Jalur Jongkang–Loa Lepu Miliki Potensi Tersembunyi, Salehuddin Dorong Kehadiran UMKM Kuliner
Jalur Jongkang–Loa Lepu Miliki Potensi Tersembunyi, Salehuddin Dorong Kehadiran UMKM Kuliner. Ilustrasi Jalur Jongkang Kutai Kartanegara.
![]()

AspirasiNews.id, Samarinda- Jalur Desa Jongkang dan Loa Lepu, Kabupaten Kutai Kartanegera (Kukar), kini mulai ramai dilewati masyarakat. Antara Samarinda dan Tenggarong. Selain menghemat waktu, jalur ini juga menawarkan jalan yang mulus. Sekretaris Komisi-I DPRD Kaltim, Salehuddin melihat, jalan ini memiliki potensi besar. Terutama dalam menggerakan roda ekonomi lokal, dengan mengembangkan kawasan kuliner. Yakni melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah sekitar Kukar.
“Lalu lintas di jalur ini sudah sangat aktif, bahkan kini menjadi pilihan utama pengendara. Ini peluang emas, untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar,” jelas Salehuddin, belum lama ini.

Salehuddin juga menyampaikan, bahwa animo masyarakat sekitar cukup besar. Terutama dalam membuka warung, dan kedai di pinggir jalan tersebut. Hal ini sebagai tanda, atas besarnya potensi yang tersembunyi di kawasan itu.
Namun, Salehuddin menyayangkan. Belum adanya perhatian dari pemerintah daerah (Pemda) dalam menata, dan mengembangkan kawasan ini secara optimal. Sehingga terlihat sekan dibiarkan mengalis begitu saja.
“Warga sudah bergerak, tinggal bagaimana pemerintah menyusul dengan perencanaan yang matang. Agar usaha mereka bisa berkembang lebih baik, lebih tertata,” kata Salehuddin, Legislator dari Partai Golkar ini, baru-baru saja.
Salehuddin menilai, pengembangan kawasan tersebut, tidak hanya membuka ruang. Khususnya bagi pelaku usaha makanan, dan minuman. Namun juga menghadirkan lapangan kerja baru, dan bisa mengurangi angka pengangguran.
Dirinya mengatakan, efisiensi waktu yang dihasilkan. Dari perjalanan Samarinda menuju Tenggarong, mapun sebaliknya makin menarik. Baik dari sisi investasi, dan pariwisata lokal, di kawasan tersebut.
“Kawasan ini bisa menjadi wajah baru Kukar, terutama dalam mempromosikan wisata berbasis lokal. Tapi tentu perlu didukung dengan fasilitas umum (Fasum), yang layak. Seperti tempat parkir, sistem drainase, dan pengelolaan sampah,” ulas Salehuddin.
Salehuddin juga mendorong, berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Seperti Dinas Pariwisata (Dispar), Dinas Perdagangan, untuk segera menyusun desain kawasan kuliner yang ramah lingkungan. Terlebih yang berbasis kebutuhan masyarakat.
Dirinya menyebutkan, bahwa perencanaan teknis, dan keterlibatan masyarakat lokal, menjadi kunci. Sehingga kawasan ini, dapat tumbuh secara berkelanjutan.
“Harus ada kolaborasi, bukan hanya dari sisi anggaran. Tapi juga dalam pengelolaan, dan pengawasan. Pemerintah desa (Pemdes), pelaku UMKM, hingga lembaga pendukung, harus dilibatkan sejak awal,” tutur Salehuddin, Politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kukar ini.
Legislator Kaltim asal Kutai Kartanegara ini mengusulkan. Agar Pemerintah Daerah segera menghadirkan regulasi. Yakni dalam pengembangan sentra kuliner, di kawasan Jongkang-Loa Lepu, Kukar itu.
Menurut Salehuddin, langkah ini sangat penting. Khususnya dalam mendukung keberlangsungan UMKM, dan menghindari adanya konflik tata ruang.
“Sudah saatnya Pemkab membuat langkah konkret. Bukan hanya wacana. Warga sudah bergerak duluan, tinggal bagaimana pemerintah memfasilitasi, dan mengarahkan. Agar semua berkembang secara merata, dan legal,” beber Salehuddin, yang ikonik dengan songkok hitamnya ini. (Adv/DPRD Kaltim)
