2.068 Maba Polnes Ikuti Permata-2025, Tanamkan Karakter Soft Skill
2.068 Maba Polnes Ikuti Permata-2025, Tanamkan Karakter Soft Skill
![]()
AspirasiNews.id, Samarinda- Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) Jalan Cipto Mangunkusumo, Samarinda Seberang ini, pada Selasa (5/8/2025) sore, telah sukses menutup serangkaian acara Pekan Raya Mahasiswa Tahun Angkatan (Permata)-2025. Permata-2025 Polnes bagi mahasiswa baru (Maba) ini sebelumnya bernama Omaru (Orientasi Mahasiswa Baru). Kali ini Permata-2025 atau masa pengenalan kampus perdana bagi Maba ini dihelat selama 2 hari, sejak Senin (4/8/2025) dengan agenda kegiatan ilmu materi dan praktik. Kesemuanya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang prosesi perkuliahan dan kedisiplinannya Maba secara edukatif, komperhensif, humanis, penuh inspiratif.

Tercatat ada 2.068 Maba, dari 10 jurusan dengan 28 Program Studi (Prodi), mereka semua telah aktif dan dinyatakan menyelesaikan prosesi Permata-2025 tersebut. Agenda tahunan kampus vokasi terkemuka di Kalimantan Timur (Kaltim) ini, dihelat di area Gedung Jurusan Maritim di Kampus Polnes, Jalan Cipto Mangunkusumo tersebut. Disini, para jajaran pimpinan Polnes, mulai dari Direktur, Wakil Direktur (Wadir) semua memberikan arahan edukasi mengenai berbagai tata cara berkuliah.
“Saat ini Omaru diganti Namanya jadi Permata-2025. Ini bertujuan untuk menghilangka kesan pengenalan kampus pada Maba dengan aksi perpeloncoan. Perubahan nama jadi Permata ini semata-mata agar semua Maba paham, dalam bagaimana menjalani perkuliahan akademik. Tidak hanya belajar di kelas dan labotratorium serta di bengkel, tetapi juga mengenai pendidikan karakternya,” jelas Direktur Polnes, Ahyar M Diah usai membuka acara dan memberikan arahan pada ribuan Maba itu.
Diterangkan Ahyar, sebanyak 2.068 Maba yang ikut Permata-2025 Polnes ini adalah Maba pilihan. Karena mereka telah lulus dalam berbagai tahapan seleksi administrasi, maupun ujin tulis dari sekitar 12 ribu pendaftar. Kemudian untuk pengenalan Maba Polnes ini waktunya disusutkan menjadi 2 hari saja, agar tidak terlalu panjang seperti sebalumnya sampai sepekan. Hal itu dikarenakan banyaknya jadwal kegiatan yang dikurangi, terutama menganai fisik. Kemudian diganti dengan kegiatan sharing, diskusi dan pembinaan karakter serta ilmu soft skill.

“Untuk kegiatan fisik kita kurangi, namun agenda baris-berbaris untuk meningkatkan kedisplinan Maba masih ada, dan kerja sama dengan Kompi 611 Awang Long. Kita perbanyak diskui, materi dan karakter soft skill-nya. Kami ingin agar Permata-2025 ini memiliki kesan mendalam bagi Maba, dalam memahami dunia perkuliahan di kampus sebagai mahasiswa Polnes. Sehingga setelah acara, dan memasuki prosesi perkulaiahan, mereka tidak loading, tetapi langsung bisa start,” kata Ahyar didampingi Wadir II, Karyo Budi Utomo.
Hal itu terlihat dalam jadwal Permata-2025 Polnes hari pertama. Dibuka dengan diiringi guyuran hujan, namun tidak menyurutkan panitia pelaksana (Panpel) dan semangat ribuan peserta Permata Polnes untuk melaluinya sebagai tantangan. Mereka diberikan pemahaman mengenai semua peraturan dan tata tertib (tatib) serta tahapan prosesi mulai kuliah di ‘Kampus Hiju’ yang kini sudah berusia 37 tahun ini. Para peserta tampak khidmad saat pemaparan materi dan antusias mengikuti rangkaian acara.

Juga disuguhkan atraksi kolosal ilmu bela diri dan tarian kolaboratif khas budaya Dayak oleh para mahasiswi Seni Polnes. Tidak ketinggalan orasi dari Ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Polnes semakin membakar semangat Maba, dilanjut dengan pengalungan tanda pengenal oleh Direktur sebagai awal acara Permata dimulai. Hingga siang, terik mulai membuat baju basah mereka kering dan berubah gerah, namun acara semakin meriah. Karena adanya pembagian doorprize dari panitia bagi yang dinilai memiliki prestasi dalam permainan games.

Wadir-I Bidang Akademik, Dedy Irawan menambahkan, bahwa penerimaan Maba Polnes 2025 itu ada 3 jalur. Pertama melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang dilakukan oleh pihak sekolah. Kedua jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Ketiga ini adalah jalur Mandiri Konsorsium Politeknik Negeri se-Indonesia. Untuk SNBP dan SNBT keduanya bersifat nasional dari pusat. Kemudian untuk jalur Mandiri ini dalam hal jadwal tes, bentuk soal, kompoisisi soal dan penilaian sama di seluruh Poltek se-Indonesia pada bulan Juni lalu.

“Ada beberapa kuota kosong karena mereka tidak daftar ulang, jadi untuk menutupinya kita buka lagi jalur Mandiri 2. Tetapi tidak bentuk tes tulis, tapi bentuk seleksi nilai dari pendaftar yang tidak masuk tes sebelumnya dna di posisi cadangan. Di jalur Mandiri maupun Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) di SNBP-SNBT, yang kategori cadangan jadi naik,” terang Dedy.

Diuraikan Dedy, untuk Maba yang ikut Permata-2025 Polnes ini ada 2.068 peserta dari kuota 2.134. Jadi masih ada 66 bangku kosong. Hal itu ditekankan Dedy bukan berati pendaftar Polnes sepi peminat, tetapi karena 66 peserta yang dinyatakan lulus tes dari sekitar 12.000 pendaftar, mereka tidak melakukan daftar ulang.

“Jadi semua yang ikut Permata-2025 Polnes ini adalah Maba pilihan dari sekitar 12 ribu peserta pendaftar. Jadi kalian adalah orang yang memiliki kemapuan diatas rata-rata dari yang lainnya,” seru Dedy Irawan dalam pidatonya di depan Maba.

Senada Wadir III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Suparno menerangkan. Perubahan nama jadi Permata ini untuk menghilangkan kekerasan dan perpeloncoan di lingkungan kampus Polnes. Jadi saat ini acaranya dirangkai dengan penyampaian materi oleh narasumber yang berkompeten. Selain dari Direktur dan Wadir I sampai IV juga ada dari pihak external. Diantaranya dari pihak bank yang kerja sama, berbagai duni industri (Dudi), dan psikolog serta ahli PKPP (Politeknik Kelauatan dan Perikanan).

“Sebelumnya diutamakan Bintalsik (Pembinaan Mental dan Fisik), sekrang fokus ke pembinaan karakter dan soft skill untuk kedisiplinan Maba. Dengan rangkaian Permata-2025 Polnes yang diikuti ini, mereka bisa menambah wawasan tentang bela negara. Terlebih bisa memahami tentang sosial dengan temanya,” pungkas Suparno diamini Wadir IV, Bidang Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, Said Keliwar.

Suasana itu terlihat saat dilakukannya berbagai games seru yang menguji kekompakan dan nilai kerjasama antar teman. Seperti estafet berdua membawa bendera kecil dari belakang menuju depan dengan melewati barisan kelompoknya yang duduk baris rapi. Kemudian bendera di oper lagi secara bergilir ke belakang dan dua orang paling belakang membawa lagi ke depan, melewati timnya serta seterusnya.

Selanjutnya juga ada lomba karya ilmiah, untuk mengukuhkan bahwa mahasiswa sudah harus melahirkan karya yang bermanfaat. Juga ada pertunjukan pentas seni dengan kostum yang dibuat secara dadakan di lokasi, oleh peserta perwakilan yang memiliki kemampuan di bidang seni. Hingga hari penutupan, mereka semua dinyatakan sah, sebagai Maba Polnes dengan memakai almater jas hijau cerah khas kampus yang memiliki 7.000 mahasiswa aktif ini. (Adv/Adm1)
