23/04/2026

Musibah Kekeringan di Mahulu, Pemprov Kaltim Kirim Bantuan Beras 68.560 Ton

0
Musibah Kekeringan di Mahulu, Pemprov Kaltim Kirim Bantuan Beras 68.560 Ton

Musibah Kekeringan di Mahulu, Pemprov Kaltim Kirim Bantuan Beras 68.560 Ton. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DPTPH Kaltim Amaylia Dina Widyastuti

Loading

AspirasiNews.id, Samarinda- Bencana dan musibah kekeringan beberpa pekan ini melanda berbagai daerah di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Musibah kekeringan terparah di Kaltim itu kali ini dialami oleh Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Hal ini diakibatkan karena beberpa pekan wilayah tersebut tidak mengalami curah hujan yang cukup. Sehingga berakibat pada hasil pertanian untuk pangan, terutama tanaman padi penghasil beras.

BANKALTIM EMAS
BANKALTIM EMAS

Menaggapai permasalahan pelik ini, Pemerintah Provinsi (Pemrov) Kaltim langsung gerak cepat dengan mengambil langkah strategis. Yakni langsung menginstruksikan Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, untuk mengirimkan beras dalam jumlah besar. Yakni totalnya mencapai 68 ribu ton beras bantuan dari dari Pemprov Kaltim. Bertujuan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana kekeringan saat ini, agar tidak mengalami kelangkaan stok bahan pangan utama.

“Kita akan menyalurkan 68.560 ton beras ke Mahulu. Saat ini sedang dimuat ke kapal. Mungkin akan selesai malam hari,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan dan Distribusi Pangan (KDP) DPTPH Kaltim, Amaylia Dina Widyastuti, Sabtu (2/8/2025).

Amaylia Dina juga menerangkan, beras bantuan yang diberikan ini merupakan Cadangan Pangan Pemerintah Provinsi. jadi didistribusikan saat keadaan krisis dan bencana alam melanda. Satu diantaranya sepertui kekeringan di Mahulu tersebut. Jadi beras ini dijadwalkan untuk bantuan pada warga yang terdampak, agar tidak mengalami kelangkaan bahan pangan pokok.

“Nantinya, masing-masing warga setempat akan menerima 20 kilogram beras per kepala keluarga. Bantuan ini diberikan oleh Pemprov Kaltim dari Cadangan Pangan untuk kondisi darurat,” kata Dina lagi.

Dikatakan Dina, selain memberikan bantuan beras, DPTH juga berkerja sama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim. Yakni akan menggelar operasi pasar di Kabupaten Mahulu. Tujuannya untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga murah. Sekaligus menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok di wilayah tersebut.

“Kami bersama DPPKUKM juga akan mengadakan pasar mura. Dalam operasi pasar ini disediakan 4 ton gula pasir, dan 5 ton minyak goreng . Semuanya diantar bersamaan dengan bantuan beras tadi,” terang Dina.

Dina menerangkan, kondisi kekeringan di Mahulu mengakibatkan para petani padi gunung gagal panen. Sehingga mengakibatkan lonjakan drastis harga kebutuhan bahak pokok utama di Mahulu. Seperti beras yang kini tembus antara Rp800 ribu hingga Rp1,2 juta per 25 kilogram. Sedangkan elpiji 12 kg mencapai Rp800 ribu per tabung. Ini kenaikannya sangat tinggi sekali, jadi pemerintah harus segera melakukan tindakan strategis guna mneggulanginya, agar harga pasar kembali stabil.

“Selama kekeringan mereka tidak ada panen. Seharusnya mereka dapat panen sekali setahun. Tapi hasil panen tahun ini tidak memuaskan. Kemudian harga beras dan bahan lainnya juga melonjak tinggi,” urai Dina.

Diungkapkan Dina, bantuan dari Pemprov Kaltim itu akan disalurkan secara merata kepada seluruh kepala keluarga (KK) di dua kecamatan. Yaitu Long Apari dan Long Pahangai. Karena kedua kecamatan ini menjadi wilayah yang paling terdampak kekeringan dan kesulitan akses. Diterangkanya, untuk Long Apari misalnya, dilaporkan 569 Warga terdampak bencana kekeringan tersebut.

“Pembagiannya merata nanti untuk semua kepala keluarga di Long Apari dan Long Pahangai. Jumlah kepala keluarga terdampak sudah disampaikan oleh Bupati Mahulu beberapa waktu lalu,” pungkas Amaylia Dina Widyastuti. (***/Adm1)

Sumber: Humas Prov Kaltim.

Tinggalkan Balasan