Dispora Gelar Akreditasi Pelatih dan Wasit Karate Kaltim untuk Tingkatkan Prestasi Olahraga
Dispora Gelar Akreditasi Pelatih dan Wasit Karate Kaltim untuk Tingkatkan Prestasi Olahraga. Sebanyak 141 peserta terdiri dari 66 pelatih, 75 wasit mengikuti sertifikasi kompetensi untuk meningkatkan kualitas pertandingan karate di Benua Etam
![]()

AspirasiNews.id, Samarinda- Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menggelar kegiatan akreditasi pelatih dan wasit atau juri karate se-Kaltim. Acara yang diikuti oleh ratusan pelatih dan juri/wasit ini dijadwalkan berlangsung selama 2 hari, pada tanggal 3-4 September 2025.
Kali ini agenda peningkatan kapasitan pembina, dan penilai seorang atlet dalam sebuah pertandingan cabang olahraga (Cabor) bela diri ini digelar di Samarinda. Tepatnya di Aula Kantor Dispora Kaltim, Gedung Kadrie Oening (GKO) Tower, dengan dihadiri oleh 141 peserta. Terdiri dari 66 pelatih, 75 wasit, yang terdiri dari berbagai perwakilan 10 kabupaten kota se-Benua Etam. Diantanya seperti Berau, Kutai Barat (Kubar), Paser, Bontang, Balikpapan, Samarinda, dan Tenggarong.

“Akreditasi ini bukan sekadar formalitas. Kami ingin melahirkan pelatih yang berkualitas dan wasit atau juri yang profesional, Sehingga karate Kaltim bisa terus maju dan berprestasi,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading, Rabu (3/9/2025).
Rasman yang juga sebagai Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) acara ini menyampaikan. Bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kepelatihan dan perwasitan. Agar cabang olahraga (Cabor) Bela Diri Karate Kaltim semakin berdaya saing.
Tampak dalam acara ini hadir Ketua Umum (Ketum) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Soekardi. Kehadiriannya untuk memberikan dukungan dan semangat, serta berbagi motivasi bagi ratusan peserta dalam menjalankan tugasnya. Menurut Soekardi, Karate memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Sehingga pembinaan SDM (Sumber Daya Manusia) yang mumpuni menjadi kebutuhan mendesak. Pembinaanya diawali dari pelatih yang kompeten dan prosesional, tentunya juga diikui oleh wasit pertandingan yang berintegritas pula.
“Melalui kegiatan akreditasi ini, diharapkan lahir pelatih dan juri yang berintegritas. Sehingga prestasi karate di Kalimantan Timur semakin meningkat,” pesan Soekardi.

Sementara Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma (AHK) yang secara resmi membuka acara menyampaikan. Pihaknya juga memberikan apresiasi, terutama atas antusiasme peserta. Hal ini menandakan, bahwa semangat untuk meningkatkan kualitas suatu pertandingan dengan hasil penilaian adalah yang utama. AHK juga menekankan pentingnya kualitas dan profesionalisme dalam dunia perwasitan olahraga di Benua Etam ini.
“Karate bukan hanya soal teknik bertarung. Tetapi juga soal keadilan dan sportivitas. Di sinilah peran juri atau wasit dan pelatih sangat menentukan,” seru AHK.
AHK juga menguraikan, bahwa ke depan sebanyak 322 atlet putra dan 240 atlet putri akan berlaga memperebutkan Piala Gubernur Kaltim. Kehadiran pelatih serta juri yang kompeten diharapkan mampu menopang kualitas pertandingan dan prestasi atlet. Karena, nantinya pemenangnya akan mewakili dan membawa nama Kaltim untuk maju di kejuaraan nasional (Kejurnas).
“Melalui kegiatan ini, Dispora Kaltim menegaskan komitmennya. Yakni untuk menjadikan karate sebagai salah satu cabang olahraga unggulan. Jadi tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga nasional,” harap Agus Hari Kesuma. (Adv/Adm1)
