan secara terpisah-pisah, dimasing-masing sektor. Dia menyebut, perlunya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga desa. Agar pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

“Yang dibutuhkan, bukan proyek-proyek terpisah. Melainkan pendekatan yang saling terhubung. Sekolahnya dibangun, jalannya disiapkan, asrama disediakan bila perlu. Dan, dukungan nutrisi bagi siswa juga diperhatikan,” terang Agusrianysah, saat ditemui di Kantor DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda.

Pihaknya juga mengusulkan, adanya evaluasi menyeluruh. Terhadap kebijakan pembangunan pendidikan, yang terlalu berorientasi pada capaian fisik. Menurutnya, keberadaan gedung sekolah semata, tidak menjamin kualitas, dan pemerataan pendidikan. Jika akses dasar tetap terabaikan.

“Pendidikan ini adalah investasi jangka panjang. Jangan sampai ada sekolah yang berdiri megah, namun kosong. Karena tidak ada siswa yang bisa mengaksesnya. Pendidikan harus dibangun secara utuh, bukan setengah jalan,” pesan Agusriansyah, yang khas dengan songkok hitamnya itu. (Adv/DPRD Kaltim)

Tinggalkan Balasan